Ketika memutuskan untuk memiliki kolam renang, anda harus siap juga melakukan perawatannya. Karena ada banyak yang perlu diperhatikan.
Pastikan anda mendapatkan referensi yang sesuai dan benar ketika melakukan perawatan kolam renang. Karena kalau tidak, bisa jadi terjadi miskonsepsi.
Dalam hal ini, banyak yang terjadi di anatara pemilik kolam renang. Miskonsepsi perawatan kolam renang ini bukan sekedar salah, namun berpotensi menimbulkan masalah yang lebih besar.
Baca Juga
Artikel ini akan membahas miskonsepsi perawatan kolam renang yang sering terjadi. Simak terus artikel ini untuk mengetahui informasi selengkapnya.
Daftar Isi
Basic Perawatan Kolam Renang
Membahas miskonsepsi perawatan kolam renang tidak akan dipahami jika kita tidak mengerti apa itu perawatan kolam renang.
Pada dasarnya, ini adalah cara menjaga agar lingkungan kolam renang tetap aman dan nyaman digunakan oleh perenang.
Ada banyak tahapan perawatan kolam renang. Anda bisa membacanya di artikel kami tentang Basic Perawatan Kolam Renang di blog ini untuk mengetahuinya.
Selain perlu semuanya dilakukan, juga harus dikerjakan dengan jadwal yang ketat, dalam artian harus diusahakan agar tidak terlewat.
Ini karena jika anda tidak melakukannya dengan benar, akan ada segudang masalah yang menanti. Bahkan, bisa membahayakan kesehatan jika anda memaksa menggunakan kolam renang tersebut.
Miskonsepsi Perawatan Kolam Renang: Kadar Air Tidak Boleh Salah SAMA SEKALI
Ini adalah miskonsepsi yang pertama. Standar menyatakan bahwa kadar air yang sesuai dan dipertahankan diperlukan ketika kolam renang dibuka untuk perenang.
Nmaun, ada waktu-waktu yang diizinkan ketika kadar air kolam renang dapat beroperasi di luar batas-batas ini. Ini termasuk:
- Selama musim dingin (jika kolam renang anda di bangun di daerah yang punya suhu dingin). Penyesuaian dilakukan untuk mengakomodasi suhu yang lebih rendah.
- Pada malam hari saat kolam dilakukan pembersihan dan pemeliharaan filtrasi.
- Ketika penyesuaian kimiawi perlu dilakukan, seperti penyeimbangan pH atau perawatan permukaan.
- Ketika prosedur sanitasi khusus diperlukan, seperti superklorinasi atau shocking treatment.
Kadar PH Sedikit Berlebih TIDAK APA-APA
Hati-hati, ini salah. pH air kolam renang meningkat secara spontan karena hilangnya karbon dioksida (CO2) terlarut ke udara di atas air kolam.
Dalam ilmu kimia, fenomena ini dijelaskan oleh Hukum Gas Henry yang menyatakan bahwa, “kelarutan gas dalam cairan berbanding lurus dengan tekanan parsial gas di atas cairan.”
Karena kolam renang terbuka ke udara, CO2 yang terlarut di dalam air secara konstan dilepaskan ke udara di atas air kolam. Hal ini menyebabkan pH meningkat dari waktu ke waktu.
Meskipun tidak ada cara untuk mengontrol pelepasan karbon dioksida dari air kolam ke udara, ada cara untuk mengontrol laju peningkatan pH dengan menggunakan asam muriatik atau gas CO2.
Menurunkan alkalinitas karbonat ke kisaran yang dapat diterima juga dapat memperlambat pelepasan karbon dioksida, sehingga memperlambat peningkatan pH.
Menguji pH sesering mungkin harus dilalkukan. Mempertahankan kisaran pH yang ideal sangat penting karena akan mengoptimalkan aktivitas klorin aktif di dalam air.
pH yang tinggi juga dapat menyebabkan masalah lain seperti peningkatan potensi kerak, kolam jadi kotor, hingga berbagai masalah kesehatan seperti iritasi dan kulit ruam serta mata merah.
Kadar Air Seimbang = Bebas Korosi
Ini juga jadi salah satu miskonsepsi paling umum di antara pemilik kolam renang.
Indeks keseimbangan air yang menentukam kadar air ideal hanya mengukur kelarutan senyawa kimia tunggal, salah satunya kalsium karbonat atau kaporit.
Ada banyak cara lain korosi dapat terjadi dalam air kolam, termasuk korosi galvanik dan rasio klorida dan sulfat tertentu.
Dalam kasus korosi galvanic, korosi bisa disebabkan karena adanya komponen logam yang berdekatan dalam kolam, misalnya tangga dengan penutup besi gutter.
Korosi juga bisa disebabkan karena kondisi alam di sekitar kolam renang anda. Semakin dingin, maka potensi hal ini semakin besar terjadi.
Karena itu, selain kadar air, anda juga harus memeriksa sekitar area kolam renang yang berpotensi menyebabkan korosi.
Kadar air pada dasarnya berada dalam kondisi fluktuatif atau berubah-ubah dan tidak memiliki saturasi keseimbangan yang stabil.
“Chlorine Lock” adalah Masalah Tunggal
Istilah “chlorine lock” tidak memiliki definisi yang pasti, sehingga menimbulkan interpretasi yang beragam di dalam industri ini.
Interpretasi ini berkisar dari asam sianurat yang berlebihan hingga masalah dengan tidak terdeteksinya tingkat klorin atau kejadian tingkat klorin yang tinggi secara terus-menerus.
Ketika dihadapkan pada masalah klorin tidak terdeteksi meskipun telah dilakukan penambahan atau ketika tingkat klorin tetap tinggi secara konsisten, anda harus tau dahulu penyebab dasarnya.
Pembahasan penyebab Chlorine Clockk dibahas dalam artikel lain. Anda dapat membacanya untuk menyesuaikan treatment yang tepat.
Intinya, “Chlorine Clock” bukanlah sebagai fenomena masalah tunggal dalam pemeliharaan kolam renang.
Sebaliknya, istilah ini mencakup berbagai masalah di mana masing-masing membutuhkan penyelidikan dan penanganan khusus.
Penutup
Ituh penjelasan tentang miskonsepsi perawatan kolam renang yang sering terjadi. Pastikan anda menghindari hal-hal ini.
Jika anda ragu, sewa profesiona untuk melaun perawatan untuk menghindari masalah yang lebih besar. Dimulti Pool sebagai kontraktor kolam renang professional siap membandu anda!
Teksnisi kami berpengalaman belasan tahun di bidang ini. Selain membangun, kami juga ahli dalam perawatan kolam renang.
Jika anda membutuhkan jasa Dimulti Pool, segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.











