Pemilik kolam renang harus yakin bahwa perawatan kolam renang menggunakan bahan kimia telah diberi dosis dan dikontrol dengan benar, demi kesehatan dan kenyamanan para perenang.
Perawatan ini biasanya dilakukan dengan menggunakan klorin. Kaporit bebas yang memadai diperlukan untuk mencegah infeksi, sementara iritasi mata diminimalkan dengan menjaga residu kaporit serendah mungkin.
Metode DPD yang dikembangkan oleh Dr A.T. Palin (awalnya disebut sistem Palin), merupakan prosedur pengujian untuk klorin bebas, total, dan gabungan serta bromin dan ozon, karena konsistensi dan keandalannya.
Baca Juga
Semua pengujian ini ditambah beberapa pengujian utama dan pemecahan masalah lainnya untuk kolam renang.
Seperti disebutkan, pengujian menggunakan metode DPD ini memiliki serangkaian instruksi dari masing-maisng jenis pengujian.
Karena itu, dalam artikel ini kita tidak akan menjelaskan semuanya karena akan terlalu (atau sangat) panjang.
Jadi, informasi ini digunakan supaya anda tau jenis pengujian yang disebut salah satu paling efektif ini. Kami akan membuatnya lebih singkat, namun tetap komprehensif.
Baca terus artikel ini untuk mengetahui informasinya.
Daftar Isi
Reagen Pengujian DPD
Pengujian dengan metode ini menggunakan reagen DPD dalam bentuk tablet. Ini adalah cara termudah untuk menguji menggunakan DPD.
Ada empat tablet DPD utama yang dapat digunakan ketika mengukur klorin atau disinfektan alternatif (seperti bromin dan ozon):
- DPD 1 mengukur klorin bebas yang tersedia
- DPD 2 (digunakan dengan DPD 1) mengukur klorin gabungan
- DPD 3 (gunakan dengan DPD 1) mengukur klorin total
- DPD 4 mengukur total klorin yang tersedia
Klorin
Klorin digunakan sebagai disinfektan utama karena keefektifannya dalam membunuh organisme yang berpotensi berbahaya.
Bahan kimia ini membentuk asam hipoklorit di dalam air kolam. Efektivitasnya dipengaruhi oleh bahan kimia lain yang ada di kolam renang, terutama pH dan jumlah limbah bather.
Asam hipoklorit yang belum bereaksi dengan limbah perenang adalah klorin bebas dan harus dipantau dengan hati-hati untuk menjamin kolam renang yang aman.
Asam hipoklorit yang bereaksi dengan limbah perenang membentuk klorin gabungan yang merupakan disinfektan yang kurang efektif daripada klorin bebas.
Kadar klorin gabungan yang tinggi juga dapat menyebabkan iritasi mata dan hidung serta bau yang tidak sedap.
Klorin gabungan dihasilkan dari reaksi antara senyawa berbasis amonia dari limbah perenang dan klorin untuk membentuk monokloramin, kemudian dikloramin.
Untuk mengukur klorin gabungan saja, anda perlu mengurangi nilai total klorin yang tersedia (menggunakan DPD 3) dari nilai klorin bebas (menggunakan DPD 1).
Bromin
Bromin dapat digunakan sebagai alternatif disinfektan untuk klorin, terutama di kolam spa dan kolam air panas.
Bromamin yang terbentuk ketika bromin ditambahkan ke dalam air kolam renang atau spa sama efektifnya dengan klorin bebas dalam membunuh mikroorganisme patogen. Oleh karena itu total bromin adalah parameter kunci untuk dipantau.
Untuk menguji bromin bebas dan bromamin, anda menggunakan DPD 1. Tidak perlu membedakan keduanya karena sama-sama memiliki sifat disinfektan.
Ozon
Ozon juga digunakan sebagai disinfektan utama dan harus dilarutkan secara memadai ke dalam air kolam untuk melakukan oksidasi dan desinfeksi yang diperlukan.
Meskipun ozon adalah disinfektan yang kuat, residu ozon yang memadai harus dipertahankan dalam air kolam untuk memastikan kontrol penuh.
Hal ini sangat sering digunakan dengan klorin atau bromin sebagai disinfektan sekunder karena sulitnya mempertahankan residu yang konstan.
Untuk menguji ozon menggunakan DPD, hanya DPD 4 yang diperlukan.
Penutup
Itulah penjelasan tentang pengujian kadar air kolam renang, khusunya untuk desinfektan seperi kaporit, dengan menggunakan metode DPD.
Saat ini, Dimulti Pool belum menggunakan pengujian menggunakan metode ini dan masih menggunakan cara konvensional.
Hal ini karena peralatan serta reagen yang diperlukan cukup mahal. Meski begitu, diakui bahwa keefektifan pengukurannya sangat baik. <DP>











