Batu alam adalah salah satu material yang umum digunakan untuk decking kolam renang. Tapi, ada banyak batu alam yang bisa anda gunakan.
Memilih jenis batu alam untuk decking kolam renang tergolong mudah. Ada banyak pilihan serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang cocok di iklim Indonesia.
Di artikel ini, kita akan bahas berbagai jenis batu alam yang bisa digunakan untuk material decking kolam renang.
Baca Juga
Daftar Isi
Batu Andesit
Batu Andesit yang merupakan hasil dari proses alam sebagai batuan beku ekstrusif ini memiliki karakteristik unik yang membuatnya menjadi pilihan favorit.
Tentang daya tahannya, Batu Andesit memang tangguh, sangat tangguh, menjadikannya primadona bahan bangunan di Indonesia.
Batu andesit ini terkenal punya tekstur dan karakter yang ideal dan cocok untuk menjadi area basah sekitar tepian kolam renang, yaitu mudah menyerap air, sehingga cipratan air dari kolam renang tidak akan lama menggenangnya.
Sebagai penghias sekeliling tepian kolam renang, batu andesit akan memberikan kesan elegan karena punya warna alami yang keabu-abuan.
Selain itu jenis batu yang satu ini juga bisa dengan mudah ditemukan di toko material dengan harga yang terjangkau.
Granit
Batu granit adalah batuan beku yang terbentuk dari magma yang berada jauh di dalam kerak bumi. Granit umumnya terdiri dari kuarsa dan feldspar sehingga sangat tahan gores dan tahan panas.
Granit adalah salah satu batu alam yang paling keras, itulah sebabnya mengapa cocok untuk decking kolam renang karena tampilannya yang konsisten yang dapat bertahan lama.
Terbuat dari kuarsa, granit biasanya berwarna gelap, memiliki kilau, dan menolak air. Decking kolam renang menggunakan batu granit sangat cocok dengan lanskap alami.
Sebagai bahan bangunan secara umum, granit sangat disukai karena daya tahannya yang mengesankan, teksturnya yang berpasir, dan ketahanannya yang kuat terhadap kotoran.
Batu Karang
Batu koral atau batu karang, juga dikenal sebagai batu fosil coralina dan batu kunci, terdiri dari fosil karang dan kerang, koral, pasir, serta batu kapur.
Bahan yang khas ini diperkuat oleh alam untuk bertahan dari sejumlah iklim ekstrim, air asin, bahan kimia kolam renang, dan lalu lintas perenang yang padat.
Setelah dilakukan proses penyikatan sedemikian rupa, pesona dari batu ini akan semakin keluar.
Batu koral bisa dipasang dengan menghamparkannya di atas permukaan tanah begitu saja atau ditanamkan dalam lantai beton supaya posisinya menetap
Hampir tidak licin, batu koral juga hanya menyerap sedikit panas dan mudah dirawat. Jenis batu alam ini umumnya digunakan di daerah tropis.
Batu Kapur
Batu kapur adalah salah satu bahan bangunan yang paling banyak digunakan di dunia. Jenis ini yang biasanya digali dari sumber lokal, sangat kuat dan keindahannya dapat bertahan bertahun-tahun, tidak peduli cuaca.
Batu alam jenis ini tahan lama dan sangat memikat. Batu kapur dapat mentolerir perubahan cuaca yang ekstrim dan tahan terhadap penggunaan terus menerus.
Warnanya antara lain abu-abu, biru, coklat, dan merah muda, dan dapat dipotong dalam berbagai bentuk dan ukuran.
Batu Pasir
Batu pasir terdiri dari butiran kuarsa dan biasanya berwarna coklat muda atau merah. Jenis batu ini sangat keras dan memiliki warna yang merat.
Menggunakan batu kapur merupakan pendamping yang ideal untuk kolam renang yang memiliki warna dan tekstur yang sangat mencolok.
Jenis Batu Alam Travertine
Terakhir ada Travertine. Ini adalah salah satu bahan yang lebih populer untuk membangun decking kolam renang dengan kesan yang sangat mewah.
Reputasi material ini sebagai bahan yang tahan banting namun tetap indah telah dikenal sejak zaman dahulu kala.
Karena travertine biasanya menyerap air secara instan, dek yang terbuat dari bahan ini hampir tidak licin. Ditambah lagi, travertine tahan terhadap berbagai jenis iklim.
Travertine biasanya tersedia dalam salah satu dari tiga finishing: tumbled (bertekstur dan berpori), diasah (halus dan matte), dan dipoles (halus dan mengkilap). <DP>











