{"id":7848,"date":"2025-08-27T07:02:49","date_gmt":"2025-08-27T07:02:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=7848"},"modified":"2025-12-31T07:32:49","modified_gmt":"2025-12-31T07:32:49","slug":"tekanan-air-di-filter-kolam-renang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/tekanan-air-di-filter-kolam-renang\/","title":{"rendered":"Tekanan Air di Filter Kolam Renang: Fungsi, Alat, dan Angka yang Ideal"},"content":{"rendered":"\n<p>Banyak pemilik kolam renang yang masih tidak mengndahkan kondisi tekanan air di filter kolam renang mereka. Padahal mengetahuinya bisa sangat bermanfaat terutama untuk keawetan <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/memahami-filter-kolam-renang\/\">filter kolam renang<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Alat yang digunakan sederhana. Cara membacanya pun sebenarnya sangat mudah. Selain itu, juga sangat minim perawatan. Namun, jika keberadaannya tidak dianggap, suatu saat bisa saja mengalami masalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini kami akan menjelaskan tentang tekanan air di filter kolam renang, mulai dari alat dan cara membacanya hingga bagaimana memperbaikinya kalau ada kerusakan.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/tekanan-air-di-filter-kolam-renang\/#Fungsi_Mengetahui_Tekanan_Air_di_Filter_Kolam_Renang\" >Fungsi Mengetahui Tekanan Air di Filter Kolam Renang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/tekanan-air-di-filter-kolam-renang\/#Alat_Pengukur_Tekanan_Air_Filter_Kolam_Renang\" >Alat Pengukur Tekanan Air Filter Kolam Renang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/tekanan-air-di-filter-kolam-renang\/#Angka_Tekanan_Air_di_Filter_yang_Ideal\" >Angka Tekanan Air di Filter yang Ideal<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/tekanan-air-di-filter-kolam-renang\/#1_Tekanan_Terlalu_Rendah\" >1. Tekanan Terlalu Rendah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/tekanan-air-di-filter-kolam-renang\/#2_Tekanan_Terlalu_Tinggi\" >2. Tekanan Terlalu Tinggi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/tekanan-air-di-filter-kolam-renang\/#3_Tekanan_Tidak_Stabil_atau_Naik_Turun\" >3. Tekanan Tidak Stabil atau Naik Turun<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/tekanan-air-di-filter-kolam-renang\/#Masalah_pada_Pressure_Gauge_Filter\" >Masalah pada Pressure Gauge Filter<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Mengetahui_Tekanan_Air_di_Filter_Kolam_Renang\"><\/span>Fungsi Mengetahui Tekanan Air di Filter Kolam Renang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Aliran air pasti berjalan dengan tekanan, termasuk ketika di dalam filter kolam renang. Mengetahui tekanan air di dalam filter ini sangat penting untuk memeriksa kondisi media di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada filter pasir, mengetahui tekanan air bisa menunjukkan kondisi media pasir di dalamnya. Bisa jadi terlalu kotor atau bahkan ada sumbatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalah ini jika dibiarkan bisa membuat masalah yang lebih besar. Misalnya terdapat rembesan dari multi valve filter kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Alat_Pengukur_Tekanan_Air_Filter_Kolam_Renang\"><\/span>Alat Pengukur Tekanan Air Filter Kolam Renang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Pertanyaannya, bagaimana kita mengetahui tekanan air di filter kolam renang? jawabannya adalah dengan membacanya pada alat yang bernama pressure gauge.<\/p>\n\n\n\n<p>Alat ini seperti pengukur tekanan lainnya. Memiliki angka yang biasanya kelipatan 5 antara 0 \u2013 60. Satuannya adalah psi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada banyak filter pasir yang dijual di Indonesia, alat ini diletakkan menempel di multi valve filter kolam renang. Namun banyak juga produsen yang membuatnya terpisah dengan multivalve.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Angka_Tekanan_Air_di_Filter_yang_Ideal\"><\/span>Angka Tekanan Air di Filter yang Ideal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Pengukur tekanan ini dipasang bukan Cuma sebagai pajangan, pasti ada maksudnya. Salah satunya adalah untuk menjaga tekanan di dalam filter tetap ideal.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengetahui tekanan air di dalam filter yang ideal, anda perlu mengetahui terlebih dahulu cara membacanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sudah disebutkan bahwa pressure gauge ini punya angka-angka yang biasanya kelipatan lima dengan satuan psi.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama filter digunakan, terutama ketika berada di mode dimana ir masuk ke dalam tabung filter, anda tinggal melihat ke angka berapa jarum penunjuknya berada.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk angka tekanan air di filter kolam renang yang ideal berada di angka 10 sampai 15 psi. Jika lebih atau kurang dari itu, bisa jadi terdapat masalah pada filter kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tekanan_Terlalu_Rendah\"><\/span>1. Tekanan Terlalu Rendah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika tekanan di bawah 10 psi, menunjukkan tidak adanya aliran di dalam filter kolam renang. Hal ini bisa menunjukkan bahwa terdapat sumbatan di jalur pemipaan yang mengarah ke filter.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda perlu memeriksa sistem pemipaan yang mengarah ke filter, misalnya di inlet, skimmer. Balancing tank dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Prosesnya memang cukup rumit. Karena itu, kami sarankan anda menggunakan jasa kontraktor kolam renang profesional dan berpengalaman seperti Dimulti Pool.<\/p>\n\n\n\n<p>Teknisi kami berpengalaman belasan tahun dalam perawatan kolam renang. Jadi, bisa dipastikan perbaikannya dilakukan dengan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Segera hubungi kami di Nomor\u00a0WhatsApp\u00a00811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tekanan_Terlalu_Tinggi\"><\/span>2. Tekanan Terlalu Tinggi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tekanan air di filter kolam renang yang terlalu tinggi bisa menunjukkan media pasir kotor. Hal ini membuatnya bekerja keras membersihkan kotoran yang masuk lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita bisa memperbaikinya dengan melakukan backwash dan rinse filter. Atau bisa juga dengan mengganti media pasir tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun jika sudah dilakukan dua perbaikan di atas tekanan masih tinggi, bisa jadi ada masalah pada pipa, katup, sambungan, atau komponen sirkulasi lainya yang berkaitan dengan filter.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ini yang terjadi, kembali lagi, kami sarankan untuk anda memanggil teknisi dari kontraktor kolam renang yang berpengalaman seperti Dimulti Pool.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tekanan_Tidak_Stabil_atau_Naik_Turun\"><\/span>3. Tekanan Tidak Stabil atau Naik Turun<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada kalanya tekanan air di filter kolam renang juga tidak stabil. Masalah ini biasanya dialami pemilik kolam renang skimmer.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyebab yang banyak kami temukan adalah karena kurangnya ketinggian air kolam renang. Ini akan membuat udara masuk ke sistem sirkulasi dan mempengaruhi aliran air di dalam tabung filter.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ini yang terjadi, tinggal tambahkan air kolam renan saja. Pastikan dilakukan secara perlahan supaya kondisi air kolam renang tidak berubah.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu kami tekankan, penambahan air menggunakan air kran\/sumur bisa membuat kolam renang menjadi kuning. Jika ini yang terjadi, anda perlu melakukan treatment lanjutan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masalah_pada_Pressure_Gauge_Filter\"><\/span>Masalah pada Pressure Gauge Filter<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Alat pengukur tekanan air di filter kolam renang atau pressure gauge ini sebenarnya cukup kokoh dan tidak mudah rusak, layaknya pengukur tekanan di berbagai kegunaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, bukan berarti bebas dari masalah. Yang sering ditemukan adalah sambungannya yang keropos hingga mengakibatkan pressure gauge lepas dari multi valve.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda harus mengganti pressure gauge tersebut jika ini yang terjadi. Sebelum alat pengukur tekanan tersebut sampai di tangan anda, anda perlu menutup lubang saluran yang ditinggalkan alat ini supaya air tidak keluar alias merembes.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda bisa menutupnya menggunakan sok drat luar atau menyumbatnya menggunakan kain yang cukup tebal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di sini kami akan menjelaskan tentang tekanan air di filter kolam renang, mulai dari alat dan cara membacanya hingga bagaimana memperbaikinya.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":7849,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[918],"tags":[790,283,1245,1018],"class_list":["post-7848","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-peralatan","tag-air","tag-filter","tag-pressure","tag-tekanan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7848","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7848"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7848\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7848"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7848"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7848"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}