{"id":2158,"date":"2024-07-12T02:23:17","date_gmt":"2024-07-12T02:23:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=2158"},"modified":"2026-03-26T06:35:05","modified_gmt":"2026-03-26T06:35:05","slug":"langkah-memperbaiki-kapasitor-pompa-kolam-renang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/langkah-memperbaiki-kapasitor-pompa-kolam-renang\/","title":{"rendered":"Langkah Memperbaiki Kapasitor Pompa Kolam Renang"},"content":{"rendered":"\n<p>Sama seperti berbagai jenis pompa di pasaran, pergerakan awal <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/pompa-kolam-renang\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/pompa-kolam-renang\/\">pompa kolam renang<\/a> juga menggunakan kapasitor sebagai daya dorongnya. Jika ada masalah, ikuti langkah memperbaiki kapasitor pompa kolam renang ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kapasitor pompa merupakan salah satu <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/bagian-pompa-kolam-renang-part-2-drive-train\/\">komponen<\/a> penting yang memiliki fungsi untuk memberikan daya awal yang pada motor sehingga bisa membuatnya berputar dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Kapasitor bentuknya dan fungsinya seperti baterai untuk menghidupkan motor pompa. Komponen ini membuat daya keluar dari fasa pada stator sehingga &#8216;menaungi&#8217; belitan motor, menyebabkan motor mulai berputar.<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya saja memang benar kapasitor pompa ini lebih rentan mengalami kerusakan yang menyebabkan kinerja dari pompanya menjadi terganggu nantinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika pompa kolam renang anda tidak mau hidup, tetapi malah mengeluarkan suara dengungan, mungkin ada masalah pada kapasitor. Bunyi ini biasanya akan terus berlanjut hingga pemutus sirkuit trip.<\/p>\n\n\n\n<p>Di artikel ini, kita akan membahas berbagai indikasi serta cara dan langkah memperbaiki kapasitor pompa kolam renang yang rusak. Berikut penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/langkah-memperbaiki-kapasitor-pompa-kolam-renang\/#Memperbaiki_Kapasitor_Pompa_Kolam_Renang_Periksa_Poros_dan_Impeler\" >Memperbaiki Kapasitor Pompa Kolam Renang: Periksa Poros dan Impeler<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/langkah-memperbaiki-kapasitor-pompa-kolam-renang\/#Ganti_Kapasitor\" >Ganti Kapasitor<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/langkah-memperbaiki-kapasitor-pompa-kolam-renang\/#Menguji_Kapasitor\" >Menguji Kapasitor<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/langkah-memperbaiki-kapasitor-pompa-kolam-renang\/#Langkah_1\" >Langkah 1<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/langkah-memperbaiki-kapasitor-pompa-kolam-renang\/#Langkah_2\" >Langkah 2<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/langkah-memperbaiki-kapasitor-pompa-kolam-renang\/#Langkah_3\" >Langkah 3<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/langkah-memperbaiki-kapasitor-pompa-kolam-renang\/#Langkah_4\" >Langkah 4<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memperbaiki_Kapasitor_Pompa_Kolam_Renang_Periksa_Poros_dan_Impeler\"><\/span>Memperbaiki Kapasitor Pompa Kolam Renang: Periksa Poros dan Impeler<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Hal pertama yang harus diperiksa, terutama saat pegas terbuka, adalah impeler dan poros motor yang harus berputar dengan bebas.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memeriksanya, anda bisa melihat kemungkinan adanya karat yang mengikat rotor dan stator, atau sesuatu yang berat yang tersangkut di impeler.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat memeriksa putaran poros dengan melepas pelat penutup belakang, dan memutar ujung poros dengan tang pipih atau tang lurus yang besar<\/p>\n\n\n\n<p>Pada sebagian besar pompa, anda juga dapat melepas keranjang dan merasakan impeler dengan jari. Ingat, pompa harus dimatikan terlebih dahulu!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ganti_Kapasitor\"><\/span>Ganti Kapasitor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Anda bisa saja mengganti kapasitornya, untuk melihat apakah itu masalahnya. Lihatlah pada sisi kapasitor yang ada untuk membaca ukuran mikrofarad (MFD) atau angka UF.<\/p>\n\n\n\n<p>Pompa kolam renang biasanya memiliki dua kapasitor, satu di belakang (kapasitor start) dan satu lagi di atas (kapasitor run).<\/p>\n\n\n\n<p>Kapasitor hitam yang lebih kecil terletak di bagian belakang motor, biasanya diberi label dengan kisaran angka, yaitu 161-193 MFD.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan kapasitor perak yang lebih besar biasanya terletak di punuk motor, di bagian atas &#8211; berukuran dengan nomor UF.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menguji_Kapasitor\"><\/span>Menguji Kapasitor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Namun, jika anda ingin menguji kapasitor, ikuti petunjuk berikut ini dengan hati-hati. Ini agak bahaya dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum anda menguji kapasitor, perhatikan penampilannya. Jika kapasitor terlihat menggembung, retak, atau terlihat rusak, ini menandakan sudah rusak.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda juga harus memeriksa kabel yang longgar, berkerut atau rusak atau terminal berkarat atau bekas terbakar pada kapasitor.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut langkah menguji kapasitor apakah masih berfungsi normal atau tidak:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_1\"><\/span>Langkah 1<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Lepaskan pelat penutup dan gunakan obeng berinsulasi untuk melepaskan kapasitor. Anda bisa melepas kapasitor dan membungkusnya dengan kain tebal, atau lembaran karet.<\/p>\n\n\n\n<p>Sangat jarang terjadi ketika menguji kapasitor, kapasitor meledak (ledakan kecil), tetapi hal itu bisa saja terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang lebih umum, anda mungkin mengalami percikan api, atau suara letupan kecil saat mengeringkan kapasitor, jika ada banyak daya yang tersimpan.<\/p>\n\n\n\n<p>Arahkan kapasitor menjauhi anda dan orang lain saat mengosongkan daya. Anda hanya perlu menyentuh kedua terminal secara singkat dengan ujung obeng berinsulasi, untuk mengosongkan kapasitor.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_2\"><\/span>Langkah 2<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Lepaskan kedua kabel yang terhubung ke kapasitor, dengan tang pipih kecil, atau tang hidung jarum.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kapasitor menggembung atau retak, atau terlihat seperti terbakar atau hangus, menunjukkan bahwa kapasitor tersebut sudah rusak dan harus diganti.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_3\"><\/span>Langkah 3<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Anda bisa menggunakan semua jenis multi-meter, digital atau analog. Tidak perlu meteran mahal, bisa juga meteran sederhana yang biasa digunakan tukang.<\/p>\n\n\n\n<p>Aturlah pengukur uji ke Ohm, dengan nilai 1K atau lebih tinggi. Sentuhkan kedua ujung meteran anda ke terminal kapasitor, tidak masalah kabel mana yang menyentuh terminal yang mana.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_4\"><\/span>Langkah 4<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika meteran membaca nol, berarti kondisi kapasitornya buruk. Jika perlahan-lahan naik (hingga tak terbatas), kapasitor anda mampu menahan muatan dan kapasitor baru tidak diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembacaan yang baik harus dimulai dari angka rendah segera setelah anda menyentuh kabel kedua pada kapasitor, lalu perlahan-lahan naik.<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan pengaturan ohm tertinggi (2M atau 200K adalah yang terbaik, karena anda bisa melihat resistensi naik secara perlahan).<\/p>\n\n\n\n<p>Anda bisa melepaskan kapasitor dengan obeng berinsulasi, jangan lupa kenakan sarung tangan, dan lakukan lagi untuk memverifikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tepat sebelum anda menyentuh kabel kedua, ohmmeter seharusnya menunjukkan angka 1 dan akan langsung turun ke angka rendah dengan kapasitor yang bagus dan akan meningkat. Hal ini menunjukkan sirkuit terbuka dan resistansi tak terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p>Tes lainnya adalah dengan mengatur meteran ke volt AC dan menghubungkan kedua kabelnya. Nyalakan pompa, dan jika kapasitor bekerja dengan baik, tegangannya akan lebih tinggi dari tegangan suplai. &lt;DP><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Komponen ini lebih rentan mengalami kerusakan. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah memperbaiki kapasitor pompa kolam renang.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":2159,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[77,143,46],"class_list":["post-2158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perawatan","tag-kolam-renang","tag-perawatan-kolam-renang","tag-pompa-kolam-renang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2158"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2158\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}