{"id":1757,"date":"2024-06-25T04:57:03","date_gmt":"2024-06-25T04:57:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=1757"},"modified":"2026-03-26T08:54:02","modified_gmt":"2026-03-26T08:54:02","slug":"mencegah-ruam-kulit-karena-sensitivitas-klorin-kolam-renang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mencegah-ruam-kulit-karena-sensitivitas-klorin-kolam-renang\/","title":{"rendered":"Mencegah Ruam Kulit karena Sensitivitas Klorin Kolam Renang"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kaporit adalah bahan kimia yang umum digunakan untuk perawatan kolam renang. Zat ini berfungsi untuk mencegah tumbuhnya organism seperti <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/menjernihkan-air-kolam-renang-berwarna-hijau\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/menjernihkan-air-kolam-renang-berwarna-hijau\/\">ganggang<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, penggunaan kaporit juga harus ideal. Jika tidak, kandungan klorin di dalamnya bisa menimbulkan masalah kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu masalah kesehatan tersebut adalah timbulnya ruam setelah berenang. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang punya kulit dengan sensitivitas klorin cukup tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di artikel ini kita akan membahas masalah kesehatan sensitivitas klorin berikut cara penanganan dan mencegahnya terjadi. Baca terus artikel ini untuk mendapatkan informasi selengkapnya.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_84 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mencegah-ruam-kulit-karena-sensitivitas-klorin-kolam-renang\/#Apa_Itu_Sensitivitas_Klorin\" >Apa Itu Sensitivitas Klorin?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mencegah-ruam-kulit-karena-sensitivitas-klorin-kolam-renang\/#Gejala_Sensitivitas_Klorin\" >Gejala Sensitivitas Klorin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mencegah-ruam-kulit-karena-sensitivitas-klorin-kolam-renang\/#Perawatan\" >Perawatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/mencegah-ruam-kulit-karena-sensitivitas-klorin-kolam-renang\/#Mencegah_Masalah\" >Mencegah Masalah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Sensitivitas_Klorin\"><\/span>Apa Itu Sensitivitas Klorin?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini adalah jenis masalah pada kulit yang sering terjadi ketika bersentuhan dengan air kolam renang, baik untuk berenang atau kegiatan lainnya. Hal tersebut karena kulit orang tersebut sensitif terhadap klorin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah menyentuh air kolam renang, akan timbul bercak-bercak merah baik berbentuk bintik-bintik maupun berukuran cukup besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masalah dengan sensitivitas klorin bahkan bisa berkembang pada orang-orang yang sebelumnya baik-baik saja dengan berenang di air yang mengandung klorin.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gejala_Sensitivitas_Klorin\"><\/span>Gejala Sensitivitas Klorin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tergantung pada tingkat keparahan sensitivitas, gejala-gejala ini dapat terjadi segera setelah terpapar air yang mengandung klorin atau bahkan beberapa jam setelahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Bercak-bercak kulit gatal<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gejala yang paling umum dari sensitivitas klorin adalah bercak-bercak kulit gatal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Bentol-bentol di sekujur tubuh<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini juga merupakan jenis sensitivitas klorin tetapi lebih merupakan reaksi alergi terhadap klorin itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Kulit kering atau pecah-pecah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini juga umum terjadi setelah berenang di kolam yang mengandung klorin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4. Luka atau lecet<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lecet biasanya tidak terbentuk dari sensitivitas klorin ringan. Jadi jika luka dan lecet memang terbentuk, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">5. Kesulitan bernapas<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini juga dikenal sebagai reaksi asma terhadap asap kaporit. Hal ini terjadi ketika ada konsentrasi klorin yang sangat tinggi di dalam kolam renang di mana bahan ini mengeluarkan gas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siapa pun yang mengalami hal ini harus segera mendapatkan perawatan medis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perawatan\"><\/span>Perawatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ruam dan kulit kering dan pecah-pecah yang disebabkan oleh sensitivitas klorin biasanya sembuh dengan sendirinya setelah beberapa jam atau hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salep yang mengandung hidrokortison juga dapat membantu meredakan bercak-bercak kulit yang gatal. Untuk gatal-gatal dan reaksi alergi lainnya, krim dengan antihistamin dapat membantu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mencegah_Masalah\"><\/span>Mencegah Masalah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain menjauhi air yang mengandung klorin, sebenarnya ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi atau bahkan mencegah timbulnya ruam akibat paparan air yang mengandung klorin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Mandi sebelum masuk ke kolam renang<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Klorin terkadang bereaksi dengan lotion dan produk kosmetik lainnya yang pada akhirnya dapat menyebabkan ruam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bersihkan tubuh secara menyeluruh sebelum masuk ke kolam renang untuk memastikan bahwa tidak ada jenis produk tersebut di kulit anda untuk mengurangi reaksi ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Mandi dengan sabun setelah keluar dari kolam renang<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membilas tubuh dengan air saja setelah berenang tidak cukup untuk membersihkan klorin secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Air kolam renang yang mengering di kulit dapat meninggalkan bercak klorin yang terkonsentrasi. Hal ini dapat menyebabkan ruam dan masalah sensitivitas klorin lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Mengoleskan lotion khusus ke area yang sensitif terhadap klorin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum berendam di kolam renang, melindungi area di mana ruam klorin sebelumnya pernah terjadi dapat membantu meminimalkan hal tersebut terulang kembali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4. Mengoleskan penghilang kaporit setelah menggunakan kolam renang<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak produk yang bisa dicari di Google yang berfungsi menghilangkan kaporit dan menenangkan kulit setelah berenang di kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda juga dapat bertanya kepada dokter kulit untuk mengetahui produk mana yang paling cocok untuk jenis kulit anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">5. Membilas dan berganti pakaian segera setelah keluar dari kolam renang<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah berenang, bilas dengan bersih dan ganti pakaian yang longgar dan kering agar kulit anda dapat bernapas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">6. Berhenti berenang untuk sementara<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kecuali jika ruam dipicu oleh reaksi alergi, beristirahat sejenak dari kegiatan berenang akan membantu kulit anda sembuh dan pulih dari sensitivitas klorin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">7. Menjaga kadar klorin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak masalah sensitivitas klorin muncul karena konsentrasi bahan kimia ini terlampau tinggi. Karena itu, penting untuk menjaga kadar klorin kolam renang pada tingkat ideal (1 hingga 3 ppm).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penutup<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah penjelasan tentang sensitivitas klorin berikut cara penanganan dan mencegahnya terjadi. Ingat, lakukan selalu perawatan pada kolam renang jika tak mau masalah ini terjadi. &lt;DP><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Timbulnya ruam setelah berenang. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang punya kulit dengan sensitivitas klorin cukup tinggi.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1758,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[760],"tags":[31,77,143],"class_list":["post-1757","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-filter-kolam-renang","tag-kolam-renang","tag-perawatan-kolam-renang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1757","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1757"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1757\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1758"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1757"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1757"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1757"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}