Kelebihan dan Kekurangan Kolam Renang Beton dan Vinyl

Fakhri Adzhar

Kolam renang beton dan vinyl. Mana yang lebih baik?
Kolam renang beton dan vinyl. Mana yang lebih baik?

Saat ini proses finishing kolam renang yang paling populer di Indonesia adalah menggunakan mozaik ataupun keramik.

Tapi, jika anda mau menyesuaikan dengan kebutuhan, ada baiknya mempertimbangkan finishing beton dan lapisan vinyl.

Beton dan Vinyl ini punya kelebihan dan kekurangannya maisng-masing. Kembali lagi, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan.

Artikel ini akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan kolam renang beton dan vinyl tersebut. Semoga bisa bermanfaat buat anda ketika ingin membuat kolam renang.

Keunggulan Kolam Beton

Kolam renang beton adalah tipe material kolam renang standar. Anda pastinya sudha terbiasa dengan material kolam renang yang satu ini.

Kolam renang beton punya banyak kelebihan yang membuat bahan ini jadi standar pembuatan fasilitas tersebut. Berikut beberapa di antaranya:

1. Mudah Menyesuaikan Ukuran dan Bentu

Kemampuan untuk menyesuaikan ukuran dan bentuk apa pun di kolam adalah keuntungan nomor satu dari kolam beton.

Jika anda ignin membuat kolam renang dengan berbagai fasilitas, seperti fitur perairan atau mungkin kolam arus, maka kolam beton bisa menjadi solusi.

2. Daya tahan

Beton kolam renang juga sangat tahan lama. Anda tidak perlu khawatir lapisannya akan robek atau bocor. Yang prnting harus dilapisi dengan waterproof yang bagus.

Meskipun beton kokoh dan tahan lama, namun tidak akan bertahan selama lapisan gel pada kolam fiberglass atau lapisan tahan air mozaik dan keramik.

Kekurangan Kolam Beton

Meski punbya banyak kelebihan, tentunya ada juga kekurangan membuat kolam renang dengan dengan material beton. Berikut beberapa di antaranya:

1. Biaya Perawatan Tinggi

Kolam beton membutuhkan perawatan paling banyak dibandingkan semua jenis kolam renang. Konsultasikan dengan kontraktor kolam renang anda untuk membuat rencana pemeliharaan dan perbaikan yang ketat .

Pemeliharaan rutin harus dilakukan untuk menjaga ketahanan permukaan kolam. Beton sangat keropos, dan jika tidak dikelola dengan baik, beton akan cepat ternoda dan rusak.

Menguras kolam dan mencuci dengan asam adalah satu-satunya cara untuk menghilangkan noda tersebujika tidak mau lama kelamaan menjadi noda permanen.

Namun perlu diingat, pencucian dengan asam juga dapat mengikis dan merusak permukaan. Karena itu di satu momen anda harus melapisi kembali permukaan kolam.

2. Menggunakan Lebih Banyak Bahan Kimia

Chemical atau bahan kimia merupakan komponen penitng dari pemeliharaan kolam renang.

Pada kolam beton, penggunaan bahan kimia dengan komposisi yang tepat sangatlah penting. Jika tidak, kerusakan pada permukaan kolam akan terjadi. Perbaikan pun kembali dilakukan, biaya lagi-lagi keluar.

Di sisi lain, kolam beton memerlukan lebih banyak bahan kimia untuk pemeliharaan daripada jenis finishing kolam renang lainnya.

Beton secara alami meningkatkan alkalinitas (pH), yang memerlukan penambahan asam secara terus-menerus untuk menjaga keseimbangannya.

3. Permukaan Interior yang Abrasif

Pernahkah anda berenang di kolam beton dan merasakan kaki sangat kasar? Itu karena kolam beton memiliki dasar dan sisi abrasif.

Permukaan yang kasar dan keras pada beton membuat alat pembersih kolam bekerja lebih keras. Imbasnya, komponen pembersih kolam akan lebih cepat aus.

4. Waktu Instalasi Terlama

Pemasangan kolam beton bisa memakan waktu tiga kali lebih lama dari pemasangan jenis kolam renang lain. Proses ini sangat melelahkan dan tentunya membuat biaya makin membengkak.

Kelebihan Kolam Renang Vinyl Liner

Kolam renang vinyl memang tidak setenar kolam renang beton. Namun, anda bisa menjadikannya pilihan karena memiliki beberapa keunggulan berikut ini:

1. Biaya Awal Lebih Rendah

Secara umum, biaya finishing kolam renang dengan vinyl termasuk yang terendah, terutama jika anda ingin memiliki kolam inground.

2. Mudah Menyesuaikan Ukuran dan Bentuk

Sama seperti kolam betoon, finshing jenis ini juga sangat mungkin menyesuakian dengan bentuk dan ukuran kolam rennag karena bahan yang digunakan sangat lentur.

Kebanyakan produsen pelapis vinyl berbentuk persegi panjang, tapi saat ini sudah banyak bentuk yang ditawarkan produsen jenis ini.

Kekurangan Kolam Liner Vinyl

Satu-satunya kerugian dari memiliki kolam pelapis vinyl adalah perlu seringnya menggantinya. Dalam keadaan normal, rata-rata penggantian liner vinyl adalah sekitar 8-10 tahun, tergantung pada cara pemeliharaan kolam dan kondisi cuaca.

Selain itu, jika kandungan kimia air tidak dijaga pada tingkat yang ideal, lapisan akan menjadi keras, rapuh, dan kerutan akan terbentuk.

Kemudian jika kadar klorin tinggi, lapisan akan memutih sehingga menyebabkan hilangnya warna. Jika terkena sinar matahari langsung sepanjang hari, sudut-sudut di atas permukaan air dapat mengering dan juga memudar.

Kesimpulan

Itulah penjelasan tentang kelebihan dan kekurangan kolam renang beton dan vinyl. Jangan ragu berdiskusi dengan kami untuk menyesuaikan kebutuhan anda.

Dimulti Pool adalah kontraktor kolam renang berpengalaman dengan tim yang profesional. Hubungi kami jika anda mau membuat kolam renang impian!

Jika anda membutuhkan jasa Dimulti Pool, segera hubungi kami di Nomor WhatsApp 0811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Popular Post

obat kolam renang

Chemical

Mengenal Obat Kolam Renang: Jenis, Kegunaan, dan Harga

Kali ini kita akan membahas sesuatu yang masih berhubungan dengan kolam renang, yaitu obat kolam renang. Simak penjelasannya.

Cara Ampuh Mengatasi Air Kolam Renang Yang Berwarna Hijau

Panduan Perawatan

Cara Ampuh Mengatasi Air Kolam Renang Yang Berwarna Hijau

Air merupakan salah satu komponen yang terpenting dalam kolam renang. Tanpa adanya air, kolam renang tentu tidak akan bisa digunakan ...

Pengoperasian Filter Kolam Renang Yang Baik dan Benar

Panduan Pembuatan

Pengoperasian Filter Kolam Renang Yang Baik dan Benar

Baik atau tidaknya kualitas air pada suatu kolam renang tidak terlepas dari performa filter yang dipakai oleh kolam renang itu ...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.