{"id":2829,"date":"2024-08-11T05:29:00","date_gmt":"2024-08-11T05:29:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=2829"},"modified":"2026-03-26T09:01:59","modified_gmt":"2026-03-26T09:01:59","slug":"perlakuan-selang-vakum-kolam-renang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/perlakuan-selang-vakum-kolam-renang\/","title":{"rendered":"Perlakukan pada Selang Vakum Kolam Renang, Apa Saja?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlakukan selang vakum kolam renang saat digunakan. Apa saja yang dilakukan? Kita akan membahasnya dalam artikel ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Vakum kolam renang adalah salah satu alat <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/penjelasan-basic-perawatan-kolam-renang\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/penjelasan-basic-perawatan-kolam-renang\/\">perawatan<\/a> wajib yang harus dimiliki. Vakum sendiri terdiri dari beberapa komponen, salah satunya selang vakum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat anda yang bingung selang ini bakal diapain saja saat digunakan, kita akan membahasnya di sini. Simak informasinya berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_84 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/perlakuan-selang-vakum-kolam-renang\/#Memasang_Selang_Vakum\" >Memasang Selang Vakum<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/perlakuan-selang-vakum-kolam-renang\/#1Lokasi_Ujung_Selang_Vakum\" >1.Lokasi Ujung Selang Vakum<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/perlakuan-selang-vakum-kolam-renang\/#2_Menghubungkan_Selang_ke_Kepala_Vakum\" >2. Menghubungkan Selang ke Kepala Vakum<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/perlakuan-selang-vakum-kolam-renang\/#Rendam_Selang_Vakum\" >Rendam Selang Vakum<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/perlakuan-selang-vakum-kolam-renang\/#Perawatan_Selang_Vakum\" >Perawatan Selang Vakum<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/perlakuan-selang-vakum-kolam-renang\/#1Jangan_Menjemur_Selang_Vakum\" >1.Jangan Menjemur Selang Vakum<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/perlakuan-selang-vakum-kolam-renang\/#2_Jangan_Ditarik-Tarik\" >2. Jangan Ditarik-Tarik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/perlakuan-selang-vakum-kolam-renang\/#3_Jangan_Ditekuk\" >3. Jangan Ditekuk<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memasang_Selang_Vakum\"><\/span>Memasang Selang Vakum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasang selang vakum dengan memasang potongan-potongan selang menjadi satu. Ukuran selang vakum tergantung pada panjang kolam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selang harus cukup panjang untuk menjangkau setiap bagian lantai kolam dari lokasi anda memasangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada sebagian besar sistem vakum, yang perlu anda lakukan hanyalah mengencangkan ulir untuk setiap bagian selang sampai semuanya terpasang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa selang perlu dipasang dengan urutan tertentu. Bacalah buku petunjuk manual vakum anda untuk mengetahui apakah ada urutan tertentu ketika memasangnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1Lokasi_Ujung_Selang_Vakum\"><\/span>1.Lokasi Ujung Selang Vakum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasang ujung selang vakum ke skimmer, port hisap khusus, atau filter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap vakum kolam renang bisa punya pengaturan berbeda, jadi bacalah buku panduan vakum anda untuk mengetahui di mana selang harus disambungkan. Lokasi sambungan yang paling umum adalah skimmer terbuka, port hisap, atau filter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menghubungkan selang ke skimmer, ambil ujung selang dan pasangkan ke adaptor dengan sisi yang tidak berulir di ujungnya. Tempelkan adaptor di dalam skimmer dengan memasangnya ke dalam lubang di bawah tutupnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memasukkan selang ke dalam filter, periksa filter dan cari katup yang berlabel &#8220;waste&#8221;. Buka tutup ini dan kencangkan selang ke dalamnya dengan menggunakan ulir pada selang atau adaptor untuk filter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengaitkan selang ke port hisap, periksa filter untuk mencari pegangan di atas katup tempat pipa filter dan saluran air bertemu. Putar katup untuk membukanya dan pasang selang ke dalam ulir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menghubungkan_Selang_ke_Kepala_Vakum\"><\/span>2. Menghubungkan Selang ke Kepala Vakum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan ujung selang yang telah ditentukan untuk mengencangkannya ke bagian kepala vakum tempat kotoran disedot.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tergantung pada merek vakum anda, mungkin ada label pada ujung selang tertentu yang menunjukkan ujung selang mana yang perlu dimasukkan ke kepala vakum. Kencangkan sambungan dengan tangan dengan memutarnya hingga tidak bisa dikencangkan lagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada beberapa selang, terdapat tabung atau pelampung di ujung salah satu selang. Pelampung ini digunakan untuk mempermudah mengangkat batang, kepala, dan selang vakum dari dasar kolam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika selang vakum anda memilikinya, sambungkan ke kepala vakum pada ujung yang paling dekat dengan pelampung atau tabung.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rendam_Selang_Vakum\"><\/span>Rendam Selang Vakum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rendam selang vakum di dalam kolam untuk mengisinya dengan air. Jangan sampai ada udara di dalam sistem pompa, jadi anda harus mengeluarkan semua udara dari selang sebelum menggunakannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Letakkan selang di bagian kolam yang dalam dan dorong setiap bagian ke bawah hingga anda melihat semua gelembung udara keluar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk melakukan ini dengan cepat, letakkan selang di dekat <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/penjelasan-inlet-kolam-renang\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/penjelasan-inlet-kolam-renang\/\">inlet fitting<\/a> di sisi kolam. Jet akan memaksa air masuk melalui selang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perawatan_Selang_Vakum\"><\/span>Perawatan Selang Vakum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain perlakuannya ketika digunakan, selang vakum juga harus dirawat dengan benar agar tidak rusak. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan selang vakum:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1Jangan_Menjemur_Selang_Vakum\"><\/span>1.Jangan Menjemur Selang Vakum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selang vakum biasanya berbahan pvc atau plastik. Bahan ini, meskipun tebal, jika keseringan dijemur akan membuatnya mengeras dan rentan pecah. Simpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Jangan_Ditarik-Tarik\"><\/span>2. Jangan Ditarik-Tarik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menaik-narik selang apalagi dengan tenaga yang cukup kuat berpotensi merusak selang. Kebocoran bisa saja terjadi. Kalau sudah bocor, selang tidak akan berfungsi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Jangan_Ditekuk\"><\/span>3. Jangan Ditekuk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menekuk selang juga bisa merusak selang vakum yang berpotensi membuatnya bocor. Penyimpanan selang vakum yang benar dilakukan dengan cara menggulungnya secara melingkar. &lt;DP><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perlakukan selang vakum kolam renang saat digunakan. Apa saja yang dilakukan? Kita akan membahasnya dalam artikel ini.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":2830,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[247],"tags":[33,77,343,81],"class_list":["post-2829","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-literasi","tag-filter-kolam","tag-kolam-renang","tag-selang","tag-vakum-kolam-renang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2829","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2829"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2829\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2829"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2829"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2829"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}