{"id":7338,"date":"2025-07-04T02:32:00","date_gmt":"2025-07-04T02:32:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=7338"},"modified":"2025-07-02T03:55:28","modified_gmt":"2025-07-02T03:55:28","slug":"menggunakan-kacamata-renang-minus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/menggunakan-kacamata-renang-minus\/","title":{"rendered":"Perlukah Menggunakan Kacamata Renang Minus? Ini Penjelasan dan Cara Memilih yang Sesuai"},"content":{"rendered":"\n<p>Masih banyak jadi pertanyaan apakah perlu menggunakan kacamata renang minus atau tidak saat berenang. Karena biasanya penderita masalah mata ini merasa kesulitan saat melihat di dalam air dengan kacamata.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita akan menjelaskannya di sini berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan berbagai badan kesehatan dunia.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_83 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/menggunakan-kacamata-renang-minus\/#Apakah_Perlu_Menggunakan_Kacamata_Renang_Minus\" >Apakah Perlu Menggunakan Kacamata Renang Minus?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/menggunakan-kacamata-renang-minus\/#Bagaimana_dengan_Lensa_Kontak\" >Bagaimana dengan Lensa Kontak?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/menggunakan-kacamata-renang-minus\/#Perbedaan_Kacamata_Renang_Minus_dan_Normal\" >Perbedaan Kacamata Renang Minus dan Normal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/menggunakan-kacamata-renang-minus\/#Cara_Menentukan_Lensa_Kacamata_Renang_Minus\" >Cara Menentukan Lensa Kacamata Renang Minus<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/menggunakan-kacamata-renang-minus\/#1_Memahami_Resep_Dokter_Mata\" >1. Memahami Resep Dokter Mata<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/menggunakan-kacamata-renang-minus\/#2_Menghitung_Kekuatan_LensaDioptri\" >2. Menghitung Kekuatan Lensa\/Dioptri<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/menggunakan-kacamata-renang-minus\/#Tips_Memilih_Kacamata_Renang_Minus\" >Tips Memilih Kacamata Renang Minus<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/menggunakan-kacamata-renang-minus\/#1_Jangan_Ada_Kebocoran\" >1. Jangan Ada Kebocoran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/menggunakan-kacamata-renang-minus\/#2_Kenyamanan_dengan_Tidak_Terlalu_Ketat\" >2. Kenyamanan dengan Tidak Terlalu Ketat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/menggunakan-kacamata-renang-minus\/#3_Bidang_Pandang_yang_Luas\" >3. Bidang Pandang yang Luas<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Perlu_Menggunakan_Kacamata_Renang_Minus\"><\/span>Apakah Perlu Menggunakan Kacamata Renang Minus?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Cahaya yang masuk harus tepat jatuh di lensa mata dan kornea agar gambar tersebut bisa difokuskan oleh retina. Ini adalah penglihatan mata normal.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang jadi masalah di dalam air cahaya ini akan mendapatkan gangguan. Jadi mata normal sekalipun akan memburam ketika melihat di dalam air. Sudah buat penderita mata minus akan jauh lebih sengsara.<\/p>\n\n\n\n<p>Fungsi kacamata renang adalah untuk memastikan anda bisa melihat dengan jelas di dalam air. Prinsip ini juga sama diterapkan pada kacamata renang minus.<\/p>\n\n\n\n<p>Penderita mata minus butuh kacamata khusus untuk melihat di daratan. Dengan kondisi bawah air yang lebih buram maka perlu juga kacamata renang khusus agar bisa melihat dengan jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi pada intinya adalah jika anda yang menderita mata minus ingin melihat dengan jelas di dalam air butuh kacamata renang minus.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_dengan_Lensa_Kontak\"><\/span>Bagaimana dengan Lensa Kontak?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Penggunaan contact lens atau lensa kontak dengan lensa minus tidak disarankan. Hal ini seperti diungkapkan oleh berbagai badan kesehatan dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini karena lensa kontak tidak bisa melindungi mata dari masuknya air. Hanya bagian korneanya saja yang ditutupi oleh alat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalahnya air mengandung banyak bahan kimia <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengenal-obat-kolam-renang\/\">obat kolam renang<\/a>. Belum lagi kotoran yang masuk ketika banyak pengguna kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahan-bahan ini bisa merusak kekuatan lensa kontak bahkan bisa jadi tempat pertumbuhan bakteri. Bakteri ini yang akan membuat mata anda jadi merah, iritasi dan bahaya lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini berlaku bukan hanya untuk orang yang menderita mata minus. Namun juga yang masih memiliki mata normal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Kacamata_Renang_Minus_dan_Normal\"><\/span>Perbedaan Kacamata Renang Minus dan Normal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Perbedaan utama antara kacamata renang minus dan normal tentu saja pada lensanya. Lensa kacamata renang normal tidak menggunakan kacamata cekung atau cembung dengan kekuatan dioptri tertentu. Hanya kaca biasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara kacamata renang minus membutuhkan lensa khusus sesuai dengan tingkat keparahan masalah mata yang dialami penggunanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaan lainnya adalah anda bisa membeli kacamata renang normal dimanapun dan menyesuaikan dengan kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara kacamata renang minus membutuhkan resep dokter untuk menggunakan kekuatan lensa yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menentukan_Lensa_Kacamata_Renang_Minus\"><\/span>Cara Menentukan Lensa Kacamata Renang Minus<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Jika tempat praktek dokter mata anda juga menyediakan kacamata renang minus anda tinggal memberikan resep dokternya saja lalu mereka akan menyesuaikan dengan kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi kalau anda hanya diberikan resep dokter, anda perlu memahami bagaimana menentukan kekuatan dioptri lensa kacamata renang minus yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini penjelasan bagaimana menentukannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Memahami_Resep_Dokter_Mata\"><\/span>1. Memahami Resep Dokter Mata<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Yang pertama pastinya anda perlu memahami resep dokter. Ini sebenarnya juga akan dijelaskan oleh dokter mata anda. Tapi kalau lupa bisa mengikuti panduan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam resp tersebut biasanya dokter mata akan mencantumkan tiga nilai yang mengindikasikan kondisi bola mata anda. Ketiganya adalah SPH, CYL dan Axis.<\/p>\n\n\n\n<p>SPH adalah nilai yang mengindikasikan seberapa sulit anda melihat jarak jauh atau dekat. Ini juga yang disebut dengan nilai minus atau plus pada mata.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara CYL mengindikasikan bagaimana bentuk bola mata anda. Bentuk bola mata yang baik adalah yang bulat. Jika agak lonjong akan terjadi masalah penglihatan yang biasa kita kenal dengan silinder.<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir axis adalah angka yang sesuai dengan CYL. Angka ini seperti arah pada peta, yang memberi tahu kita di mana harus memberikan koreksi khusus pada lensa untuk memperjelas penglihatan anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menghitung_Kekuatan_LensaDioptri\"><\/span>2. Menghitung Kekuatan Lensa\/Dioptri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika sudah memahaminya tinggal kita hitung berapa kekuatan dioptri lensa kacamata renang minus anda. Yang perlu jadi pastikan anda hanya pada nilai SPH dan CYL nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang perlu diperhatikan juga adalah bisa jadi nilai-nilai ini berbeda antara mata kiri dan mata kanan anda. Ini membutuhkan penyesuaian yang akan dijelaskan selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita berikan contoh misalnya nilai SPH mata anda adalah -3,00 dan nilai CYL anda -1,00. Untuk memilih lensanya anda perlu menambahkan setengah nilai CYL dengan Nilai SPH. Dari contoh di atas berarti kekuatan dioptri lensa yang anda butuhkan adalah -3,00 + -0,50 = -3,50.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi ini belum selesai. Kebanyakan kacamata minus menggunakan kelipatan 1. Anda perlu membulatkan ke bawah untuk menghindari koreksi penglihatan yang berlebihan. Jadi kekuatan lensa yang anda butuhkan adalah -3,00.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan khawatir karena memilih kekuatan diopter yang lemah. Ini karena selama berenang, air membiaskan cahaya sedemikian rupa sehingga sedikit memperbaiki penglihatan orang dengan mata minus.<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah selanjutnya adalah, seperti dijelaskan tadi, bisa jadi minus mata kiri dan kanan anda berbeda. Dalam resep dokter menuliskan &#8220;oculus dexter&#8221; (OD) untuk mata kanan dan &#8220;oculus sinister&#8221; (OS) untuk mata kiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau hasil perhitungan kekuatan lensa antara mata kanan dan kiri berbeda, yang perlu dilakukan adalah anda memilih yang paling kuat. Ingat, ini adalah angka minus. Angka yang paling kuat (atau besar) adalah angka yang kecil.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya -3,00 dari perhitungan tadi adalah mata kiri anda. Sementara mata kanan anda nilainya -2,00. Maka angka yang paling kuat adalah -2,00. Jadi pilih lensa kacamata renang minus dengan kekuatan diopter -2,00.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Memilih_Kacamata_Renang_Minus\"><\/span>Tips Memilih Kacamata Renang Minus<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Selain sudah pasti kekuatan lensa diopternya harus pas dengan masalah mata anda, anda juga harus memilih kacamata yang nyaman digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa hal yang bisa anda jadikan pertimbangan ketika memilih kacamata renang minus selain dari kekuatan lensa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Jangan_Ada_Kebocoran\"><\/span>1. Jangan Ada Kebocoran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan segel kacamata renang anda bagus dan tidak mengalami kebocoran. Untuk mengujinya memang lebih baik langsung mencobanya di dalam kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi walaupun ada air yang masuk ke dalam kacamata bukan berarti kacamata renang itu jelek. Bisa jadi ukuran yang anda pilih salah atau modelnya tidak pas dengan struktur tulang muka\/kepala anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk orang dengan mata normal mungkin tidak jadi masalah. Mereka masih bisa menahan mata tetap terbuka meskipun sedikit demi sedikit air masuk ke dalam air.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi untuk orang dengan mata minus bisa jadi masalah besar. Cahaya yang masuk ke mata akan terdistraksi lagi oleh air. Ini akan membuat pemandangan semakin buruk.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu disarankan juga bagi pemilik mata minus dan masalah mata lainnya untuk datang langsung ke toko perlengkapan renang dan memilih yang kacamata yang pas. Jangan beli online!<\/p>\n\n\n\n<p>Satu lagi. Pangkal hidung juga bisa jadi tempat kebocoran kacamata renang. Jadi usahakan memilih kacamata yang dilengkapi dengan pangkal hidung yang dapat disesuaikan atau diganti.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kenyamanan_dengan_Tidak_Terlalu_Ketat\"><\/span>2. Kenyamanan dengan Tidak Terlalu Ketat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tips selanjutnya bukan cuma untuk memilih kacamata renang minus tapi kacamata renang biasa. Kenyamanan adalah hal yang utama. Faktor yang paling berpengaruh adalah tekanan tali kacamata.<\/p>\n\n\n\n<p>Tali harus pas tetapi tidak terlalu ketat. Jika meninggalkan bekas di kulit anda berarti tali terlalu ketat. Sebaliknya, jika kacamata mudah lepas, berarti tali terlalu longgar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Bidang_Pandang_yang_Luas\"><\/span>3. Bidang Pandang yang Luas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Memilih kacamata renang yang pas juga akan mempengaruhi bidang pandang anda. Jika sudah sesuai dengan wajah anda biasanya bidang pandang akan lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini penting supaya pandangan di dalam air tidak terhalang. Sekali lagi, mungkin mata normal tidak jadi masalah. Tapi akan sangat menyulitkan buat penderita mata minus atau kelainan mata lainnya.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masih banyak jadi pertanyaan apakah perlu menggunakan kacamata renang minus atau tidak saat berenang. Kita bahas di sini. <\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":7339,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[247],"tags":[1002,1150],"class_list":["post-7338","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-literasi","tag-kacamata","tag-minus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7338"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7338\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}