{"id":7419,"date":"2025-07-10T02:26:00","date_gmt":"2025-07-10T02:26:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=7419"},"modified":"2025-07-08T05:29:14","modified_gmt":"2025-07-08T05:29:14","slug":"membuat-taman-belakang-rumah-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/","title":{"rendered":"Tips Membuat Taman Belakang Rumah Kecil Biar Nyaman dan Fungsional"},"content":{"rendered":"\n<p>Penempatan taman untuk rumah kecil nan minimalis salah satunya bisa di bagian belakang rumah. Di sini kita akan bagikan tips bagaimana membuat taman belakang rumah kecil yang nyaman dan fungsional.<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya taman ini sangat bermanfaat buat penghuni rumah minimalis. Dipadu dengan pembuatan yang tepat anda bisa memiliki ruang tambahan untuk berbagai kegiatan.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/#Kenapa_Rumah_Kecil_Harus_Bikin_Taman_Belakang\" >Kenapa Rumah Kecil Harus Bikin Taman Belakang?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/#1_Menambah_Ruang_Berkumpul\" >1. Menambah Ruang Berkumpul<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/#2_Rumah_Jadi_Lebih_Sehat\" >2. Rumah Jadi Lebih Sehat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/#3_Menambah_Keindahan\" >3. Menambah Keindahan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/#Aspek_Pembuatan_Taman_Belakang_Rumah\" >Aspek Pembuatan Taman Belakang Rumah<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/#1_Perencanaan_Tata_Ruang\" >1. Perencanaan Tata Ruang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/#2_Pemilihan_Tanaman\" >2. Pemilihan Tanaman<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/#3_Penataan_Hardscape\" >3. Penataan Hardscape<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/#4_Pencahayaan\" >4. Pencahayaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/#5_Pengolahan_dan_Irigasi\" >5. Pengolahan dan Irigasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/#6_Drainase_atau_Saluran_Air\" >6. Drainase atau Saluran Air<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/#Tips_Membuat_Taman_Belakang_Rumah_Kecil\" >Tips Membuat Taman Belakang Rumah Kecil<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/#1_Tentukan_Tujuan_Pembuatan_Taman\" >1. Tentukan Tujuan Pembuatan Taman<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/#2_Gunakan_Tanaman_yang_Mudah_Dirawat\" >2. Gunakan Tanaman yang Mudah Dirawat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-taman-belakang-rumah-kecil\/#3_Gunakan_Material_Daur_Ulang\" >3. Gunakan Material Daur Ulang<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kenapa_Rumah_Kecil_Harus_Bikin_Taman_Belakang\"><\/span>Kenapa Rumah Kecil Harus Bikin Taman Belakang?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada banyak alasan mengapa anda harus membuat taman belakang rumah kecil. Terutama mengingat bangunan rumah yang minimalis sehingga membutuhkan pendukung agar cantik dan fungsional.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa alasan yang bisa jadi salah satu pertimbangan untuk anda membuat taman belakang rumah kecil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menambah_Ruang_Berkumpul\"><\/span>1. Menambah Ruang Berkumpul<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Rumah kecil bisa membatasi aktivitas anda di dalam rumah. Ketimbang pergi jauh ke taman kota lebih baik anda membuat taman sendiri di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p>Anak-anak dijamin senang bermain di sini. Tapi yang terpenting waktu anda berkumpul bersama keluarga jadi lebih intim dan menyenangkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya taman belakang rumah juga membuat anda tidak bingung ketika ada tamu yang datang. Anda bisa menjadikan area ini tempat berkumpul untuk acara dengan para tamu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Rumah_Jadi_Lebih_Sehat\"><\/span>2. Rumah Jadi Lebih Sehat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sirkulasi rumah kecil biasanya hanya membawa oksigen dengan jumlah lebih sedikit ketimbang dengan rumah yang besar. Belum lagi jika banyak perabotan di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi anda membutuhkan udara segar setiap hari termasuk di rumah. Untuk itu adanya taman belakang rumah bisa mengakomodir hal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Oksigen sangat penting untuk kehidupan. Selain buat bernapas juga untuk memperlancar aliran darah sehingga anda tidak mudah pusing.<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya tanaman di belakang rumah yang menghasilkan oksigen setiap hari bisa mewujudkan rumah yang lebih sehat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menambah_Keindahan\"><\/span>3. Menambah Keindahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir tentu saja menambah keindahan. Anda memangnya tidak mau membuat rumah kecil tapi mewah?<\/p>\n\n\n\n<p>Yap, selain indah, adanya taman belakang rumah juga akan membuat rumah anda terlihat lebih mewah meski minimalis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aspek_Pembuatan_Taman_Belakang_Rumah\"><\/span>Aspek Pembuatan Taman Belakang Rumah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada banyak desain taman belakang rumah kecil yang bisa anda contoh. Begitu juga <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/konsep-rumah-tropis\/\">konsep rumah tropis<\/a> yang punya fasilitas ini. Namun yang paling penting adalah memperhatikan aspek pembuatan taman tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum masuk ke tips pembuatan taman belakang rumah kecil, ketahui terlebih dahulu apa saja aspek yang perlu diperhatikan ketika membuat taman belakang rumah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Perencanaan_Tata_Ruang\"><\/span>1. Perencanaan Tata Ruang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perencanaan tata ruang akan membuat langkah membuat taman belakang jadi sederhana dan mudah. \u200b\u200bDi sini anda akan menentukan&nbsp; perspektif atau kesan yang dapat dilihat oleh mata.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh penataan ruang adalah menempatkan tanaman atau bunga kecil di tempat yang agak jauh. Sementara tanaman yang warnanya mencolok dan cerah bisa diletakkan di tempat yang mudah terlihat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pemilihan_Tanaman\"><\/span>2. Pemilihan Tanaman<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Taman selalu identik dengan tanaman. Karena itu pemilihan tanaman yang tepat untuk taman belakang rumah harus diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam memilih tanaman, tanaman juga harus disesuaikan dengan lahan yang tersedia dan gaya atau desain taman yang diinginkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena ini adalah taman belakang rumah kecil, hindari penggunaan tanaman berukuran besar. Hal ini akan membuat ruang taman lebih sempit dan gelap.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Penataan_Hardscape\"><\/span>3. Penataan Hardscape<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Penataan hardscape juga dapat menyeimbangkan tampilan taman belakang. Sebagai contoh, penambahan elemen keras seperti kayu dan batu dapat menonjolkan karakter atau ciri khas taman itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian penggunaan batu atau bata dapat dimaksimalkan dengan membuat jalur atau area teras di taman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pencahayaan\"><\/span>4. Pencahayaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pemasangan lampu di taman belakang rumah kecil dapat memberikan kesan pencahayaan yang indah, terutama di malam hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Fokuskan cahaya pada beberapa spot yang ingin ditonjolkan seperti elemen air (air mancur), elemen patung, atau tanaman tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Pengolahan_dan_Irigasi\"><\/span>5. Pengolahan dan Irigasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Lakukan perawatan taman secara rutin dan teratur. Hal ini meliputi penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan atau pembersihan secara berkala dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda juga bisa mempertimbangkan penggunaan sistem pengairan otomatis untuk memudahkan proses perawatan taman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Drainase_atau_Saluran_Air\"><\/span>6. Drainase atau Saluran Air<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sistem drainase yang baik sangat penting untuk menghindari genangan air atau banjir yang dapat merusak taman.<\/p>\n\n\n\n<p>Perhatikan topografi taman belakang dengan seksama, perhatikan aliran air dan bagian mana saja yang mungkin terkena genangan air saat hujan.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda bisa memilih menggunakan saluran terbuka yang terlihat atau saluran tersembunyi yang tertanam di bawah permukaan tanah. Sesuaikan pilihan dengan desain keseluruhan taman belakang rumah kecil anda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Membuat_Taman_Belakang_Rumah_Kecil\"><\/span>Tips Membuat Taman Belakang Rumah Kecil<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Poin sebelumnya sudah mencakup beberapa tips membuat taman belakang rumah kecil. Di sini kita akan melengkapinya supaya taman anda semakin cantik dan fungsional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tentukan_Tujuan_Pembuatan_Taman\"><\/span>1. Tentukan Tujuan Pembuatan Taman<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Taman bisa dibuat untuk berbagai fungsi, mulai dari tempat bermain atau sekedar hiasan. Karena itu anda perlu menetapkan tujuan pembuatan taman tersebut supaya bisa menyesuaikan dengan material pembuatannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Gunakan_Tanaman_yang_Mudah_Dirawat\"><\/span>2. Gunakan Tanaman yang Mudah Dirawat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebaiknya gunakan tanaman yang mudah dirawat supaya anda malah tidak ribet saat punya taman belakang rumah kecil.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan sampai niat membuat taman untuk ruang meditasi malah membuat anda jadi pusing karena tanamannya pada mati.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanaman seperti lidah mertua, palem kuning, sirih gading, atau sukulen bisa jadi pilihan. Bisa juga menanam tanaman fungsional seperti rosemary, kemangi, atau daun mint yang bisa dipakai untuk kebutuhan dapur.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Gunakan_Material_Daur_Ulang\"><\/span>3. Gunakan Material Daur Ulang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak semua material yang digunakan untuk membuat taman belakang rumah kecil harus beli. Anda bisa lebih hemat biaya dan ramah lingkungan dengan menggunakan material daur ulang.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya anda bisa menggunakan kayu bekas untuk bangku taman, kaleng cat untuk pot tanaman atau rak besi tua sebagai penyangga pot gantung.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang jelas pastikan penggunaan material daur ulang ini cocok dengan desain keseluruhan taman belakang rumah kecil anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di sini kita akan bagikan tips bagaimana membuat taman belakang rumah kecil yang nyaman dan fungsional.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":7420,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[760],"tags":[779,762,147],"class_list":["post-7419","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-kecil","tag-rumah","tag-taman"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7419","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7419"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7419\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7420"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}