Begini pentingnya pemadatan coran beton dalam konstruksi kolam renang. Ini penting diketahui kalau tidak mau kolam renang anda punya masalah kebocoran di kemudian hari.
Beton yang berkualitas tinggi pastinya akan mempengaruhi daya tahan dan usia pakai kolam renang. Karena itu, segala aspek yang menyertai material ini perlu diperhatikan.
Tak sekedar menggunakan semen, agregat serta pasir yang bagus untuk memastikan kualitas beton. Saat proses pemadatan di lokasi juga akan mempengaruhi integritas struktural kolam renang.
Baca Juga
Daftar Isi
Apa Itu Pemadatan Beton?
Pemadatan beton menghilangkan udara yang terperangkap dari beton yang baru dituang. Pemadatan juga memadatkan partikel agregat dari campuran beton.
Hasilnya adalah beton yang lebih kuat dan lebih padat dengan permeabilitas yang rendah.
Tujuan Memadatkan Coran Beton
Tujuan utama pemadatan beton adalah untuk mendapatkan massa padat tanpa lubang, agar adukan beton dapat mengelilingi semua tulangan dan mengisi semua sudut.
Dalam proses pencampuran, pengangkutan dan penempatan beton segar, gelembung udara cenderung terperangkap dalam beton.
Semakin rendah (slump rendah / beton kental) kemampuan kerjanya, semakin tinggi pula jumlah gelembung udara yang terperangkap.
Gelembung udara menempati volume 5 hingga 20 persen dari total beton. Jika udara tidak dihilangkan sepenuhnya, itu dapat mengurangi ikatan antara beton dan tulangan dan / atau bagian-bagian tertanam lainnya dan struktur dapat kehilangan kekuatannya secara signifikan.
Masalah yang akan Timbul Kalau Beton Tidak Dipadatkan
Beton akan kehilangan kekuatan tekan dan menjadi lemah jika tidak dipadatkan dengan benar, dan risiko cacat pada beton menjadi lebih besar.
Cacat yang umum terjadi pada beton berkualitas rendah antara lain retakan, sarang lebah beton, dan spalling beton.
Kekuatan tekan yang rendah tidak mampu menahan beban berat, seperti beban dari kendaraan atau struktur yang berada di atas pondasi.
Sementara itu, permeabilitas yang tinggi memungkinkan air merembes masuk dan menjenuhkan beton. Hal ini dapat menyebabkan keretakan, terutama di musim dingin ketika uap air membeku dan mengembang.
Kapan Proses Coran Beton pada Konstruksi Kolam Renang
Proses Coran beton dalam konstruksi kolam renang dilakukan setelah melewati beberapa tahap pembangunan.
Tahapan tersebut yakni penggalian, pembuatan bekisting luar, pembuatan tapak dan pondasi kolam renang sekaligus pembesian, penarikan jalur pipa, serta pembuatan bekisting dalam.
Layaknya proyek konstruksi bangunan lain, pengecoran kolam renang dilakukan pada bekisting dalam tersebut.
Karena itu, coran harus padat untuk memastikan dinding dan dasar kolam renang bisa awet dan kuat menahan beban puluhan hingga ratusan ton air.
Sementara itu, pemadatan beton tersebut harus dilakukan segera setelah menuangkan dan menempatkan beton ke bekisting.
Beton yang baru ditempatkan biasanya mengandung 5% hingga 20% udara yang terperangkap (rongga udara). Semakin tinggi persentase udara yang terperangkap, semakin lemah beton yang dihasilkan.
Beton siap pakai yang baru saja dipasang yang mengandung 10% udara yang terperangkap dapat memiliki kekuatan 50% lebih rendah daripada beton yang dipadatkan dengan benar.
Cara Memadatkan Coran Beton Kolam Renang
Jika anda pernah berkunjung ke suatu proyek konstruksi, pasti pernah melihat tukang tengah menggetok-getok papan dalam konstruksi tersebut.
Hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan untuk memadatkan coran beton. Ini juga sama seperti yang dilakukan pada pembuatan kolam renang.
Namun, selain cara manual dengan menggetok-getok papan, atau yang kita kenal dengan sebutan bekisting, memadatkan coran beton juga bisa dilakukan dengan menggunakan vibrator.
Seperti namanya, alat ini akan bergetar ketika dimasukkan di coran basah sehingga material-material campuran beton akan saling mengisi satu sama lain.











