{"id":6748,"date":"2025-05-04T02:38:55","date_gmt":"2025-05-04T02:38:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=6748"},"modified":"2025-12-31T07:49:57","modified_gmt":"2025-12-31T07:49:57","slug":"cedera-saat-berenang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/","title":{"rendered":"Cedera Saat Berenang: Ini Jenis, Penyebab, Pencegahan Hingga Penanganannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Cedera saat berenang memang sangat lumrah terjadi, sama seperti ketika anda melakukan olahraga lainnya. Di sini, kita akan bahas jenis, penyebab hingga cara mencegahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/kontraktor-kolam-renang\/\">kontraktor kolam renang<\/a> profesional, kami tidak hanya menyediakan jasa pembuatan hingga perawatan fasilitas, namun juga perlu mengedukasi pemilik kolam renang untuk memakai fasilitas dengan aman.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun berenang menyenangkan, anda perlu memastikan untuk tidak melakukannya secara berlebihan atau mengambil tindakan pencegahan yang tepat ketika terjadi cedera.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca artikel ini selengkapnya.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_84 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#Bagaimana_Cedera_Saat_Berenang_Bisa_Terjadi\" >Bagaimana Cedera Saat Berenang Bisa Terjadi?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#Jenis_Cedera_Saat_Berenang\" >Jenis Cedera Saat Berenang<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#1_Cedera_Bahu\" >1. Cedera Bahu<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#a_Penyebab\" >a. Penyebab<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#b_Pencegahan\" >b. Pencegahan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#2_Cedera_Lutut\" >2. Cedera Lutut<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#a_Penyebab-2\" >a. Penyebab<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#b_Pencegahan-2\" >b.&nbsp;Pencegahan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#3_Cedera_Leher\" >3. Cedera Leher<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#a_Penyebab-3\" >a. Penyebab<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#b_Pencegahan-3\" >b. Pencegahan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#4_Cedera_Pinggang_Bawah\" >4. Cedera Pinggang Bawah<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#a_Penyebab-4\" >a. Penyebab<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#b_Pencegahan-4\" >b. Pencegahan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#5_Cedera_Telinga\" >5. Cedera Telinga<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#a_Penyebab-5\" >a. Penyebab<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#b_Pencegahan-5\" >b. Pencegahan<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#Perawatan_Cedera\" >Perawatan Cedera<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#1_Istirahat_dan_Kurangi_Intensitas_Renang\" >1. Istirahat dan Kurangi Intensitas Renang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#2_Menggunakan_Pereda_Nyeri_Jangka_Pendek\" >2. Menggunakan Pereda Nyeri Jangka Pendek<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#3_Temui_Terapis_Fisik_atau_Dokter_Olahraga\" >3. Temui Terapis Fisik atau Dokter Olahraga<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-22\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/cedera-saat-berenang\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Cedera_Saat_Berenang_Bisa_Terjadi\"><\/span>Bagaimana Cedera Saat Berenang Bisa Terjadi?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Cedera secara umum disebabkan penggunaan otot secara berlebihan dalam olahraga apa pun. Ini terjadi akibat terlalu banyak melakukan latihan yang sama dengan intensitas yang terlalu tinggi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, perenang sering mengalami cedera ini dengan cara yang berbeda seperti olahraga lainnya. Biasanya, bukan satu kejadian traumatis yang menyebabkan perenang merasakan nyeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, perenang merasakan nyeri akibat stres dan ketegangan yang berulang akibat aktivitas tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tubuh perenang mengapung di atas air, sehingga meminimalkan gaya pada bagian dalam sendi mereka. Namun, gerakan mereka mengalihkan gaya ke jaringan lunak di bagian luar sendi .<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan latihan tingkat tinggi, gerakan berulang dapat menyebabkan ketidakseimbangan yang membebani otot dan tendon, yang berpotensi menyebabkan nyeri atau cedera saat berenang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Cedera_Saat_Berenang\"><\/span>Jenis Cedera Saat Berenang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah beberapa jenis cedera saat berenang yang paling sering dan mungkin terjadi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Cedera_Bahu\"><\/span>1. Cedera Bahu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Cedera bahu adalah salah satu cedera saat berenang terbesar dan paling seirng dialami. Hal ini disebabkan oleh gerakan unik dan berulang dari gaya renang perenang.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Penyebab\"><\/span>a. Penyebab<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Gerakan renang ini bisa membuat otot lengan dan bahu tegang dan akhirnya dapat menyebabkan kerusakan jaringan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahu perenang dapat mengalami impingement rotator cuff, tendonitis bisep, bursitis, atau robekan rotator cuff .<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Pencegahan\"><\/span>b. Pencegahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Anda dapat mencegahnya dengan menyempurnakan gaya renang. Seluruh tangan anda harus masuk ke dalam air sekaligus, bukan ibu jari terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, hindari ketegangan yang tidak perlu.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang kedua, tentunya anda harus melakukan pemanasan sebelum masuk ke kolam renang. Ini akan membuat otot anda lebih rileks sehingga menghindari ketegangan berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Cedera_Lutut\"><\/span>2. Cedera Lutut<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika orang berpikir tentang renang, lengan dan bahu biasanya muncul pertama kali dalam pikiran, tetapi kaki dan pinggul juga menanggung sebagian besar gaya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Penyebab-2\"><\/span>a. Penyebab<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>&nbsp;Otot bagian lutut biasanya lebih banyak digunakan pada mereka yang lebih suka gaya dada karena posisi kaki saat menendang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sama seperti bahu, lutut juga bisa mengalami impingement rotator cuff, tendonitis bisep, bursitis, atau robekan rotator cuff .<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Pencegahan-2\"><\/span>b.&nbsp;Pencegahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Hindari hal ini dengan memvariasikan rutinitas gaya renang anda, misalnya dengan gaya bebas atau gaya punggung.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, anda juga perlu memperbaiki sudut gerakan kaki dari pinggul khususnya saat melakukan gaya dada.<\/p>\n\n\n\n<p>Sama seperti olahraga lainnya, pastikan anda melakukan penguatan otot sebelum berenang dengan stretching atau pemanasan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Cedera_Leher\"><\/span>3. Cedera Leher<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Leher anda merupakan target cedera renang yang jarang diketahui. Padahal, resiko cedera di area ini merupakan salah satu yang paling fatal.<\/p>\n\n\n\n<p>Leher merupakan salah satu bagian tempat udara lewat yang ada di tenggorokan. Jika ada otot yang berkontraksi terlalu berlebihan di sini, pergerakan udara bisa bermasalah.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Penyebab-3\"><\/span>a. Penyebab<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Cedera leher biasanya karena anda terlalu menjaga kepala tetap di atas air saat melakukan gaya dada atau kesalahan teknik rotasi leher saat berenang gaya bebas.<\/p>\n\n\n\n<p>Leher sendiri memiliki struktur yang fleksibel. Karena tidak ada tulang yang menyangganya, otot bagian leher lebih banyak dan kemungkinan cederanya juga lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Pencegahan-3\"><\/span>b. Pencegahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jaga leher anda tetap aman dengan menyelaraskannya dengan bagian tubuh lainnya saat berenang.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat melakukan renang gaya bebas, pastikan anda memutar semuanya secara menyeluruh (bukan hanya leher) saat mengambil napas.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lupa lakukan stretching bagian leher sebelum anda masuk ke kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Cedera_Pinggang_Bawah\"><\/span>4. Cedera Pinggang Bawah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Cedera pinggang juga salah satu cedera yang sering dialami oleh perenang. Ini karena biasanya bagian pinggang akan terus berkontraksi saat berenang.<\/p>\n\n\n\n<p>Kontraksi ini perlu dilakukan untuk mematikan tubuh anda tetap mengapung di air. Jika tidak, gerakan renang anda bisa kacau.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Penyebab-4\"><\/span>a. Penyebab<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Cedera pinggang biasanya terjadi karena anda menghabiskan banyak waktu dengan posisi atau gaya punggung dalam posisi hiperekstensi saat berenang.<\/p>\n\n\n\n<p>Nyeri punggung bawah biasanya terjadi karena penyakit cakram lumbal atau spondilosis (keausan pada cakram tulang belakang).<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Pencegahan-4\"><\/span>b. Pencegahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Memperkuat inti tubuh dan beristirahat secara berkala dapat membantu mengurangi cedera ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, sama seperti yang lain, pastikan anda melakukan stretching atau pemanasan sebelum masuk ke kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Cedera_Telinga\"><\/span>5. Cedera Telinga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ya, anda tidak salah baca. Telinga anda bisa mengalami cedera saat berenang, bukan Cuma kemasukan air seperti yang sering kita alami.<\/p>\n\n\n\n<p>Telinga perenang mungkin tidak berhubungan dengan ortopedi atau tulang, tetapi tetap merupakan akibat yang umum dan menyakitkan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Penyebab-5\"><\/span>a. Penyebab<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Cedera telinga biasanya diakibatkan karena terlalu banyak berenang di kolam renang, terutama pada anak-anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Gejalanya termasuk pendengaran yang terganggu, liang telinga tersumbat, sensasi gatal di telinga, atau kepekaan pada telinga bagian luar dan dapat menyebabkan pembengkakan dan demam jika tidak diobati.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Pencegahan-5\"><\/span>b. Pencegahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>&nbsp;Hindari hal ini dengan membersihkan telinga anda setelah berenang.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika anda mengalami cedera telinga yang berkelanjutan, dokter akan membersihkan telinga anda secara menyeluruh dan meresepkan obat tetes telinga.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perawatan_Cedera\"><\/span>Perawatan Cedera<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Mencegah cedera saat berenang saja tidak cukup. Ketika hal ini terjadi, anda perlu memastikan perawatan yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan ketika anda mengalami cedera saat berenang:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Istirahat_dan_Kurangi_Intensitas_Renang\"><\/span>1. Istirahat dan Kurangi Intensitas Renang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Mengistirahatkan otot yang sakit dapat membantu. Namun, sebaiknya jangan menghentikan latihan renang sepenuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Direkomendasikan untuk mengurangi intensitas latihan di kolam renang sebelum meningkatkan intensitasnya lagi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menggunakan_Pereda_Nyeri_Jangka_Pendek\"><\/span>2. Menggunakan Pereda Nyeri Jangka Pendek<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ibuprofen, gel topikal, dan kompres es dapat membantu mengurangi peradangan. Ini akan memantik respons sistem imun terhadap kerusakan jaringan pada persendian dan otot.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Temui_Terapis_Fisik_atau_Dokter_Olahraga\"><\/span>3. Temui Terapis Fisik atau Dokter Olahraga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Terapis fisik dapat membantu mengidentifikasi dan memperbaiki ketidakseimbangan otot.<\/p>\n\n\n\n<p>Dokter olahraga dapat membantu menentukan sumber ketidaknyamanan dan mengidentifikasi kerusakan struktural yang mendasari pada tendon, otot, atau sendi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span>Penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah penjelasan segala hal tentang cedera saat berenang yang perlu anda ketahui. Pastikan selalu melakukan peregangan otot sebelum berenang!<\/p>\n\n\n\n<p>Anda bisa menemukan berbagai tips lainnya di Dimulti Pool Media untuk meningkatkan pengalaman anda bermain di fasilitas ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika anda membutuhkan bantuan untuk perbaikan maupun perawatan yang mendukung anda berenang di kolam renang, Dimulti Pool selalu siap membantu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Segera hubungi kami di Nomor\u00a0WhatsApp\u00a00811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cedera saat berenang memang sangat lumrah terjadi, sama seperti ketika anda melakukan olahraga lainnya. Kita bahas di sini.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":6749,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[760],"tags":[304,1042],"class_list":["post-6748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-berenang","tag-cedera"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6748"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6748\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}