{"id":7202,"date":"2025-06-21T06:34:00","date_gmt":"2025-06-21T06:34:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=7202"},"modified":"2025-06-20T03:36:49","modified_gmt":"2025-06-20T03:36:49","slug":"telinga-kemasukan-air-saat-berenang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/telinga-kemasukan-air-saat-berenang\/","title":{"rendered":"Telinga Kemasukan Air Saat Berenang? Ini Bahayanya dan Begini Cara Mengeluarkan yang Aman"},"content":{"rendered":"\n<p>Peristiwa telinga kemasukan air saat berenang jadi salah satu yang paling sering terjadi. Ini akan membuat tidak nyaman saat berenang.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu jika dibiarkan juga bisa menyebabkan sakit pada telinga anda. Jadi memang lebih baik dikeluarkan segera.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi masalahnya mengeluarkan air dari telinga tidak cukup dengan memiringkan kepala. Banyak orang yang tidak sabar akhirnya memasukkan <em>cotton bud<\/em> atau semacamnya padahal ini membahayakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini kita akan bahas cara bagaimana mengeluarkan air dari telinga yang aman.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/telinga-kemasukan-air-saat-berenang\/#Mengapa_Air_Kolam_Renang_Bisa_Terperangkap_di_Telinga\" >Mengapa Air Kolam Renang Bisa Terperangkap di Telinga?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/telinga-kemasukan-air-saat-berenang\/#Bahaya_Air_Terlalu_Lama_di_Dalam_Telinga\" >Bahaya Air Terlalu Lama di Dalam Telinga<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/telinga-kemasukan-air-saat-berenang\/#1_Tidak_Nyaman_dan_Pendengaran_Berkurang\" >1. Tidak Nyaman dan Pendengaran Berkurang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/telinga-kemasukan-air-saat-berenang\/#2_Bahaya_Klorin\" >2. Bahaya Klorin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/telinga-kemasukan-air-saat-berenang\/#3_Bahaya_Kelembaban\" >3. Bahaya Kelembaban<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/telinga-kemasukan-air-saat-berenang\/#Mengatasi_Telinga_Kemasukan_Air_Saat_Berenang\" >Mengatasi Telinga Kemasukan Air Saat Berenang<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Air_Kolam_Renang_Bisa_Terperangkap_di_Telinga\"><\/span>Mengapa Air Kolam Renang Bisa Terperangkap di Telinga?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti dijelaskan di atas, memiringkan kepala tidak cukup untuk mengeluarkan air dari telinga. Kadang kita juga sampai melompat-lompat untuk mengeluarkannya dan itu pun tetap butuh waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas kenapa air di dalam telinga bisa terperangkap seperti itu? Jawabannya adalah karena bentuk saluran telinga manusia itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Saluran telinga ini yang menghubungkan antara telinga bagian luar dengan gendang telinga. Gendang telinga lah yang membuat kita bisa mendengar.<\/p>\n\n\n\n<p>Saluran ini punya bentuk yang melengkung seperti huruf S. Meski sebenarnya setiap orang juga berbeda-beda. Namun secara umum melengkung.<\/p>\n\n\n\n<p>Lengkungan ini yang membuat air tertahan di dalam saluran tersebut. Ketika kita memiringkan kepala air mungkin akan sedikit keluar. Namun posisi kepala kita benar-benar harus pas agar air bisa keluar semuanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu beberapa orang juga dilahirkan dengan saluran telinga yang kecil. Ini juga akan menyulitkan untuk mengeluarkan air dari telinga.<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir mengapa air terperangkap dalam telinga adalah menumpuknya kotoran. Tapi perlu digaris bawahi bahwa kotoran ini sebenarnya bermanfaat untuk menjaga pH telinga tetap asam.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu telinga sebenarnya punya mekanisme sendiri untuk membersihkan kotoran. Kotoran yang menumpuk ini biasanya karena anda beraktivitas di tempat yang berdebu atau kotor. Kalau seperti ini memang perlu dibantu untuk mengeluarkan kotoran telinga.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bahaya_Air_Terlalu_Lama_di_Dalam_Telinga\"><\/span><strong>B<\/strong>ahaya Air Terlalu Lama di Dalam Telinga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam beberapa waktu, air kolam di dalam telinga sebenarnya tidak masalah. Namun anda perlu segera mengeluarkannya karena ada resiko kesehatan yang bisa terjadi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tidak_Nyaman_dan_Pendengaran_Berkurang\"><\/span>1. Tidak Nyaman dan Pendengaran Berkurang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tahap pertama ketika telinga kemasukan air kolam renang yang anda rasakan adalahtidak nyaman. Selain itu pendengaran anda dipastikan berkurang.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini karena suara akan terhambat karena adanya air. Pendengaran sendiri sangat penting ketika kita melatih gerakan renang. Pendengaran yang berkurang akan merusak ritme koordinasi gerak tubuh di dalam air.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Bahaya_Klorin\"><\/span>2. Bahaya Klorin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Klorin dalam <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/penjelasan-kaporit-kolam-renang\/\">kaporit kolam renang<\/a> yang digunakan bertugas mencegah pertumbuhan bakteri. Seperti dijelaskan tadi, kotoran kolam renang sendiri punya peran penting untuk telinga.<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya klorin bisa membunuh kotoran baik ini (jika tidak terlalu banyak). Akibatnya pH telinga anda akan jadi basa dan bisa membuat telinga anda iritasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Masih banyak lagi akibat kesehatan kalau anda terkena klorin di batas yang berlebihan. Misalnya gatal-gatal, pembengkakan bahkan bisa mengakibatkan kehilangan pendengaran akibat gendang telinga rusak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Bahaya_Kelembaban\"><\/span>3. Bahaya Kelembaban<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Air kolam renang di dalam telinga memang punya kandungan klorin. Namun jumlahnya tidak banyak seperti di kolam renang itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika klorin yang ada di dalam air kolam renang di dalam telinga anda sudah tidak aktif, masalah lain bisa muncul yaitu kelembaban.<\/p>\n\n\n\n<p>Telinga sendiri memang lembab. Namun ada batas kelembaban yang bisa ditoleransi oleh komponen telinga kita. Jika sudah terlewat bisa jadi telinga anda akan iritasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelembaban yang berlebihan ini juga jadi tempat pertumbuhan bakteri. Bakteri sendiri sangat suka lembab karena ini merupakan tempat pertumbuhan yang ideal baginya. Selain itu mereka juga bisa mendapatkan makanan di area yang lembab.<\/p>\n\n\n\n<p>Bakteri dalam tubuh bisa menyebabkan berbagai penyakit. Iritasi dan kuping yang bengkak adalah salah satu contoh akibatnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengatasi_Telinga_Kemasukan_Air_Saat_Berenang\"><\/span>Mengatasi Telinga Kemasukan Air Saat Berenang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika telinga kemasukan air kolam renang yang perlu dilakukan cuma satu, segera mengeluarkannya. Dan cara mengeluarkan air dari telinga sendiri harus dilakukan dengan aman.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketimbang anda memiringkan kepala lalu loncat-loncat dan bikin pusing, ikuti langkah ini untuk mengeluarkan air dari telinga dengan aman.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Keringkan telinga bagian luar dengan handuk atau kain yang lembut. Tapi jangan masukkan kain ke dalam liang telinga.<\/li>\n\n\n\n<li>Miringkan kepala ke satu sisi untuk membantu air mengalir. Tarik daun telinga dengan lembut. Ini akan meluruskan liang telinga dan membantu air mengalir.<\/li>\n\n\n\n<li>Gunakan pengering rambut pada pengaturan terendah dan arahkan ke telinga anda. Pegang setidaknya 30 cm dari telinga.<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan terus hingga terasa air mengalir dari dalam telinga. Biasanya ditandai dengan rasa saluran telinga yang hangat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Selain cara di atas anda juga bisa menggunakan obat tetes telinga. Obat ini bahkan bisa nada buat sendiri di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk membuat obat tetes telinga, campurkan 1 sendok teh cuka putih dan 1 sendok teh alkohol lalu aduk hingga rata.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuangkan 1 sendok teh larutan ke dalam telinga. Setelah itu segera miringkan kepala anda dan biarkan cairannya mengalir keluar.<\/p>\n\n\n\n<p>Ramuan obat tetes telinga ini cukup aman digunakan di dalam telinga. Namun untuk penderita iritasi atau gendang telinga pecah, jangan coba-coba menggunakan tets telinga apapun.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peristiwa telinga kemasukan air saat berenang jadi salah satu yang paling sering terjadi. Ini akan membuat tidak nyaman saat berenang.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":7203,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[760],"tags":[810,1124],"class_list":["post-7202","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-renang","tag-telinga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7202","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7202"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7202\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7202"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7202"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7202"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}