{"id":5039,"date":"2024-11-30T03:47:10","date_gmt":"2024-11-30T03:47:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=5039"},"modified":"2024-11-29T03:50:15","modified_gmt":"2024-11-29T03:50:15","slug":"mengenal-kolam-high-diving","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengenal-kolam-high-diving\/","title":{"rendered":"Mengenal Kolam High Diving, Pengertian Hingga Ukuran yang Perlu Anda Pahami"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernah dengar kolam high diving? Yup, ini adalah kolam renang yang digunakan untuk kompetisi high diving, sebuah olahraga untuk menilai keindahan loncatan para atlet.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sini, kita akan membahas apa itu kolam high diving, mulai dari pengertian hingga ukuran yang sesuai aturan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oh iya, untuk membuat <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/membuat-kolam-olahraga\/\">kolam olahraga<\/a> ini, anda tidak bisa asal membuatnya, ya! Anda harus mengikuti aturan yang ditentukan oleh badan akuatik dunia.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_84 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengenal-kolam-high-diving\/#Apa_Itu_Olahraga_High_Diving\" >Apa Itu Olahraga High Diving?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengenal-kolam-high-diving\/#Anatomi_Kolam_High_Diving\" >Anatomi Kolam High Diving<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengenal-kolam-high-diving\/#1_Bentuk\" >1. Bentuk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengenal-kolam-high-diving\/#2_Ukuran\" >2. Ukuran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengenal-kolam-high-diving\/#3_Kedalaman\" >3. Kedalaman<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengenal-kolam-high-diving\/#4_Platform_atau_Papan\" >4. Platform atau Papan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengenal-kolam-high-diving\/#5_Suhu\" >5. Suhu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengenal-kolam-high-diving\/#6_Semprotan_Air\" >6. Semprotan Air<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengenal-kolam-high-diving\/#7_Faktor_Lingkungan\" >7. Faktor Lingkungan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mengenal-kolam-high-diving\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Olahraga_High_Diving\"><\/span>Apa Itu Olahraga High Diving?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">High Diving merupakan salah satu olahraga ekstrem yang menuntut keberanian dan kesempurnaan dari sang atlet saat melakukan aksinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nantinya, sang atlet tersebut bakal melakukan aksi terjun akrobatik dari ketinggian 20 meter atau lebih sebelum akhirnya mendarat di air.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">High diving sendiri bisa dilakukan sebagai olahraga petualangan, sebagai aksi pertunjukan, atau secara kompetitif untuk ajang olahraga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejatinya, high diving sudah dikenal di Hawaii dan Meksiko sejak akhir abad ke-17. Pada saat itu, mereka memanfaatkan tebing tinggi sebagai titik terjun.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, dalam olahraga high diving, tidak hanya bisa dilakukan di kolam renang, namun juga di alam bebas dengan peraturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun akarnya berasal dari peradaban kuno, seperti Romawi, high diving tidak dikenal luas hingga abad ke-20.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Olahraga ini menjadi olahraga resmi Olimpiade pada tahun 1904, terus berkembang dan memikat penonton dengan prestasinya yang menakjubkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">High diving memiliki kesamaan mendasar dengan platform diving atau loncat indah, tetapi ada dua perbedaan utama yang membedakannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua hal tersebut yaitu penyelam high diving masuk ke dalam air dengan kaki terlebih dahulu, dan mereka melompat dari ketinggian yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Anatomi_Kolam_High_Diving\"><\/span>Anatomi Kolam High Diving<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolam High Diving sangat berbeda dari kolam renang konvensional. Kolam ini dibuat khusus untuk mengakomodasi penyelaman ekstrem, dengan perhatian yang cermat terhadap keselamatan penyelam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolam ini, yang dapat berupa bangunan permanen atau sementara, biasanya dilengkapi menara selam dengan platform selam dan loncatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disiplin menyelam yang tinggi diatur secara ketat oleh Federasi Akuatik Dunia, dan fasilitasnya harus mematuhi standar dan peraturan yang ketat:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Bentuk\"><\/span>1. Bentuk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolam buatan permanen sebaiknya berbentuk persegi panjang, sedangkan kolam sementara bisa berbentuk bulat. Warna dek kolam sebaiknya berwarna abu-abu untuk membedakannya dengan air.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Ukuran\"><\/span>2. Ukuran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolam high diving berbentuk persegi panjang harus memiliki lebar minimum 17,50 meter dan panjang minimal 14 meter dari dasar kolam ke dinding depan. Kolam bundar harus memiliki diameter minimum 17 meter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kedalaman\"><\/span>3. Kedalaman<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedalaman minimum adalah 5,80 meter, dengan pengecualian untuk kolam lama yang dibangun sebelum Desember 2017, yang dapat memiliki kedalaman 5 meter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Platform_atau_Papan\"><\/span>4. Platform atau Papan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Platform ini harus kokoh, dengan lebar 2 meter dan panjang 5 meter, dengan permukaan anti selip.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Platform ini harus memiliki pegangan tangan setinggi 1,0 meter dan terbuat dari bahan yang disetujui seperti beton atau baja. Gerakan dan goyangan menara selam dibatasi demi keselamatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Suhu\"><\/span>5. Suhu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di perairan terbuka, suhu air tidak boleh di bawah 18\u00b0C, dan di perairan yang memiliki kolam buatan, idealnya suhu air dijaga pada 26\u00b0C atau lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Semprotan_Air\"><\/span>6. Semprotan Air<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semprotan air horizontal yang kuat dan penyelam scuba dapat memberikan agitasi permukaan dan visibilitas tambahan bagi atlet. Semprotan air tidak boleh diposisikan lebih tinggi dari 1,50 meter di atas permukaan air.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Faktor_Lingkungan\"><\/span>7. Faktor Lingkungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Faktor lingkungan eksternal, seperti kecepatan angin dan badai, dapat mempengaruhi keputusan kompetisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika angin melebihi 40 km\/jam, juri dapat menghentikan kompetisi. Jika badai mendekat dalam radius 3 km, kompetisi akan dihentikan sementara.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span>Penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah penjelasan tentang kolam high diving atau loncat tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Olahraga ini adalah bukti kemampuan jiwa manusia untuk mendorong batas, memadukan atletis, ketepatan, dan keberanian dalam tampilan yang menakjubkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski bisa digelar di alam bebas, banyak penyelenggara kompetisi high diving menggunakan kolam renang karena fleksibilitasnya yang bisa digunakan berulang kali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena olahraga ini terus berkembang, desain, konstruksi, dan langkah-langkah keamanan khusus membuat kolam high diving memainkan peran yang sangat penting untuk keamanan dan kenyamanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, jika anda berminat membuatnya, pastikan mengikuti aturan yang sudah ditentukan.Pernah dengar kolam high diving? Yup, ini adalah kolam renang yang digunakan untuk kompetisi high diving, sebuah olahraga untuk menilai keindahan loncatan para atlet.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sini, kita akan membahas apa itu kolam high diving, mulai dari pengertian hingga ukuran yang sesuai aturan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oh iya, untuk membuat kolam olahraga ini, anda tidak bisa asal membuatnya, ya! Anda harus mengikuti aturan yang ditentukan oleh badan akuatik dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Apa Itu Olahraga High Diving?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">High Diving merupakan salah satu olahraga ekstrem yang menuntut keberanian dan kesempurnaan dari sang atlet saat melakukan aksinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nantinya, sang atlet tersebut bakal melakukan aksi terjun akrobatik dari ketinggian 20 meter atau lebih sebelum akhirnya mendarat di air.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">High diving sendiri bisa dilakukan sebagai olahraga petualangan, sebagai aksi pertunjukan, atau secara kompetitif untuk ajang olahraga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejatinya, high diving sudah dikenal di Hawaii dan Meksiko sejak akhir abad ke-17. Pada saat itu, mereka memanfaatkan tebing tinggi sebagai titik terjun.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, dalam olahraga high diving, tidak hanya bisa dilakukan di kolam renang, namun juga di alam bebas dengan peraturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun akarnya berasal dari peradaban kuno, seperti Romawi, high diving tidak dikenal luas hingga abad ke-20.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Olahraga ini menjadi olahraga resmi Olimpiade pada tahun 1904, terus berkembang dan memikat penonton dengan prestasinya yang menakjubkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">High diving memiliki kesamaan mendasar dengan platform diving atau loncat indah, tetapi ada dua perbedaan utama yang membedakannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua hal tersebut yaitu penyelam high diving masuk ke dalam air dengan kaki terlebih dahulu, dan mereka melompat dari ketinggian yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Anatomi Kolam High Diving<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolam High Diving sangat berbeda dari kolam renang konvensional. Kolam ini dibuat khusus untuk mengakomodasi penyelaman ekstrem, dengan perhatian yang cermat terhadap keselamatan penyelam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolam ini, yang dapat berupa bangunan permanen atau sementara, biasanya dilengkapi menara selam dengan platform selam dan loncatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disiplin menyelam yang tinggi diatur secara ketat oleh Federasi Akuatik Dunia, dan fasilitasnya harus mematuhi standar dan peraturan yang ketat:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Bentuk<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolam buatan permanen sebaiknya berbentuk persegi panjang, sedangkan kolam sementara bisa berbentuk bulat. Warna dek kolam sebaiknya berwarna abu-abu untuk membedakannya dengan air.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Ukuran<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolam high diving berbentuk persegi panjang harus memiliki lebar minimum 17,50 meter dan panjang minimal 14 meter dari dasar kolam ke dinding depan. Kolam bundar harus memiliki diameter minimum 17 meter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Kedalaman<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedalaman minimum adalah 5,80 meter, dengan pengecualian untuk kolam lama yang dibangun sebelum Desember 2017, yang dapat memiliki kedalaman 5 meter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4. Platform atau Papan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Platform ini harus kokoh, dengan lebar 2 meter dan panjang 5 meter, dengan permukaan anti selip.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Platform ini harus memiliki pegangan tangan setinggi 1,0 meter dan terbuat dari bahan yang disetujui seperti beton atau baja. Gerakan dan goyangan menara selam dibatasi demi keselamatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">5. Suhu<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di perairan terbuka, suhu air tidak boleh di bawah 18\u00b0C, dan di perairan yang memiliki kolam buatan, idealnya suhu air dijaga pada 26\u00b0C atau lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">6. Semprotan Air<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semprotan air horizontal yang kuat dan penyelam scuba dapat memberikan agitasi permukaan dan visibilitas tambahan bagi atlet. Semprotan air tidak boleh diposisikan lebih tinggi dari 1,50 meter di atas permukaan air.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">7. Faktor Lingkungan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Faktor lingkungan eksternal, seperti kecepatan angin dan badai, dapat mempengaruhi keputusan kompetisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika angin melebihi 40 km\/jam, juri dapat menghentikan kompetisi. Jika badai mendekat dalam radius 3 km, kompetisi akan dihentikan sementara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penutup<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah penjelasan tentang kolam high diving atau loncat tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Olahraga ini adalah bukti kemampuan jiwa manusia untuk mendorong batas, memadukan atletis, ketepatan, dan keberanian dalam tampilan yang menakjubkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski bisa digelar di alam bebas, banyak penyelenggara kompetisi high diving menggunakan kolam renang karena fleksibilitasnya yang bisa digunakan berulang kali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena olahraga ini terus berkembang, desain, konstruksi, dan langkah-langkah keamanan khusus membuat kolam high diving memainkan peran yang sangat penting untuk keamanan dan kenyamanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, jika anda berminat membuatnya, pastikan mengikuti aturan yang sudah ditentukan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di sini, kita akan membahas apa itu kolam high diving, mulai dari pengertian hingga ukuran yang sesuai aturan.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":5040,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[845,844,750,770],"class_list":["post-5039","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pembuatan","tag-diving","tag-high","tag-kolam","tag-olahraga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5039","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5039"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5039\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5040"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}