{"id":4180,"date":"2024-10-21T06:27:34","date_gmt":"2024-10-21T06:27:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=4180"},"modified":"2026-03-26T03:46:04","modified_gmt":"2026-03-26T03:46:04","slug":"hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-membuat-kolam-terapi-indoor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-membuat-kolam-terapi-indoor\/","title":{"rendered":"Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Membuat Kolam Terapi Indoor"},"content":{"rendered":"\n<p>Kolam terapi di berbagai layanan medis biasanya dibangun dalam ruangan alias indoor. Ini akan meningkatkan keamanan dan tentunya privasi para pasien sehingga proses terapi berjalan optimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, ketika membuat kolam terapi indoor, anda perlu memperhatikan beberapa aspek yang akan kita jelaskan dalam artikel ini.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-membuat-kolam-terapi-indoor\/#Ukuran_Ruangan\" >Ukuran Ruangan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-membuat-kolam-terapi-indoor\/#Jumlah_Pengguna\" >Jumlah Pengguna<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-membuat-kolam-terapi-indoor\/#Jenis_Kolam_Renang\" >Jenis Kolam Renang<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-membuat-kolam-terapi-indoor\/#1_Kolam_In-Ground\" >1. Kolam In-Ground<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-membuat-kolam-terapi-indoor\/#2_Kolam_Above_Ground\" >2. Kolam Above Ground<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-membuat-kolam-terapi-indoor\/#Pertimbangan_Desain\" >Pertimbangan Desain<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-membuat-kolam-terapi-indoor\/#1_Sistem_Dehumidifikasi_dan_Ventilasi\" >1. Sistem Dehumidifikasi dan Ventilasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-membuat-kolam-terapi-indoor\/#2_Sistem_Pengolahan_Air\" >2. Sistem Pengolahan Air<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-membuat-kolam-terapi-indoor\/#3_Ruang_untuk_Peralatan\" >3. Ruang untuk Peralatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-membuat-kolam-terapi-indoor\/#4_Jalur_Pemipaan_Air\" >4. Jalur Pemipaan Air<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-membuat-kolam-terapi-indoor\/#Drainase_yang_Memadai\" >Drainase yang Memadai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-membuat-kolam-terapi-indoor\/#Ruang_Ganti_dan_Bilas\" >Ruang Ganti dan Bilas<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ukuran_Ruangan\"><\/span><strong>Ukuran Ruangan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Seberapa besar ruangan terapi pada akhirnya akan tergantung pada anggaran yang tersedia. Namun, pertimbangan pertama anda adalah penggunaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah anda akan menampung satu atau dua pasien atau akankah seluruh pasien bisa menggunakan ruangan tersebut dalam satu waktu? Ruangan harus sesuai dengan kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah memiliki gambaran kasar tentang ukuran ruangan, mulailah membuat sketsa beberapa pertimbangan yang diperlukan, termasuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Di mana kolam renang akan ditempatkan<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah ada jalur yang jelas antara setiap kolam, area bilas dan ruang ganti<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah jalur tersebut mudah dilalui oleh para pasien<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Yang terbaik adalah memulai tahap perencanaan dengan lokasi kolam renang dan melakukan penyesuaian seiring berjalannya waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertimbangkan juga lokasi pintu dan jendela, terutama jika anda ingin memanfaatkan pemandangan tertentu di luar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jumlah_Pengguna\"><\/span><strong>Jumlah Pengguna<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ini masih berhubungan dengan poin pertama.Kalau hanya satu pasien yang menggunakan kolam terapi dalam satu waktu, mendesain ruangan yang lebih kecil sangat disarankan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika kolam terapi dibangun untuk fasilitas rumah sakit, pusat kebugaran, fasilitas tempat tinggal lansia, atau fasilitas lain yang cukup besar, ruangan yang besar sangat dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, pastikan juga ada jalur yang jelas dan ruang dek yang cukup untuk pengunjung dengan kondisi ortopedi atau kronis, serta akses yang mudah ke kamar mandi.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lupa untuk menyertakan ruang khusus untuk pemeliharaan dan peralatan mekanis.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Jika 20 orang atau lebih akan menggunakan ruangan tersebut, disarankan untuk menambah ruang decking dan menyediakan fasilitas lain seperti bangku, tempat bilas, dan drainase ekstra.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Kolam_Renang\"><\/span><strong>Jenis Kolam Renang<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Hal pertama yang harus ditetapkan adalah tujuan dari kolam terapi. Apakah akan digunakan untuk rehabilitasi atau kebugaran?<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan penggunaan kolam terapi ini akan sangat berhubungan dengan jenis kolam yang bisa anda pilih.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti pembuatan kolam renang pada umumnya, kolam terapi indoor juga bisa dibuat dengan jenis in-ground maupun above ground (di dalam dan di \u201catas\u201dtanah).<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua jenis konstruksi kolam renang ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kolam_In-Ground\"><\/span>1. Kolam In-Ground<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kolam jenis ini bisa dibuat lebih besar dan dapat menampung lebih banyak pasien setiap harinya. Ukurannya yang besar membuat anda bisa menambahkan berbagai fitur tambahan di dalam kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<p>Kolam berukuran 12&#8217;x20 dapat menampung treadmill bawah air, sepeda statis, dan jet resistensi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, instalasi kolam terapi in-ground lebih mahal dan membutuhkan konstruksi tambahan untuk mengakomodasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kolam_Above_Ground\"><\/span>2. Kolam Above Ground<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kolam Above Ground cenderung lebih portabel dan lebih mudah dipasang, membutuhkan konstruksi minimal dan arsitektur yang lebih sedikit untuk mendukung.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, pembuatan kolam jenis ini pasti lebih murah secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena ukurannya yang kecil, kolam ini sangat cocok untuk sesi empat mata antara dokter atau terapis dan pasien atau atlet.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pertimbangan_Desain\"><\/span><strong>Pertimbangan Desain<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebuah kolam terapi membutuhkan peralatan dan sistem berikut agar dapat beroperasi. Hal ini harus diperhitungkan dalam tahap desain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Sistem_Dehumidifikasi_dan_Ventilasi\"><\/span>1. Sistem Dehumidifikasi dan Ventilasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun ini mungkin bukan persyaratan utama, kemampuan untuk menghilangkan kelembaban dari ruangan kolam terapi indoor adalah nilai jangka panjang yang substansial.<\/p>\n\n\n\n<p>Menggunakan sistem ini bisa menghilangkan kloramin dan produk sampingan kolam renang lainnya dari udara, mengurangi paparan dan membuat ruang kolam terapi indoor menjadi lingkungan yang lebih aman.<\/p>\n\n\n\n<p>Sistem ini juga menghilangkan kondensasi dari jendela dan dinding, yang menurunkan kemampuan jamur untuk berkembang biak dan menimbulkan karat.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, ventilasi yang baik membuat udara lebih nyaman untuk dihirup, sehingga membuat ruangan menjadi lebih nyaman untuk para pasien.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Sistem_Pengolahan_Air\"><\/span>2. Sistem Pengolahan Air<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kolam terapi membutuhkan (dan harus mencakup) pompa sirkulasi, sistem filtrasi, pemanas air, dan sistem sanitasi, yang semuanya membutuhkan ruang tersendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda mungkin memerlukan tangga ke area yang berisi barang-barang ini (biasanya disebut ruang mesin). Karena itu, perhatikan seberapa besar ukurannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Ruang_untuk_Peralatan\"><\/span>3. Ruang untuk Peralatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jangan lupa untuk memperhitungkan ruang penyimpanan untuk peralatan terapi akuatik. Membuat ruangan khusus akan menjaga kondisi peralatan tetap baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Jalur_Pemipaan_Air\"><\/span>4. Jalur Pemipaan Air<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jalur pemipaan dalam sirkulasi kolam terapi sudah pasti diperhitungkan ketika membuatnya. Namun, anda juga harus memperhitungkan <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/memahami-instalasi-kolam-renang\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/memahami-instalasi-kolam-renang\/\">jalur pemipaan<\/a> air.<\/p>\n\n\n\n<p>Air dalam kolam terapi akan sangat berpengaruh terhadap efektivitas terapi yang dilakukan. Karena biasanya, terapi dilakukan juga dengan memanfaatkan sifat air, yakni daya apung.<\/p>\n\n\n\n<p>Kolam terapi harus dapat mengakomodasi ketinggian air tertentu. Air yang terlalu tidak akan dapat mencapai daya apung yang cukup.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Drainase_yang_Memadai\"><\/span><strong>Drainase yang Memadai<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Jika kolam renang hanya memiliki satu titik masuk yang ditentukan seperti tangga, memiliki main drain dan saluran pembuangan yang lebih kecil di setiap sisi kolam (gutter) sudah cukup.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, biasanya pasien akan beristirahat sejenak ketika selesai melakukan satu sesi terapi. Ini berarti anda harus memperhitungkan tempat duduk dan tetesan air dari tubuh pasien.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan bangku dan area duduk di kolam terapi memiliki drainase yang memadai.<\/p>\n\n\n\n<p>Area terakhir yang perlu dipertimbangkan adalah jalan menuju kolam. Ini perlu dikeringkan dengan baik untuk mencegah tergelincir. Karena itu, gunakan drainase di antara kolam renang, area bilas, dan ruang ganti.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ruang_Ganti_dan_Bilas\"><\/span><strong>Ruang Ganti dan Bilas<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Meski di area indoor, keberadaan kamar mandi dan kamar bilas penting untuk kolam terapi. Karena itu, jangan lupa sertakan ini dalam desain.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya kamar mandi dan kamar bilas akan meningkatkan kebersihan fasilitas secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Disarankan untuk meminta pasien untuk <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/pentingnya-bilas-sebelum-dan-sesudah-berenang\/\">membilas sebelum memasuki kolam<\/a> untuk menghilangkan sisa sabun, lotion, dan minyak agar perawatan kolam renang lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, sangat penting untuk membuat fasilitas ini mudah terlihat, mudah diakses, dan aman. &lt;DP><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karena itu, ketika membuat kolam terapi indoor, anda perlu memperhatikan beberapa hal yang akan kita jelaskan ini.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4181,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[760],"tags":[729,732,17],"class_list":["post-4180","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-kolam-kesehatan","tag-kolam-terapi","tag-peralatan-kolam-renang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4180","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4180"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4180\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}