{"id":6791,"date":"2025-05-12T02:26:00","date_gmt":"2025-05-12T02:26:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=6791"},"modified":"2025-12-31T07:47:31","modified_gmt":"2025-12-31T07:47:31","slug":"mengisi-kolam-renang-dengan-air-hujan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengisi-kolam-renang-dengan-air-hujan\/","title":{"rendered":"Bisakah Mengisi Kolam Renang dengan Air Hujan? Ini Jawabannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Kolam renang berisi puluhan bahkan bisa ratusan ribu liter air. Jika anda menggunakan air sumur, bisa jadi listrik anda boncos.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena alasan ini, banyak juga yang bertanya pada kami apakah bisa mengisi kolam renang dengan air hujan? Ini dimaksudkan untuk menekan anggaran listrik jika menggunakan air sumur.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini, kami akan menjelaskan jawabannya. Jadi, pastikan anda menyimak baik-baik supaya bisa menyimpulkan dengan tepat.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_83 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengisi-kolam-renang-dengan-air-hujan\/#Jenis_Air_Pengisi_Kolam_Renang\" >Jenis Air Pengisi Kolam Renang<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengisi-kolam-renang-dengan-air-hujan\/#1_Air_Sumur\" >1. Air Sumur<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengisi-kolam-renang-dengan-air-hujan\/#2_Air_PDAM\" >2. Air PDAM<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengisi-kolam-renang-dengan-air-hujan\/#3_Air_Gunung\" >3. Air Gunung<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengisi-kolam-renang-dengan-air-hujan\/#Bisakah_Mengisi_Kolam_Renang_dengan_Air_Hujan\" >Bisakah Mengisi Kolam Renang dengan Air Hujan?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengisi-kolam-renang-dengan-air-hujan\/#Pengertian_dan_Cara_Pemanenan_Air_Hujan\" >Pengertian dan Cara Pemanenan Air Hujan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengisi-kolam-renang-dengan-air-hujan\/#Instalasi_Tangki_Pemanenan_Air_Hujan\" >Instalasi Tangki Pemanenan Air Hujan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengisi-kolam-renang-dengan-air-hujan\/#1_Ukuran_Tangki\" >1. Ukuran Tangki<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengisi-kolam-renang-dengan-air-hujan\/#2_Lokasi_Tangki\" >2. Lokasi Tangki<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengisi-kolam-renang-dengan-air-hujan\/#3_Filtrasi\" >3. Filtrasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengisi-kolam-renang-dengan-air-hujan\/#4_Pemipaan\" >4. Pemipaan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengisi-kolam-renang-dengan-air-hujan\/#Treatment_Awal_Mengisi_Kolam_Renang_dengan_Air_Hujan\" >Treatment Awal Mengisi Kolam Renang dengan Air Hujan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengisi-kolam-renang-dengan-air-hujan\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Air_Pengisi_Kolam_Renang\"><\/span>Jenis Air Pengisi Kolam Renang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum membahas apakah bisa mengisi kolam renang dengan air hujan, kami akan menjelaskan terlebih dahulu jenis air yang biasa digunakan untuk mengisi kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan hanya air sumur. Setidaknya ada tiga jenis air yang bisa (dan biasa) digunakan untuk mengisi kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Air_Sumur\"><\/span>1. Air Sumur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ini adalah jenis air yang paling ujum dan tentunya paling mudah didapatkan. Anda bisa menggunakan air yang tersedia di instalasi rumah untuk mengisi kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<p>Entah itu air yang langsung ditarik dari sumur atau menggunakan penampung (toren), air sumur adalah cara paling cepat mengisi kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini karena anda tidak membutuhkan waktu untuk menunggu air yang dibeli.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, selain membuat tagihan listrik anda naik drastis, menggunakan air sumur juga cenderung lebih sulit saat melakukan treatment awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut karena banyaknya kandungan logam yang ada di sumber air ini. Meski begitu, sebenarnya anda bisa menggunakan filter tambahan untuk membersihkan air sebelum dimasukkan ke kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Air_PDAM\"><\/span>2. Air PDAM<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Yang kedua adalah air PDAM atau air PAM. Di rumah tangga, air PDAM biasanya digunakan jika lokasi rumah terlalu kering atau air tanah (air sumur) terlalu kotor.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti namanya, ini adalah air yang dipanen (dikumpulkan) oleh perusahaan PDAM untuk kemudian dijual ke masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber airnya dari air baku. Sumber air baku sendiri merupakan air yang dapat berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan\/atau air hujan yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Air_Gunung\"><\/span>3. Air Gunung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Seperti namanya, ini adalah air yang langsung dari sumber mata air yang berasal dari sebuah pegunungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis air ini sedikit berbeda dengan PDAM yang bisa juga menggunakan air tanah dan dan air hujan kemudiaan distandarisasi hingga masuk baku mutu air minum.<\/p>\n\n\n\n<p>Air gunung biasanya menjadi sumber air yang paling digunakan untuk pengisian kolam renang karena kemudahan tretamnet awalnya. Meski begitu, harganya lebih tinggi kerimbang air PDAM.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bisakah_Mengisi_Kolam_Renang_dengan_Air_Hujan\"><\/span>Bisakah Mengisi Kolam Renang dengan Air Hujan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Mengisi kolam renang dengan air hujan sebenarnya bisa saja. Namun, tentunya anda memerlukan perlakuan khusus sebelum air dialirkan ke dalam kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini karena air hujan, yang meskipun langsung ditampung dari langit tanpa tersentuh benda apapun, masih mengandung berbagai kandungan kimia yang berbahaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Air hujan saat ini tidak sama seperti air hujan 100 tahun lalu. Asap kendaraan dan rokok misalnya, sudah bisa mempengaruhi kemurnian air hujan itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang dimaksud murni adalah tidak adanya kandungan lain selain hidrogen dan oksigen dalam air. Saat ini, air hujan jauh dari kualitas tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, untuk mengisi kolam renang dengan air hujan, anda bisa menggunakan metode pemanenan air hujan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_dan_Cara_Pemanenan_Air_Hujan\"><\/span>Pengertian dan Cara Pemanenan Air Hujan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Pemanenan air hujan adalah mengumpulkan dan menyimpan air hujan yang jatuh ke atap atau permukaan lainnya, kemudian menggunakannya untuk berbagai keperluan rumah, termasuk mengisi kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda membutuhkan sebuah instalasi untuk memanen air hujan. Pengaturannya meliputi talang dan pipa bawah tanah yang mengarahkan air ke dalam tangki penyimpanan. Tangki ini bisa juga diletakkan di atas tanah.<\/p>\n\n\n\n<p>Air yang tersimpan kemudian dapat disaring dan dipompa ke tempat yang dibutuhkan. Yang terpenting, anda membutuhkan sistem filtrasi atau penyaringan yang bagus agar air hujan aman untuk digunakan di kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Instalasi_Tangki_Pemanenan_Air_Hujan\"><\/span>Instalasi Tangki Pemanenan Air Hujan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti dijelaskan, anda membutuhkan sebuah instalasi untuk memanen air hujan. Berikut ini aturan secara umum tentang instalasi tangki pemanen air hujan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Ukuran_Tangki\"><\/span>1. Ukuran Tangki<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Hal ini tergantung pada luas atap rumah, curah hujan rata-rata, dan berapa banyak air yang ingin anda tampung.<\/p>\n\n\n\n<p>Rumah di pinggiran kota biasanya memasang tangki 5.000 hingga 10.000 liter. Jumlah ini cukup untuk mengisi kolam renang berukuran kecil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Lokasi_Tangki\"><\/span>2. Lokasi Tangki<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tangki dapat disembunyikan di balik lansekap atau bahkan dikubur di bawah tanah untuk tampilan yang lebih tersembunyi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Filtrasi\"><\/span>3. Filtrasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Filter yang tepat sangat penting untuk memastikan air aman dan bersih sebelum masuk ke kolam renang anda.&nbsp; Setidaknya ada dua jenis sistem filter yang anda perlukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang pertama adalah saringan untuk menyaring kotoran-kotoran besar seperti daun dan sebagainya. Selanjutnya, untuk membuat organisme dalam air mati, anda bisa menggunakan sistem UV agar hasilnya maksimal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pemipaan\"><\/span>4. Pemipaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Anda bisa langsung mengintegrasikan sistem pemipaan tangki ini ke pemipaan atau plumbing kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, anda juga bisa memisahkan pemipaan tangki pemanen air hujan dengan kolam renang menggunakan pompa terpisah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Treatment_Awal_Mengisi_Kolam_Renang_dengan_Air_Hujan\"><\/span>Treatment Awal Mengisi Kolam Renang dengan Air Hujan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah air hujan dikumpulkan dalam tangki tersebut dan sudah \u201cdibersihkan\u201d, air sudah siap dialirkan ke kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, kami menyarankan untuk anda tetap melakukan <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/treatment-awal-kolam-renang-air-sumur\/\">treatment awal air kolam renang<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut karena air hujan umumnya lebih lembut daripada air keran atau air sumur (memiliki kesadahan yang rendah), namun cenderung memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi. Selain itu, air hujan mungkin masih mengandung kotoran.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda bisa melakukan treatment awal menggunakan metode pengendapan. Obat kolam renang yang digunakan adalah PAC. Jika agak sulit, bisa ditambahkan HCL untuk membantu \u201cmencabut\u201d akar mikroorganisme dalam air.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah kotoran mengendap, anda perlu melakukan vacuum. Setelah dipastikan semua kotoran terangkat, nyalakan sistem sirkulasi kolam renang minimal satu hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dalam satu hari kotoran sudah tidak ditemukan, anda tinggal menguji kadar air kolam renang dan sesuaikan ke tingkat yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span>Penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah penjelasan tentang apakah bisa mengisi kolam renang dengan air hujan. Intinya, jangan langsung tampung air hujan ke dalam kolam. Anda butuh sistem instalasi untuk menyaring kotoran yang ada di air hujan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dimulti Pool siap membantu mengintegrasikan sistem instalasi pemanenan air hujan tersebut. Selain itu, jika anda membutuhkan bantuan dalam melakukan treatment awal, kami siap melayani sepenuh hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika anda membutuhkan jasa Dimulti Pool, segera hubungi kami di Nomor\u00a0WhatsApp\u00a00811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah bisa mengisi kolam renang dengan air hujan? Ini dimaksudkan untuk menekan anggaran listrik jika menggunakan air sumur.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":6792,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[761],"tags":[790,873,1053],"class_list":["post-6791","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-material","tag-air","tag-hujan","tag-mengisi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6791","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6791"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6791\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6792"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6791"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6791"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6791"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}