Kolam renang bisa tanpa klorin dengan menggunakan generator oksigen. Bahkan, sistem ini juga bisa menjadi pengganti aerator kolam renang.
Mungkin anda belum banyak mendengar tentang sistem yang satu ini. Namun, ini bisa jadi pilihan kalau anda mau menggunakan perawatan kolam renang yang lebih ramah lingkungan.
Simak artikel ini untuk mengetahui informasi selengkapnya.
Baca Juga
Daftar Isi
Apa Itu Generator Oksigen?
Generator oksigen pada dasarnya adalah sebuah produk alami dan ekologis. Produk ini mengubah kotoran di dalam air menjadi air atau oksigen, tanpa meninggalkan residu. Produk ini mudah digunakan dan tidak mengubah pH air.
Generator oksigen biasanya dipasang pada filter tanpa alat khusus. Dengan menggunakan pompa kolam renang yang ada, air disirkulasikan melalui generator yang menambahkan oksigen dinamis ke dalam air saat air bersirkulasi.
Oksigen dinamis ini mengoksidasi bakteri, ganggang, dan virus di pipa dan di kolam renang.
Generator Oksigen Pengganti Aerator
Hal yang pertama dibhaas di artikel ini adalah sistem generator oksigen bisa menggantikan sistem aerasi kolam renang.
Seperti diketahui, sistem aerasi menggunakan aerator tugas utamanya adalah menyejukkan air kolam renang.
Air yang disemburkan aerator ke udara akan membawa oksigen ke kolam renang. Oksigen akan menyingkirkan gas seperti karbondioksida yang menahan panas.
Dengan begitu, oaksigen akan lebih banyak di dalam air dan membuatnya menjadi sejuk.
Dengan generator oksigen berarti anda tidak perlu lagi mengandalkan air yang disemburkan aerator untuk menangkap oksigen.
Kapsul oksigen yang didistribusikan di dalam air akan dengan sendirinya menghasilkan oksigen. Manfaat oksigen pun akan lebih banyak dirasakan.
Generator Oksigen Sebagai Pengganti Sistem Perawatan Klorin
Setiap program pengolahan air untuk kolam renang memiliki satu tujuan: untuk mengurangi pertumbuhan bakteri, ganggang, dan virus yang ditularkan melalui air.
Hal ini secara tradisional dilakukan melalui penambahan klorin dan bahan kimia atau chemical lainnya secara teratur untuk menghilangkan bahan organik dari air.
Namun, seiring berjalannya waktu, pemilik kolam renang kini mencari berbagai metode yang tidak terlalu beracun untuk mencapai tujuan perawatan tersebut.
Sintesis teknologi pengolahan air berbasis oksigen memberikan proses yang relatif sederhana dengan efek yang sama dalam menjaga air bersih dan aman di kolam renang.
Kelemahan dari sistem pengolahan klorin dan non-klorin adalah kurangnya oksidator residu di dalam air. Klorin membutuhkan penstabil dalam bentuk asam sianurat untuk mempertahankan residu di dalam air.
Tanpa penstabil ini, klorin akan menghilang dari air dalam hitungan menit di bawah sinar matahari langsung.
Dalam Kolam Oksigen, tidak ada stabilizer yang ditambahkan karena tingkat oksidator dipertahankan dengan terus menerus. Generator oksigen akan menyuntikkan ozon ke dalam air dengan kecepatan tinggi.
Ozon terlarut ini kemudian menciptakan tingkat sisa peroksida yang dapat diukur dengan metode pengujian umum.
Generator Oksigen dijalankan selama 12 jam setiap hari pada siang hari untuk mempertahankan tingkat oksidator yang cukup.
Kadar peroksida dapat ditingkatkan dengan penambahan cairan peroksida kolam renang secara teratur untuk mempertahankan residu yang tepat di dalam air.
Tapi…. Tetap Perlu Shocking Treatment, ya!
Walau sistem ini bisa meminimalisir penggunaan klorin, perawatan dengan klorin tetap harus dilakukan. Salah satunya anda tetap harus melakukan shocking treatment.
Perawatan dengan menambahkan jumlah klorin atau kaporit ekstra ini bertujuan memberikan margin keamanan terhadap saat-saat ketika pompa tidak bekerja atau setelah hujan lebat, angin atau beban perenang yang tinggi.
Dengan begitu, fungsinya sebagai pencegah pertumbuhan mikroorganisme yang bisa merusak air kolam renang bisa terus maksimal. <DP>











