{"id":7208,"date":"2025-06-22T09:33:00","date_gmt":"2025-06-22T09:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=7208"},"modified":"2025-06-20T06:46:03","modified_gmt":"2025-06-20T06:46:03","slug":"sejarah-renang-gaya-kupu-kupu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/sejarah-renang-gaya-kupu-kupu\/","title":{"rendered":"Dimulti Literasi: Begini Sejarah Renang Gaya Kupu-Kupu, Bentuk Pengembangan Gaya Dada"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejarah renang gaya kupu-kupu tidak terlepas dari eratnya dengan hubungan gaya renang lain, yaitu gaya dada. Adanya renang gaya kupu-kupu ini jadi revolusi renang gaya dada yang dinilai terlalu lamban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Renang gaya kupu-kupu sendiri dianggap banyak orang merupakan gaya renang yang paling sulit dipelajari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di kurikulum pendidikan pun biasanya renang gaya ini dipelajari paling akhir usai gaya dada, gaya bebas dan gaya punggung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini tidak mengherankan karena renang gaya kupu-kupu dianggap gaya renang yang paling efisien dan cepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kecepatan yang dicapai dalam renang gaya kupu-kupu dinilai lebih cepat daripada gaya bebas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gerakan tarikan dengan dua lengan memiliki daya dorong yang besar. Bila dikombinasikan dengan hentakan tendangan, lebih cepat daripada tarikan dengan satu lengan dalam gaya bebas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam perkembangan sejarahnya, bahkan renang gaya ini sempat dilarang digunakan. Berikut sejarah renang gaya kupu-kupu selengkapnya.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_84 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/sejarah-renang-gaya-kupu-kupu\/#Sejarah_Renang_Gaya_Kupu-Kupu_Awal\" >Sejarah Renang Gaya Kupu-Kupu Awal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/sejarah-renang-gaya-kupu-kupu\/#Pelopor_Renang_Gaya_Kupu-Kupu_Modern\" >Pelopor Renang Gaya Kupu-Kupu Modern<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/sejarah-renang-gaya-kupu-kupu\/#Mengubah_Aturan_Renang_di_Kejuaraan_Dunia_dan_Olimpiade\" >Mengubah Aturan Renang di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Renang_Gaya_Kupu-Kupu_Awal\"><\/span>Sejarah Renang Gaya Kupu-Kupu Awal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak ada satu orang pun yang diakui sebagai pencetus gaya ini. Gaya ini dikaitkan dengan banyak orang yang semuanya mencoba berenang lebih cepat dibanding dengan gaya dada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun secara resmi, International Swimming Hall of Fame mengakui Sydney Cavill dari Australia yang lahir tahun 1881 sebagai pencetus gaya ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sydney merupakan anak keempat dari 9 bersaudara yang semuanya adalah juara lomba renang. Ayah mereka, Fred, adalah seorang Mantan Angkatan Laut yang dijuluki \u201cProfesor\u201d karena berbagai aksi gilanya di perairan saat itu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun karena informasi di zaman itu tidak secepat sekarang, tidak ada literatur yang menjelaskan bagaimana Sydney mengembangkan gerakan lengan gaya kupu-kupu tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya pada akhir tahun 1933, Atlet asal Amerika Serikat, Henry Myers berenang dengan gaya dada dan kupu-kupu di Brooklyn Central YMCA, sebuah kejuaraan nasional renang AS.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia dikatakan sebagai orang pertama yang menggunakan lengan gaya kupu-kupu untuk perlombaan gaya dada. Hal tersebut kemudian membingungkan petugas dan peserta dalam lomba medley sejauh 150 yard tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya David Armbruster, seorang pelatih renang di Universitas Iowa, merumuskan metode untuk gerakan lengan gaya kupu-kupu. Ia membawa lengan keluar dari air saat berenang gaya dada pada tahun 1934.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahun 1935, seorang perenang dari Universitas Iowa yang juga mahasiswa Armbruster, Jack Sieg , mengembangkan teknik menendang gaya kupu-kupu. Ini merupakan versi awal dari gerakan tendangan lumba-lumba gaya kupu-kupu saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Armbruster dan Sieg kemudian bersama-sama menemukan bahwa kombinasi gerakan lengan dan tendangan tersebut menghasilkan renang yang lebih cepat dan lebih ramping.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut catatan lain, fisikawan Volney C. Wilson dianggap sebagai penemu gaya awal tendangan kupu-kupu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam buku Richard Rhodes berjudul The Making of the Atom Bomb , Wilson yang merupakan bagian dari Manhattan Project digambarkan sedang mengamati dengan seksama cara ikan berenang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia lalu menggunakan gerakan tendangan yang meniru gerakan bergelombang ini pada Olimpiade 1938 pada kategori renang gaya dada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, ia didiskualifikasi karena campuran gaya dada dan gaya kupu-kupu ini tidak sah menurut <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/daftar-peraturan-renang\/\">peraturan renang<\/a> dari FINA.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya di tahun 1952 FINA memutuskan untuk membagi gaya dada dan gaya kupu-kupu menjadi kategori lomba tersendiri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pelopor_Renang_Gaya_Kupu-Kupu_Modern\"><\/span>Pelopor Renang Gaya Kupu-Kupu Modern<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sama seperti penemuan lainnya, penggunaan gaya kupu-kupu pertama kali tidak seperti yang dilihat sekarang. Masih banyak kombinasi gerakan lengan dan kaki yang berbeda yang digunakan para atlet.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara renang gaya kupu-kupu yang kita saksikan saat ini dipelopori oleh orang yang berbeda dari catatan sejarah renang gaya kupu-kupu sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun bukan orang pertama yang menggunakan gaya kupu-kupu dan gaya dada campuran, Jiro Nagasawa dari Jepang dianggap sebagai penemu gaya kupu-kupu modern.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kisah Nagasawa ini cukup unik. Pada Olimpiade Helsinki 1952, ia berada di urutan keenam pada gaya dada 200 m karena radang sendi di kedua lututnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena perjuangannya melawan radang sendi, ia mengubah tendangan gaya dada menjadi tendangan lumba-lumba yang jauh lebih kuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Usahanya tidak sia-sia, bahkan berbuah hasil yang jauh lebih besar. Pada Olimpiade tahun 1956, Nagasawa mencetak lima rekor dunia pada gaya kupu-kupu 200 m dan 220 m.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga dianggap sebagai orang yang memperkenalkan gaya ini ke Jepang dan Asia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengubah_Aturan_Renang_di_Kejuaraan_Dunia_dan_Olimpiade\"><\/span>Mengubah Aturan Renang di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gaya kupu-kupu formal sendiri pertama kali dipertandingkan di Olimpiade 1956 di Melbourne. Saat itu dipertandingkan nomor gaya kupu-kupu 200m putra dan nomor gaya kupu-kupu 100 m putri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum gaya kupu-kupu menjadi gaya renang yang disahkan FINA, perlombaan Individual Medley atau hanya memiliki tiga gaya renang dan hanya tiga atau enam panjang kolam. Pada saat itu, perlombaan ini dikenal sebagai &#8220;three-stroke medley&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">IM sendiri adalah jenis perlombaan renang di mana atlet melakukan beberapa gaya renang dalam satu waktu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahun 1950-an, gaya kupu-kupu ditambahkan ke perlombaan IM sehingga mengubah nomor perlombaan menjadi perlombaan IM 200 dan 400 meter modern.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika FINA pertama kali memasukkan gaya renang, para pria berenang pada gaya kupu-kupu 200 meter sementara para wanita berenang pada gaya kupu-kupu 100 meter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, baik pria maupun wanita berenang pada gaya kupu-kupu 50 meter, 100 meter, dan 200 meter di berbagai kejuaraan di seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun jarak renang 50 meter saat ini tidak masuk dalam kategori yang diperlombakan di Olimpiade.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah renang gaya kupu-kupu tidak terlepas dari eratnya dengan hubungan gaya renang lain, yaitu gaya dada. Ini penjelasannya.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":7209,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[247],"tags":[1123,810,751],"class_list":["post-7208","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-literasi","tag-kupu-kupu","tag-renang","tag-sejarah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7208","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7208"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7208\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7208"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7208"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7208"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}