Kondisi tanah untuk membuat kolam renang bisa sangat berpengaruh terhadap kekuatan struktur. Karena itu, perlu perlakuan khusus di kondisi tanah berbeda saat membuat kolam renang.
Diperlukan pemahaman mengenai kondisi tanah ketika menganalisa lokasi atau lahan tempat membuat kolam renang.
Kontraktor kolam renang profesional dan berpengalaman seperti Dimulti Pool akan mempersingkat waktu analisa berdasarkan pengalaman kami tersebut.
Baca Juga
Untuk berbagi pengalaman, kami akan jelaskan berbagai kondisi tanah tempat pembangunan kolam renang beserta cara mengatasinya.
Daftar Isi
Berbagai Kondisi Tanah Kolam Renang dan Cara Mengatasinya
Meskipun tanah dapat menyebabkan banyak masalah dan penundaan, kontraktor kolam renang profesional seperti yang ada di Dimulti Pool tahu bagaimana cara mengatasi kondisi ini.
Baik tanah yang sangat ekspansif atau tidak terlalu padat, kami memiliki pengalaman untuk mengatasinya. Berikut penjelasannya:
1. Tanah Liat
Seperti yang kita ketahui, tanah liat adalah tanah yang ekspansif. Tanah ini akan mengembang saat menyerap air dan menyusut saat mengering.
Kontraktor kolam renang akan melakukan penggalian lebih dalam dan untuk menyentuh tanah yang lebih cocok yang akan mendukung struktur kolam renang dengan lebih baik.
Selain itu, juga dapat dibuat pondasi yang dalam yang menanggung tanah yang lebih dalam dan lebih stabil, seperti batuan dasar.
Para ahli akan merekomendasikan seberapa jauh penggalian lebih dalam tersebut untuk menghilangkan tanah ekspansif untuk diganti dengan tanah timbunan yang memiliki sifat yang diperlukan untuk membatasi pemuaian dan dapat menopang struktur kolam renang.
2. Tanah Berpasir
Tanah berpasir memiliki kebiasaan buruk untuk bergeser. Jenis tanah ini mudah runtuh dan amblas, yang membutuhkan lebih banyak penggalian.
Seringkali, kontraktor kolam renang akan membuat bingkai di seluruh lokasi penggalian untuk memperkuat sisi-sisinya dan menjaganya agar tidak runtuh.
Pasir juga dapat mengganggu aplikasi beton. Beton membutuhkan potongan vertikal agar dapat menempel langsung ke tanah.
Namun, karena pasir lebih mudah runtuh dan rusak. Kontraktor kolam renang harus menggunakan metode yang berbeda, seperti membuat bekisting atau sistem penopang, untuk mengaplikasikan beton.
3. Tanah Berbatu
Tanah berbatu, seperti kerikil, seharusnya tidak terlalu menjadi masalah. Jenis tanah ini mudah digali dan biasanya dapat menopang beban yang cukup.
Namun, ketika anda menggali lebih dalam dan menemukan batu-batu besar atau bahkan batuan dasar, ini baru akan menimbulkan masalah.
Para teknisi harus memindahkan batu-batu ini, yang bisa memakan waktu. Seringkali, alat berat harus digunakan untuk memecah lapisan batu dan memindahkannya.
Kemudian, kontraktor kolam renang juga perlu membawa tanah timbunan untuk mengisi ruang yang tersisa dari bebatuan.
Apakah Analisis Tanah Diperlukan?
Analisis tanah akan memberikan gambaran yang lebih baik kepada kontraktor kolam renang tentang kondisi tanah untuk kolam renang.
Bagaimanapun, kondisi tanah sangat bervariasi dari satu rumah ke rumah lainnya. Bahkan rumah yang bersebelahan langsung satu sama lain dapat memiliki lingkungan yang berbeda.
Inspeksi visual dapat bekerja tetapi tidak seandal analisis tanah. Di daerah yang komposisinya dipertanyakan, analisis tanah komprehensif akan sangat berguna.
Hasilnya akan membantu kontraktor kolam renang membuat rencana yang lebih siap untuk kondisi yang ada, sehingga dapat meminimalisir waktu yang molor dalam pembuatan kolam renang.
Namun, pengujian tanah ini tidak selalu diperlukan. Tes ini bisa jadi mahal.
Karena itu, selalu gunakan jasa kontraktor kolam renang berpengalaman seperti Dimulti Pool yang sudah memahami bagaimana karakteristik tanah untuk memberikan hasil yang terbaik. <DP>











