{"id":4259,"date":"2024-10-25T07:44:35","date_gmt":"2024-10-25T07:44:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=4259"},"modified":"2024-10-25T07:44:37","modified_gmt":"2024-10-25T07:44:37","slug":"dimulti-literasi-sejarah-jacuzzi-ternyata-bukan-jenis-kolam-renang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/dimulti-literasi-sejarah-jacuzzi-ternyata-bukan-jenis-kolam-renang\/","title":{"rendered":"Dimulti Literasi: Sejarah Jacuzzi, Ternyata Bukan Jenis Kolam Renang?"},"content":{"rendered":"\n<p>Anda yang punya kolam renang atau sedang melakukan riset <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/kontraktor-kolam-renang\/\">kontraktor kolam renang<\/a> untuk membuat fasilitas ini, pasti familiar dengan nama Jacuzzi bukan?<\/p>\n\n\n\n<p>Jacuzzi yang kita kenal saat ini merupakan salah satu jenis \u201ckolam renang\u201d yang digunakan untuk tempat relaksasi. Ini karena adanya pemanas dan varijet yang mengalirkan air lebih deras. Ini seperti memberi efek pijatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, dalam perkembangan sejarah kola mini, ternyata Jacuzzi bukanlah jenis kolam renang, melainkan nama seseorang, tepatnya dua orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Di segmen Dimulti Literasi ini, kita akan bahas bagaimana sejarah Jacuzzi. Selain itu, juga mengapa nama ini tenar disebut sebagai jenis kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_83 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/dimulti-literasi-sejarah-jacuzzi-ternyata-bukan-jenis-kolam-renang\/#Berawal_dari_Budaya_Kuno_Jepang\" >Berawal dari Budaya Kuno Jepang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/dimulti-literasi-sejarah-jacuzzi-ternyata-bukan-jenis-kolam-renang\/#Jacuzzi_Bersaudara_Pelopor_Kolam_Jacuzzi\" >Jacuzzi Bersaudara, Pelopor Kolam Jacuzzi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/dimulti-literasi-sejarah-jacuzzi-ternyata-bukan-jenis-kolam-renang\/#Kolam_Jacuzzi_Dari_Kesehatan_Jadi_Tempat_Rekreasi\" >Kolam Jacuzzi: Dari Kesehatan Jadi Tempat Rekreasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/dimulti-literasi-sejarah-jacuzzi-ternyata-bukan-jenis-kolam-renang\/#Jacuzzi_Bukan_Jenis_Kolam_Renang_Tapi_Merek\" >Jacuzzi Bukan Jenis Kolam Renang, Tapi Merek!<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/dimulti-literasi-sejarah-jacuzzi-ternyata-bukan-jenis-kolam-renang\/#Jacuzzi_saat_Ini\" >Jacuzzi saat Ini<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berawal_dari_Budaya_Kuno_Jepang\"><\/span><strong>Berawal dari Budaya Kuno Jepang<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Budaya kuno dari \u201consen\u201d Jepang dikenal memanfaatkan sumber air panas alami. Budaya ini setidaknya ada sejak tahun 737 Masehi hingga mata air panas dan pemandian Romawi dibuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika mata air panas tidak tersedia, diciptakanlah bak mandi air panas yang belum sempurna. Fasilitas ini dibuat dengan menambahkan batu yang dipanaskan ke dalam kuali berisi air.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, orang Romawi mengembangkan pipa untuk membawa air panas dari tungku ke kolam atau tempat penampungan air lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun fakta-fakta ini merupakan tanda awal kemunculan Jacuzzi, namun Jacuzzi bersaudara lah yang memeloporinya. Dahulu, fasilitas ini disebut hot tub atau hydromassage tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jacuzzi_Bersaudara_Pelopor_Kolam_Jacuzzi\"><\/span><strong>Jacuzzi Bersaudara, Pelopor Kolam Jacuzzi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah berimigrasi ke California dari Italia pada awal 1900-an, keluarga Jacuzzi awalnya mencari nafkah sebagai penemu. Mereka juga merancang kemajuan dalam penerbangan dan pompa air untuk keperluan pertanian (khususnya kebun jeruk).<\/p>\n\n\n\n<p>Pompa submersible yang pertama di dunia, yang menarik air dari dalam tanah, adalah produk pertama mereka. Pompa ini yang jadi pelopor Merek Jacuzzi\u00ae yang anda kenal sekarang.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian pada tahun 1956, seorang anggota keluarga Jacuzzi menderita rheumatoid arthritis.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam upaya untuk mengurangi rasa sakit yang terkait dengan penderitaan anak ini, Jacuzzi bersaudara menggunakan pengetahuan mereka tentang hidrolika. Setelah berbagai eksperimen, akhirnya terciptalah pompa hidroterapi, J-300.<\/p>\n\n\n\n<p>Pompa ini portabel dan mengubah bak mandi standar menjadi spa. Diyakini, inilah kolam Jacuzzi pertama kali di dunia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kolam_Jacuzzi_Dari_Kesehatan_Jadi_Tempat_Rekreasi\"><\/span><strong>Kolam Jacuzzi: Dari Kesehatan Jadi Tempat Rekreasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Seiring berjalannya waktu, penggunaan kolam Jacuzzi tidak hanya untuk kesehatan, namun menjelma jadi tempat bersenang-senang.<\/p>\n\n\n\n<p>Masih dari keluarga yang sama, pada tahun 1968, Roy Jacuzzi menciptakan bak pusaran air terintegrasi pertama di dunia. Bak mandi tersebut dinamakan Roman.<\/p>\n\n\n\n<p>Bak mandi ini memiliki jet (yang kita kenal dengan varijet) terintegrasi dengan rasio udara-ke-air 50-50. Seiring berlalunya waktu, bak mandi dengan pancaran air mengarah ke kolam menjadi lebih dari sekadar alat bantu kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bak mandi ini kemudian dikenal menjadi tempat berkumpulnya keluarga dan teman, seperti halnya di zaman Romawi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jacuzzi_Bukan_Jenis_Kolam_Renang_Tapi_Merek\"><\/span><strong>Jacuzzi Bukan Jenis Kolam Renang, Tapi Merek!<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti yang sudah diceritakan di atas, Jacuzzi adalah nama sebuah keluarga yang mempelopori bak mandi air panas atau hot tub.<\/p>\n\n\n\n<p>Keluarga tersebut pun akhirnya mencetuskan nama mereka sendiri untuk menjadi sebuah brand atau merek dagang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari J-500\u2122 Hot Tub Collection yang revolusioner hingga Koleksi Bak Mandi Avvio\u2122 yang didesain oleh para desainer. Brand Jacuzzi terus berevolusi. Bahkan, mereka belum berhenti hingga saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan ini mendedikasikan diri pada penelitian yang berfokus pada pembuatan produk yang mendorong kesehatan, relaksasi, dan sosialisasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jacuzzi_saat_Ini\"><\/span><strong>Jacuzzi saat Ini<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Jacuzzi yang kita kenal saat ini bukan lagi sebuah hot tub, melainkan whirpool. Merek (dan keluarga) Jacuzzi sendiri yang merevolusi produknya tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Whirpool adalah bak mandi air panas yang memiliki lubang-lubang kecil yang terus mengalirkan air dengan tekanan tertentu. Di sisi lain, pompanya memungkinkan air ini agar tetap hangat dan tersaring.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya menimbulkan efek rileks, jet atau varijet pada spa tersebut diyakini mampu menyembuhkan nyeri otot dan persendian. Selain itu, juga punya manfaat memperlancar aliran darah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di segmen Dimulti Literasi ini, kita akan bahas bagaimana sejarah Jacuzzi. Selain itu, juga mengapa nama ini tenar disebut sebagai jenis kolam renang.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4260,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[247],"tags":[752,750,751],"class_list":["post-4259","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-literasi","tag-jacuzzi","tag-kolam","tag-sejarah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4259"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4259\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4260"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}