{"id":7247,"date":"2025-06-26T06:28:00","date_gmt":"2025-06-26T06:28:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=7247"},"modified":"2025-06-24T07:00:39","modified_gmt":"2025-06-24T07:00:39","slug":"teknik-renang-gaya-punggung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/teknik-renang-gaya-punggung\/","title":{"rendered":"Cara Melakukan Teknik Renang Gaya Punggung yang Benar"},"content":{"rendered":"\n<p>Renang gaya punggung bisa disebut sebagai salah satu jenis gaya renang intermediate. Mempelajari gerakannya dikatakan tidak sesulit gaya kupu-kupu namun lebih susah dari gaya bebas atau gaya dada.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun tentu saja hal tersebut bersifat subjektif. Daripada berpatokan pada penilaian tersebut lebih baik kita mempelajari teknik renang gaya punggung yang benar.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena selain bisa membuat kita lebih mahir, teknik renang gaya punggung juga bagus untuk memperbaiki postur tubuh.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_83 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/teknik-renang-gaya-punggung\/#Elemen_Teknik_Renang_Gaya_Punggung\" >Elemen Teknik Renang Gaya Punggung<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/teknik-renang-gaya-punggung\/#1_Posisi_Tubuh\" >1. Posisi Tubuh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/teknik-renang-gaya-punggung\/#2_Gerakan_Tangan\" >2. Gerakan Tangan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/teknik-renang-gaya-punggung\/#3_Tendangan_atau_Gerakan_Kaki\" >3. Tendangan atau Gerakan Kaki<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/teknik-renang-gaya-punggung\/#4_Rotasi_Tubuh\" >4. Rotasi Tubuh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/teknik-renang-gaya-punggung\/#5_Renang_Gaya_Bawah_Air\" >5. Renang Gaya Bawah Air<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/teknik-renang-gaya-punggung\/#6_Pernapasan\" >6. Pernapasan<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Elemen_Teknik_Renang_Gaya_Punggung\"><\/span>Elemen Teknik Renang Gaya Punggung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Anda bisa langsung datang ke pusat pelatihan renang untuk mempelajarinya. Namun sebagai awalan anda bisa membaca artikel ini terlebih dahulu untuk memahami bagaimana teknik renang gaya punggung yang benar.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang perlu ditekankan adalah anda perlu melatih teknik renang gaya punggung sesering mungkin untuk mencapai tingkat mahir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Posisi_Tubuh\"><\/span>1. Posisi Tubuh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Yang pertama perlu anda latih adalah posisi tubuh. Ketika tubuh terlentang di permukaan air usahakan kepala dan pinggul sejajar. Pun begitu dengan kaki anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara paling mudah untuk memastikan posisi tubuh yang lurus adalah coba lihat jari kaki anda di posisi tersebut. Jika terlihat ada lekukan di perut atau pinggul anda ini berarti belum sempurna.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau pinggul anda turun ini bisa memperlambat renang anda. Jadi sekali lagi, pastikan anda terus berlatih posisi tubuh yang benar.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika sudah bisa, untuk melatih tubuh tetap konsisten di posisinya, bisa dengan berenang sambil meletakkan botol berisi air di kepala anda. Jika botol tersebut tidak jatuh, berarti posisi tubuh anda sudah benar.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula (dan ini wajar) adalah takut kalau kepalanya masuk ke air dan membuat mulut serta hidung kemasukan air. Karena itu mereka lalu mengangkat kepala terlalu tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Gerakan_Tangan\"><\/span>2. Gerakan Tangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Gerakan tangan dalam renang gaya punggung biasa disebut juga dengan tarikan. Ini karena anda perlu menarik lengan ke atas sebelum menghempaskannya kembali ke dalam air.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedengarannya mudah. Namun jika salah tekniknya bisa membuat tubuh anda tidak stabil dan gerakan malah berantakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk melakukan tarikan tangan ini anda perlu memastikan lengan tetap lurus. Selanjutnya angkat lengan keluar dari air dan putar perlahan-lahan sehingga kelingking masuk terlebih dahulu saat lengan mencapai air lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat mengangkat lengan, putar tubuh menjauh dari lengan yang diangkat sehingga bahu keluar dari air.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat tangan kembali masuk ke air putar tubuh ke arah lengan tersebut untuk mengurangi hambatan yang disebabkan oleh bahu.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika tangan masuk ke air, pastikan jari kelingking terlebih dahulu yang masuk. Ini akan jadi kunci putaran tangan yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesalahan yang sering dilakukan adalah posisi lengan tidak lurus. Ini akan menyebabkan anda kehilangan keseimbangan dan memperlambat gerakan lengan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tendangan_atau_Gerakan_Kaki\"><\/span>3. Tendangan atau Gerakan Kaki<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Gerakan kaki dalam renang gaya punggung biasa disebut juga tendangan. Gerakan tendangan ini sama dengan renang gaya bebas yang disebut flutter.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda perlu melakukan tendangan pendek dan cepat serta jari-jari kaki harus mengarah ke depan. Selain itu jarak antar kaki ketika melakukan tendangan juga tidak boleh terlalu lebar.<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin kecil dan cepat tendangan, semakin cepat anda akan melaju.<\/p>\n\n\n\n<p>Satu hal yang sering orang salah lakukan adalah menempatkan otot lutut sebagai tumpuan ketika melakukan tendangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal dalam gerakan ini anda perlu memfokuskan gerakan pada otot pinggul. Jadi kaki anda akan lurus. Meski menekuk sedikit lutut juga tidak jadi masalah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Rotasi_Tubuh\"><\/span>4. Rotasi Tubuh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tadi sudah sedikit dijelaskan bagaimana posisi tubuh ketika anda melakukan gerakan tangan atau tarikan. Nah, gerakan tersebut akan sangat berhubungan pada rotasi tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Rotasi tubuh yang tepat saat melakukan gerakan tersebut tergantung dari bagaimana kekuatan tendangan kaki anda. Kalau cukup kuat anda bisa memfokuskan menggunakan pinggul ketika melakukan rotasi tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun jika kekuatan tendangan kaki anda lemah bisa memfokuskan otot bahu ketika melakukan rotasi tersebut. Dengan begitu anda tidak akan kehilangan kecepatan renang.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak orang yang baru belajar renang melakukan kesalahan dengan membiarkan posisi tubuh tetap lurus saat melakukan renang gaya punggung.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal justru ini akan memperlambat gerakan dan membuat bahu anda bekerja lebih keras. Sudah pasti ini akan membuat anda lebih cepat pegal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Renang_Gaya_Bawah_Air\"><\/span>5. Renang Gaya Bawah Air<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika baru mencoba pertama kali renang gaya punggung mungkin anda bisa mengandalkan dinding kolam renang untuk melontarkan tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun jika sudah ahli atau dalam perlombaan, atlet harus melompat dari pinggir kolam renang atau blok start.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika melompat otomatis tubuh akan terbenam terlebih dahulu di dalam air. Nah disinilah pentingnya belajar renang gaya bawah air untuk gaya punggung.<\/p>\n\n\n\n<p>Gerakan ini dikenal juga dengan nama streamline. Untuk melakukannya anda perlu menyusun kedua tangan di atas satu sama lain dan kencangkan bisep&nbsp; di dekat telinga.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian lakukan tendangan kaki lumba-lumba seperti dalam <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/teknik-renang-gaya-kupu-kupu\/\">teknik renang gaya kupu-kupu<\/a>. Pastikan kekuatan tendangannya sama saat ke atas dan ke bawah untuk mendapatkan momentum yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini diperlukan karena gerakan ini merupakan awal sebelum anda melakukan renang gaya punggung. Kalau tidak dilakukan dengan benar anda bisa kehilangan kecepatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Pernapasan\"><\/span>6. Pernapasan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Teknik pernapasan renang gaya punggung banyak yang bilang paling mudah dipelajari. Ini karena anda tidak perlu mengeluarkan kepala dari air karena memang mulut dan hidung anda seharusnya selalu ada di atas permukaan air.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau anda sudah benar melakukan semuanya, teknik pernapasan ini cukup mudah. Intinya anda hanya perlu bernapas seperti biasanya. Teknik pernapasan seperti olahraga lari dikatakan yang paling mirip dengan renang gaya kupu-kupu ini.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daripada berpatokan pada penilaian tersebut lebih baik kita mempelajari teknik renang gaya punggung yang benar.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":7248,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[760],"tags":[1132,810,1111],"class_list":["post-7247","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-punggung","tag-renang","tag-teknik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7247","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7247"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7247\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7248"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7247"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7247"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7247"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}