Sama seperti berbagai jenis pompa di pasaran, pergerakan awal pompa kolam renang juga menggunakan kapasitor sebagai daya dorongnya. Jika ada masalah, ikuti langkah memperbaiki kapasitor pompa kolam renang ini.
Kapasitor pompa merupakan salah satu komponen penting yang memiliki fungsi untuk memberikan daya awal yang pada motor sehingga bisa membuatnya berputar dengan baik.
Kapasitor bentuknya dan fungsinya seperti baterai untuk menghidupkan motor pompa. Komponen ini membuat daya keluar dari fasa pada stator sehingga ‘menaungi’ belitan motor, menyebabkan motor mulai berputar.
Baca Juga
Hanya saja memang benar kapasitor pompa ini lebih rentan mengalami kerusakan yang menyebabkan kinerja dari pompanya menjadi terganggu nantinya.
Jika pompa kolam renang anda tidak mau hidup, tetapi malah mengeluarkan suara dengungan, mungkin ada masalah pada kapasitor. Bunyi ini biasanya akan terus berlanjut hingga pemutus sirkuit trip.
Di artikel ini, kita akan membahas berbagai indikasi serta cara dan langkah memperbaiki kapasitor pompa kolam renang yang rusak. Berikut penjelasannya:
Daftar Isi
Memperbaiki Kapasitor Pompa Kolam Renang: Periksa Poros dan Impeler
Hal pertama yang harus diperiksa, terutama saat pegas terbuka, adalah impeler dan poros motor yang harus berputar dengan bebas.
Dengan memeriksanya, anda bisa melihat kemungkinan adanya karat yang mengikat rotor dan stator, atau sesuatu yang berat yang tersangkut di impeler.
Anda dapat memeriksa putaran poros dengan melepas pelat penutup belakang, dan memutar ujung poros dengan tang pipih atau tang lurus yang besar
Pada sebagian besar pompa, anda juga dapat melepas keranjang dan merasakan impeler dengan jari. Ingat, pompa harus dimatikan terlebih dahulu!
Ganti Kapasitor
Anda bisa saja mengganti kapasitornya, untuk melihat apakah itu masalahnya. Lihatlah pada sisi kapasitor yang ada untuk membaca ukuran mikrofarad (MFD) atau angka UF.
Pompa kolam renang biasanya memiliki dua kapasitor, satu di belakang (kapasitor start) dan satu lagi di atas (kapasitor run).
Kapasitor hitam yang lebih kecil terletak di bagian belakang motor, biasanya diberi label dengan kisaran angka, yaitu 161-193 MFD.
Sedangkan kapasitor perak yang lebih besar biasanya terletak di punuk motor, di bagian atas – berukuran dengan nomor UF.
Menguji Kapasitor
Namun, jika anda ingin menguji kapasitor, ikuti petunjuk berikut ini dengan hati-hati. Ini agak bahaya dilakukan.
Sebelum anda menguji kapasitor, perhatikan penampilannya. Jika kapasitor terlihat menggembung, retak, atau terlihat rusak, ini menandakan sudah rusak.
Anda juga harus memeriksa kabel yang longgar, berkerut atau rusak atau terminal berkarat atau bekas terbakar pada kapasitor.
Berikut langkah menguji kapasitor apakah masih berfungsi normal atau tidak:
Langkah 1
Lepaskan pelat penutup dan gunakan obeng berinsulasi untuk melepaskan kapasitor. Anda bisa melepas kapasitor dan membungkusnya dengan kain tebal, atau lembaran karet.
Sangat jarang terjadi ketika menguji kapasitor, kapasitor meledak (ledakan kecil), tetapi hal itu bisa saja terjadi.
Yang lebih umum, anda mungkin mengalami percikan api, atau suara letupan kecil saat mengeringkan kapasitor, jika ada banyak daya yang tersimpan.
Arahkan kapasitor menjauhi anda dan orang lain saat mengosongkan daya. Anda hanya perlu menyentuh kedua terminal secara singkat dengan ujung obeng berinsulasi, untuk mengosongkan kapasitor.
Langkah 2
Lepaskan kedua kabel yang terhubung ke kapasitor, dengan tang pipih kecil, atau tang hidung jarum.
Jika kapasitor menggembung atau retak, atau terlihat seperti terbakar atau hangus, menunjukkan bahwa kapasitor tersebut sudah rusak dan harus diganti.
Langkah 3
Anda bisa menggunakan semua jenis multi-meter, digital atau analog. Tidak perlu meteran mahal, bisa juga meteran sederhana yang biasa digunakan tukang.
Aturlah pengukur uji ke Ohm, dengan nilai 1K atau lebih tinggi. Sentuhkan kedua ujung meteran anda ke terminal kapasitor, tidak masalah kabel mana yang menyentuh terminal yang mana.
Langkah 4
Jika meteran membaca nol, berarti kondisi kapasitornya buruk. Jika perlahan-lahan naik (hingga tak terbatas), kapasitor anda mampu menahan muatan dan kapasitor baru tidak diperlukan.
Pembacaan yang baik harus dimulai dari angka rendah segera setelah anda menyentuh kabel kedua pada kapasitor, lalu perlahan-lahan naik.
Gunakan pengaturan ohm tertinggi (2M atau 200K adalah yang terbaik, karena anda bisa melihat resistensi naik secara perlahan).
Anda bisa melepaskan kapasitor dengan obeng berinsulasi, jangan lupa kenakan sarung tangan, dan lakukan lagi untuk memverifikasi.
Tepat sebelum anda menyentuh kabel kedua, ohmmeter seharusnya menunjukkan angka 1 dan akan langsung turun ke angka rendah dengan kapasitor yang bagus dan akan meningkat. Hal ini menunjukkan sirkuit terbuka dan resistansi tak terbatas.
Tes lainnya adalah dengan mengatur meteran ke volt AC dan menghubungkan kedua kabelnya. Nyalakan pompa, dan jika kapasitor bekerja dengan baik, tegangannya akan lebih tinggi dari tegangan suplai. <DP>











