Beton bisa dibilang adalah material utama dalam konstruksi kolam renang. Namun, beton bukanlah sebuah material, namun terdiri dari berbagai campuran material.
Di sini, kita akan kupas sedikit tentang berbagai campuran material dalam beton yang perlu anda ketahui.
Harus diingat bahwa campuran material dalam beton ini akan mempengaruhi kualitas beton itu sendiri. Jadi, pastikan anda memahaminya agar pembangunan kolam renang anda bisa sesuai harapan.
Baca Juga
Daftar Isi
Apa Itu Beton?
Istilah umum yang menggambarkan bubuk semen dan agregat yang telah dipadatkan. Bentuk “beton” yang paling akurat secara teknis adalah semen portland, pasir, dan kerikil yang dicampur bersama dengan perbandingan 1:2:3.
Berbagai Campuran dalam Beton
Berikut beberapa campuran material dalam beton yang digunakan di berbagai konstruksi, termasuk kolam renang.
1. Mortar
Suatu bentuk beton yang hanya menggunakan bubuk semen dan pasir sebagai agregat. Tidak ada kerikil atau agregat yang lebih besar yang akan digunakan dalam mortar.
2. Semen Portland
Ada tiga jenis semen portland yang bisa digunakan dalam konstruksi kolam renang, yakni OPC, PCC dan PPC.
Semen Portland Biasa (OPC)
Semen Portland Biasa adalah salah satu produk (bahan bangunan) yang paling umum digunakan dalam industri konstruksi, termasuk kolam renang.
Jenis semen ini tersedia dalam berbagai tingkatan seperti 33, 43, dan 53, dengan angka yang mewakili kekuatan tekan minimum dalam MPa.
Semen OPC 53 Grade dikenal dengan kekuatannya yang tinggi. Semen ini digunakan untuk memperkuat struktur, bangunan, dan banyak lagi.
Portland Composite Cement (PCC)
Portland composite cement saat ini mulai sering digunakan dibanding semen Portland yang biasa karena memiliki ketahanan yang baik untuk cuaca ekstrem.
Semen jenis ini memiliki daya tekan yang kurang kuat di awal, tetapi akan menjadi kuat di akhir. Pengerjaannya lebih mudah karena memiliki panas hidrasi yang lebih rendah dibanding semen Portland biasa (OPC) pada saat proses pendinginan.
Sehingga hasil permukaan plester menjadi lebih rapat dan halus. Semen ini digunakan untuk pembuatan dak beton, perekat bata, plesteran, acian, dan adukan lainnya.
Semen Portland Pozzolan (PPC)
PPC adalah campuran yang terdiri dari klinker OPC dan bahan pozzolan seperti abu terbang atau asap silica serta gypsum.
Jenis semen PPC dikenal dengan daya tahan dan ketahanannya terhadap bahan kimia. PPC digunakan di lingkungan di mana beton terpapar bahan kimia berlebihan
3. Agregat
Agregat menjadi elemen pokok yang membantu dalam pembangunan rumah, jalan, dan proyek lainnya. Fungsi agregat terutama sebagai bahan pengisi dalam campuran mortar atau beton.
Digunakan bersama dengan bahan pengikat, seperti semen, Agregat menjadi komponen penting untuk membentuk bahan konstruksi beton.
Pada dasarnya, agregat juga menjadi dasar dari sejumlah material konstruksi lainnya yang tidak dapat dibuat tanpa agregat.
Kerikil (Gravel)
Kerikil adalah agregat yang terdiri dari batu-batu kecil dengan ukuran antara 2,5 mm hingga 63 mm. Ukuran yang seragam dan bentuk yang bulat membuatnya cocok untuk digunakan dalam campuran beton.
Kerikil umumnya tersedia dalam berbagai ukuran, dan digunakan terutama untuk membuat beton yang kuat dan tahan terhadap tekanan.
Pasir (Sand)
Pasir adalah agregat yang terdiri dari partikel-partikel kecil yang lebih halus dari kerikil, dengan ukuran kurang dari 2,5 mm.
Material ini digunakan untuk mengisi ruang antara partikel agregat yang lebih besar dan untuk meningkatkan reaktivitas dengan semen.
Pasir yang bersih, tahan terhadap kandungan tanah yang tinggi, dan bergradasi dengan baik, sering kali menjadi pilihan yang baik dalam konstruksi beton.
4. Air
Untuk merekatkan ketiga campuran bahan di atas, digunakan air. Air juga berfungsi mengaktifkan reaksi kimia ketiga bahan tersebut. Ketika ini terjadi, beton bisa mengeras.
Dalam konstruksi kolam renang, air juga digunakan untuk membasahi area yang akan di cor dan setelah proses pengecoran selesai (kering).
Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya keretakan pada pondasi beton atau sisi kolam renang yang telah dilakukan proses cor.











