Kesalahan umum yang sering dilakukan saat melakukan perawatan kolam renang, terutama ketika proses menguji kadar air.
Kadar air kolam renang harus dijaga tingkat idealnya. Kalau tidak, berbagai masalah bisa saja terjadi. Dan tidak hanya di kolam, namun juga bisa merusak fisik kolam renang.
Sayangnya, banyak dari kita yang tidak memahami bagaimana pentingnya memeriksa kadar air secara rutin. Karena itu, banyak pula yang mengabaikan. Padahal, ini adalah kunci kolam renang tetap jernih dan aman.
Baca Juga
Berikut adalah kesalahan umum yang dilakukan saat melakukan pengujian kadar air. Hindari!
Daftar Isi
Menunggu Hujan Reda untuk Menambah Klorin
Memang tidak disarankan untuk melakukan apa pun dengan kolam renang anda di tengah-tengah hujan badai.
Namun, kami juga tidak merekomendasikan anda untuk menunggu sampai setelah hujan turun untuk menambahkan bahan kimia, khususnya klorin.
Jika hujan akan turun di kemudian hari setelah pemeriksaan kadar air di periode sebelumnya, jangan menunggu. Lanjutkan dan tambahkan sebelum hujan.
Pemeriksaan kadar air yang tepat dapat termasuk memperhitungkan segala cuaca sehingga bahan kimia tetap berada dalam kisaran ideal, apapun kondisinya.
Hal ini berarti, bahkan jika hujan turun, kadar air kolam renang anda akan tetap berada dalam kisaran yang baik setelahnya.
Sebaliknya, jika anda tidak menambahkan bahan kimia sementara kadar klorin rendah sebelum hujan, hujan dapat memperburuk keadaan dan berpotensi mempercepat pertumbuhan ganggang.
Mengabaikan Tingkat pH dan Alkalinitas
pH yang rendah menunjukkan keasaman, sedangkan pH yang tinggi menunjukkan alkalinitas. Terlalu banyak keduanya adalah berita buruk.
Jika air kolam renang memiliki pH yang sangat rendah, maka air tersebut sangat asam. Memang kondisi ini akan sangat sulit bagi ganggang untuk tumbuh subur di air asam. Ditambah lagi, air asam berkilau dan sekilas terlihat murni dan bersih.
Tapi seperti yang kita ketahui, pH rendah sebenarnya dapat merusak peralatan kolam renang, termasuk pompa dan filter, lapisan finishing, hingga peralatan seperti tangga dan vakum kolam.
Menyeimbangkan keasaman dan alkalinitas akan menjaga pH tetap stabil. Karena hampir semua hal dapat mengubah kadar air dalam waktu singkat, pastikan menguji kadar air kolam renang secara teratur.
Kesalahan Umum dengan Tidak Melakukan Uji Kadar Air Secara Teratur
Ini juga jadi salah satu kesalahan yang paling banyak dilakukan. Menguji kadar air memang membosankan, tapi sangat penting dilakukan.
Menguji kadar air setidaknya setiap 4 minggu sekali sepanjang tahun dapat mencegah masalah apa pun yang mungkin anda hadapi.
Hanya karena anda tidak menggunakan kolam renang, bukan berarti anda tidak harus menjaganya tetap seimbang.
Menyeimbangkan kadar air tidak hanya meningkatkan kenyamanan saat berenang, tetapi juga membantu memperpanjang usia peralatan kolam renang.
Misalnya, jika pH tidak seimbang, maka air akan menjadi asam. Pada saat itu, air akan mulai menggerogoti berbagai komponen. Setiap komponen kolam renang yang terbuat dari logam akan beresiko karatan.
Tidak Memanfaatkan Kesadahan Kalsium
Seperti halnya pH, menyeimbangkan kadar atau kesadahan kalsium di air kolam renang anda sangat penting untuk memastikan kolam renang yang jernih, bersih, dan aman.
Memang jika ditambahkan terlalu banyak akan mengeruhkan air. Karena itu, sedikit penambahan kalsium saja akan bermanfaat buat kolam renang.
Pastikan kesadahan kalsium kolam renang anda pada tingkat yang direkomendasikan yaitu 175 ppm hingga 225 ppm.
Periksalah sesering mungkin jika kolam renang sering digunakan. Hal ini karena penguapan dan percikan air dapat membuat kadarnya terlalu rendah.
Yang perlu anda pahami juga adalah saat menggunakan kaporit, bahan ini pun mengandung kalsium. Karena itu, kalau sudah menggunakan kaporit, biasanya kadarnya akan ideal.











