Apa saja perbedaan antara kolam terapi dan kolam renang? Di artikel ini, kita akan bahas lebih dalam.
Kolam renang mungkin sudah umum kita ketahui. Dimulti Pool pun sudah banyak melayani jasa pembuatan kolam renang dengan berbagai bentuk dan ukuran.
Namun, kolam terapi nampaknya belum banyak yang mengetahui. Peminatnya untuk dijadikan kolam rumahan pun masih sedikit. Padahal, ini bisa saja diwujudkan!
Baca Juga
Untuk memandu anda mengetahui kolam terapi lebih dalam, kita akan bandingkan kolam jenis ini dengan kolam renang biasa.
Daftar Isi
Pengertian
Perbedaan mendasar dari kolam renang biasa dan kolam terapi sudah bisa diketahui dari definisi dan tujuan masing-masing.
Kolam hidroterapi atau kolam terapi adalah kolam khusus yang dirancang khusus untuk terapi dan rehabilitasi menggunakan media air.
Kolam ini berbeda dalam beberapa hal penting dari kolam renang biasa yang sebagian besar ditujukan untuk rekreasi.
Dari suhu dan kedalaman hingga fitur keselamatan dan aksesibilitas khusus, kolam hidroterapi melayani program terapi untuk orang atau hewan yang baru pulih dari cedera atau mengelola kondisi kesehatan.
Perbedaan Kolam Renang Biasa dan Kolam Terapi
Berikut beberapa perbedaan antara kolam renang biasa dan kolam terapi.
1. Suhu Air
Perbedaan yang paling jelas adalah suhu air. Kolam hunian pada umumnya mempertahankan suhu antara 70-80 ° F (22 – 27 derajat celcius).
Kolam terapi menjaga air tetap hangat di sekitaran suhu 90-100 ° F (32 – 37 derajat celcius) yang nyaman untuk latihan terapi.
Air yang lebih hangat membantu mengendurkan otot, meningkatkan aliran darah, dan menenangkan untuk mengatasi rasa sakit kronis.
Selain itu, suhu tersebut memudahkan mobilitas untuk membuat gerakan lebih mudah selama rutinitas pendinginan.
Pemrograman suhu yang dapat disesuaikan untuk memenuhi tujuan terapi tertentu juga lebih mudah dalam sistem kolam hidroterapi.
2. Kedalaman dan Material Lantai
Kolam rekreasi memiliki ujung yang dalam untuk menyelam, terkadang turun hingga lebih dari 5 kaki. Kolam hidroterapi mempertahankan kedalaman dangkal yang lebih konsisten, biasanya paling banyak 3,5-5 kaki.
Lantai yang miring secara bertahap memungkinkan akses yang mudah dan memastikan pengguna dapat menapakkan kaki dengan kuat saat berolahraga dengan tegak.
Sudut masuk yang landai juga membantu aksesibilitas bagi mereka yang memiliki mobilitas terbatas.
Kolam terapi harus menggunakan ubin anti selip untuk mencegah jatuh, dengan opsi seperti tapak atau palang untuk traksi tambahan selama program terapi.
3. Ukuran dan Bentuk
Kolam renang di halaman belakang rumah biasanya memiliki ukuran dan bentuk yang beragam untuk estetika. Sementara Kolam terapi berukuran lebih kecil, dengan pemanas khusus dan beban penyaringan.
Desain persegi panjang dan berbentuk L memungkinkan terapis untuk mengamati pasien yang berolahraga di dinding yang berdampingan sambil menyisakan ruang untuk alat bantu atau aktivitas bersama.
Kolam terapi yang dibuat khusus dapat menyesuaikan ukuran dan tata letak dengan kebutuhan rehabilitasi individu tertentu.
4. Perlengkapan dan Peralatan Khusus
Pegangan tangan, treadmill bawah air, lift lantai yang dapat disesuaikan, jet resistensi, dan tangga/landai yang dapat diakses menjamin sirkulasi yang aman dan gerakan yang lebih mudah bagi para pasien terapi.
Tidak seperti fitur batu hias atau perosotan di kolam renang standar, setiap perlengkapan di kolam terapi memiliki fungsi khusus yang berorientasi pada penanganan kesehatan.
5. Standar Kebersihan
Semua jenis kolam renang harus memenuhi tingkat kebersihan yang aman. Tetapi kolam terapi membutuhkan sistem desinfektan yang kuat untuk mencegah penyebaran bakteri atau infeksi, terutama di antara pasien yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh.
Beberapa standar kebersihan dan fitur tambahan di kolam terapi antara lain pengujian kadar air dalam beberapa kali sehari, paparan sinar UV tambahan, dan penyaringan perputaran tingkat tinggi.
6. Konstruksi dan Bahan Khusus
Badan kolam terapi biasanya menggunakan baja tahan karat atau bahan fiberglass yang tidak berpori yang cenderung tidak menyerap residu kimiawi dari proses sanitasi.
Dibandingkan dengan struktur beton pada kolam renang standar, kolam terapi memungkinkan penempatan dan relokasi yang fleksibel seiring dengan perubahan pengaturan program rehabilitasi. <DP>











