{"id":3758,"date":"2024-09-27T07:35:00","date_gmt":"2024-09-27T07:35:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=3758"},"modified":"2026-03-26T04:29:35","modified_gmt":"2026-03-26T04:29:35","slug":"pengujian-beton-kolam-renang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/pengujian-beton-kolam-renang\/","title":{"rendered":"Ketahui Pengujian Beton: Penting Saat Pembuatan Kolam Renang"},"content":{"rendered":"\n<p>Beton digunakan dalam konstruksi kolam renang, terutama kolam renang di bawah tanah. Sebelum diproses dalam proyek, beton diuji terlebih dahulu untuk mengetahui kualitasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini, kita akan bahas beberapa pengujian pada beton agar anda juga memahami bagaimana kualitas konstruksi kolam renang yang sedang dikerjakan di rumah anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahasa yang digunakan di sini mungkin agak sedikit rumit. Namun, yang terpenting kita bisa memahami bagaimana pengujian itu dilakukan dengan tujuan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/pengujian-beton-kolam-renang\/#Uji_Kemerosotan\" >Uji Kemerosotan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/pengujian-beton-kolam-renang\/#Bagaimana_cara_kerjanya\" >Bagaimana cara kerjanya?<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/pengujian-beton-kolam-renang\/#Uji_Kuat_Tekan\" >Uji Kuat Tekan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/pengujian-beton-kolam-renang\/#Bagaimana_cara_kerjanya-2\" >Bagaimana cara kerjanya?<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/pengujian-beton-kolam-renang\/#Uji_Susut_Pengeringan\" >Uji Susut Pengeringan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/pengujian-beton-kolam-renang\/#Bagaimana_cara_kerjanya-3\" >Bagaimana cara kerjanya?<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Uji_Kemerosotan\"><\/span><strong>Uji Kemerosotan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Uji slump beton dilakukan di lapangan pada campuran beton segar. Hal ini membantu untuk menentukan apakah beton yang akan segera dituang akan <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/standar-ukuran-tangga-kolam-renang\/\">memenuhi standar<\/a> yang ditentukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengujian ini adalah tes sederhana yang dapat mengkonfirmasi, selama beberapa batch, bahwa beton tersebut konsisten.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, pengujian ini juga penting agar memberikan kesempatan untuk memperbaiki campuran sebelum dituang di lokasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mengukur &#8216;slump&#8217; beton secara keseluruhan, kita dapat mengetahui apakah rasio air-semen terlalu tinggi, dan apakah campuran beton memiliki kemampuan kerja yang tinggi atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_cara_kerjanya\"><\/span>Bagaimana cara kerjanya?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebuah kerucut diletakkan dengan kuat di atas permukaan yang rata dan halus. Dalam tiga lapisan, kerucut diisi dengan sampel beton segar dengan cara yang seragam. Setiap lapisan dipadatkan dengan batang baja untuk memadatkan beton. Setelah terisi, setiap limpahan dibuang, dan beton diratakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kerucut kemudian diangkat secara perlahan dan mantap dan ditempatkan terbalik di samping slump. Kemerosotan kemudian diukur terhadap kerucut yang terbalik.<\/p>\n\n\n\n<p>Beton harus mempertahankan sebagian besar bentuk kerucutnya, yang menunjukkan bahwa campuran tersebut kohesif, dan kemampuan kerjanya tidak terlalu tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Uji_Kuat_Tekan\"><\/span><strong>Uji Kuat Tekan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kuat tekan beton merupakan ukuran kinerja yang umum digunakan oleh para insinyur untuk <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/semua-tentang-desain-kolam-renang\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/semua-tentang-desain-kolam-renang\/\">mendesain bangunan<\/a> dan struktur lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kekuatan tekan didefinisikan sebagai kemampuan beton untuk menahan gaya tekan tertentu. Pengujian ini akan membantu menentukan apakah beton bekerja sesuai standar yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Di laboratorium, mengukur kuat tekan beton dengan menggunakan cetakan silinder yang sangat terkontrol.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_cara_kerjanya-2\"><\/span>Bagaimana cara kerjanya?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sampel beton ditempatkan ke dalam silinder berukuran tinggi 200mm dan diameter 100mm (AS 1012.9) di lokasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah dikeringkan, misalnya keesokan harinya, sampel tersebut kemudian diangkut ke laboratorium, dihilangkan cetakannya dan ditempatkan ke dalam tangki pengawetan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada interval pengujian (7, 14 dan 28 hari), sampel ditempatkan di antara pelat kompresi di bawah gaya yang meningkat dengan kecepatan yang ditetapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Gaya yang diberikan hingga sampel mengalami kegagalan (retak\/patah) dicatat. Perhitungan lebih lanjut dilakukan untuk memastikan kompresi kekuatan dan apakah sampel tersebut lulus atau gagal dalam pengujian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Uji_Susut_Pengeringan\"><\/span><strong>Uji Susut Pengeringan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Susut pengeringan terjadi ketika struktur beton menyusut karena kehilangan kelembaban\/air. Hal ini dapat berdampak buruk pada daya tahan, estetika, dan kemudahan renovasi struktur beton.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengujian susut pengeringan dilakukan di laboratorium.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_cara_kerjanya-3\"><\/span>Bagaimana cara kerjanya?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sampel dimasukkan ke dalam cetakan dan disimpan di lingkungan yang lembab sampai mengeras. Sampel beton kemudian dihilangkan cetakannya dan ditempatkan dalam rendaman air kapur dan kemudian ruang pengering selama pengujian.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembacaan awal diukur pada 7 hari dari waktu pengecoran. Sampel kemudian disimpan di lingkungan yang terkendali dengan panjang yang diukur dan dicatat hingga 90 hari. Keakuratan pembacaan pengukuran sangat tepat, 0,001mm<\/p>\n\n\n\n<p>Penyusutan pengeringan dihitung sebagai perbedaan antara pengukuran basah asli dan pengukuran kering yang dinyatakan sebagai persentase panjang kering. Umumnya, spesifikasi mensyaratkan kesesuaian pada 21 dan atau 56 hari. &lt;DP><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beton digunakan dalam konstruksi kolam renang, terutama kolam renang di bawah tanah. Sebelum diproses dalam proyek, beton diuji.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":3759,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[755],"tags":[596,597,387],"class_list":["post-3758","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-konstruksi","tag-beton-kolam-renang","tag-fungsi-beton","tag-pembangunan-kolam-renang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3758","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3758"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3758\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3758"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3758"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3758"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}