{"id":1210,"date":"2024-06-05T06:36:26","date_gmt":"2024-06-05T06:36:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/?p=1210"},"modified":"2025-12-31T09:09:42","modified_gmt":"2025-12-31T09:09:42","slug":"ketahui-jenis-korosi-kolam-renang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/ketahui-jenis-korosi-kolam-renang\/","title":{"rendered":"Ketahui Jenis Korosi Kolam Renang, Ini Penting!"},"content":{"rendered":"\n<p>Korosi bisa menjadi masalah yang sering terjadi di kolam renang. Kerusakan ini biasanya terdapat pada gagang tangga kolam yang dibuat menggunakan salah satu jenis logam.<\/p>\n\n\n\n<p>Memahami bebagai jenis korosi kolam renang dapat membantu anda mendiagnosa dan memperbaiki masalah pada area kolam renang tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan membahas jenis korosi kolam renang yang perlu anda ketahui. Baca terus untuk mendapatkan informasi selengkapnya.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/ketahui-jenis-korosi-kolam-renang\/#Pengertian_Korosi\" >Pengertian Korosi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/ketahui-jenis-korosi-kolam-renang\/#Jenis_Korosi_Kolam_Renang\" >Jenis Korosi Kolam Renang<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/ketahui-jenis-korosi-kolam-renang\/#1_Korosi_Seragam\" >1. Korosi Seragam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/ketahui-jenis-korosi-kolam-renang\/#2_Korosi_Galvanik\" >2. Korosi Galvanik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/ketahui-jenis-korosi-kolam-renang\/#3_Korosi_Celah\" >3. Korosi Celah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/ketahui-jenis-korosi-kolam-renang\/#4_Korosi_SumuranPitting\" >4. Korosi Sumuran\/Pitting<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/ketahui-jenis-korosi-kolam-renang\/#5_Korosi_Intergranular\" >5. Korosi Intergranular<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/ketahui-jenis-korosi-kolam-renang\/#6_Dealloying\" >6. Dealloying<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/ketahui-jenis-korosi-kolam-renang\/#7_Erosi\" >7. Erosi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/ketahui-jenis-korosi-kolam-renang\/#8_Stray\" >8. Stray<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/ketahui-jenis-korosi-kolam-renang\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Korosi\"><\/span>Pengertian Korosi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum membahas apa saja jenis korosi kolam renang, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan korosi itu sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p>Korosi adalah&nbsp;kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi kimia atau elektrokimia dengan lingkungan.&nbsp;Korosi juga dapat diartikan sebagai perkaratan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Penyebab korosi&nbsp;Paparan lingkungan asam atau basa, Tingkat kelembaban tinggi, Suhu yang ekstrim, Keausan yang menimbulkan bagian-bagian tajam dan kasar, Pengikisan lapisan pelindung pada logam.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Korosi_Kolam_Renang\"><\/span>Jenis Korosi Kolam Renang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah beberapa jenis korosi kolam renang yang wajib anda ketahui. Kami juga akan bagikan penjelasan bagaimana mengatasinya. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Korosi_Seragam\"><\/span>1. <strong>Korosi Seragam<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis korosi kolam renang ini terjadi ketika elektrolit memiliki akses ke seluruh permukaan karena material memiliki komposisi yang seragam. Contoh paling umum adalah pada bagian baja atau besi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam industri kolam renang khususnya air panas, hal ini banyak terjadi pada pipa besi hitam yang digunakan untuk katup gas atau propana.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, juga ditemukan di bagian atas bak pemanas, di mana air hujan atau air penyiram dapat terkumpul.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini juga dapat ditemukan pada komponen logam dengan lapisan bubuk, seperti kotak atau panel yang digunakan untuk menyimpan sistem kontrol dan sambungan listrik.<\/p>\n\n\n\n<p>Korosi ini bisa membuat cat menjadi rusak atau mengelupas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Korosi_Galvanik\"><\/span>2. Korosi <strong>Galvanik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika dua logam yang berbeda dengan komposisi elektrolit yang sama bersentuhan secara elektrik, jenis korosi ini dapat terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Masing-masing logam memiliki potensi listrik atau tegangan tertentu. Ketika bersentuhan, logam yang bermuatan lebih positif akan menjadi anoda, menyerahkan elektron ke logam lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Imbasnya, logam yang menerima elektron akan mempunyai tegangan listrik lebih tinggi dan berbahaya karena bisa menyebabkan tersetrum.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mencegahnya, bisa menggunakan aluminium, magnesium atau seng yang dihubungkan secara elektrik ke bagian yang ingin dilindungi.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahan yang melapisinya akan terkena korosi, namun substrat yang ditutupinya akan terlindung sempurna.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Korosi_Celah\"><\/span>3. Korosi <strong>Celah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis korosi kolam renang ini dapat terjadi apabila dua bagian yang saling berdekatan menciptakan celah dan menjebak sejumlah kecil elektrolit.<\/p>\n\n\n\n<p>Fenomena ini juga dikenal dengan \u201cgeometri pembatas\u201d, dimana oksigen dikonsumsi secara katodik dalam celah sehingga menciptakan perbedaan konsentrasi. Logam di dalamnya kemudian menjadi anodik dan kehilangan elektron.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika jumlah ion logam bertambah, air menjadi tidak stabil secara termodinamika dan terpecah menjadi hidrogen dan hidroksida.<\/p>\n\n\n\n<p>Ion-ion logam bergabung dengan hidroksida dan menjadi produk korosi padat. Proton hidrogen yang berlebihan bisa menurunkan pH air, membuatnya menjadi lebih asam.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber celah ini dapat berasal dari perakitan komponen yang tidak pas dan pengelasan yang tumpang tindih atau endapan kimiawi dalam kolam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Korosi_SumuranPitting\"><\/span>4. Korosi <strong>Sumuran\/Pitting<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak bahan, seperti baja tahan karat dan titanium, memiliki lapisan oksida yang tahan lama. Lapisan ini dimaksudkan untuk melindungi permukaan logam dari serangan korosi.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, lapisan pelindung ini tidak sempurna, sehingga titik-titik lemah bisa saja ada. Korosi Pitting bisa terjadi dengan terlokalisasi di salah satu permukaan tahan karat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah lapisan pelindung dikalahkan, korosi menyerang area yang sangat kecil di permukaan. Hal ini menghasilkan lubang yang kecil namun relatif dalam.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah lubang berkembang, dinamika yang sama terjadi seperti yang ada pada peristiwa korosi celah.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsentrasi oksigen di area tersebut meluruh relatif terhadap sisa elektrolit, yang selanjutnya mempolarisasi dasar lubang secara anodik. Dasar lubang menjadi semakin asam.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, muatan yang sangat positif menarik ion klorida lokal ke dalam lubang dan membuat lapisan pelindung tidak stabil.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk baja tahan karat, penyebab utama korosi ini adalah klorida di dalam air.<\/p>\n\n\n\n<p>Penting untuk tidak membiarkan konsentrasi garam dalam air berlebihan. Penggunaan pembersih yang berlebihan juga dapat menyebabkan korosi ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Korosi_Intergranular\"><\/span>5. Korosi <strong>Intergranular<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis korosi kolam renang ini terjadi ketika panas menyebabkan dua elemen terpisah. Di kolam renang, korosi ini biasanya terjadi pada pegangan kolam yang menggunakan baja tahan karat austenitik.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika baja tersebut dipanaskan hingga suhu 800 hingga 1.500 F, kromium dan karbon membentuk senyawa intermetalik, menghasilkan gradien konsentrasi kromium dalam butiran. Pada titik ini, sel korosi galvanik mikroskopis tercipta.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, jangan coba-coba mengelas baja tahan karat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Dealloying\"><\/span>6. <strong>Dealloying<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dealloying adalah serangan korosi selektif di mana elemen yang lebih rentan dilarutkan, meninggalkan elemen yang tersisa dan membentuk struktur berpori.<\/p>\n\n\n\n<p>Pegangan kolam dengan bahan kuningan biasanya terserang korosi ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kuningan adalah paduan tembaga dan seng. Unsur yang terakhir sangat aktif dan diserang secara selektif. Hal ini membuat struktur tembaga menjadi berpori.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini juga terjadi setiap kali kuningan terpapar air yang mengandung klor.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Erosi\"><\/span>7. <strong>Erosi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ini adalah efek gabungan dari korosi dan gerakan fluida yang bergerak relatif satu sama lain. Gerakan relatif tersebut menggerus lapisan pelindung. Hal ini kemudian meningkatkan laju korosi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kolam renang, korosi ini bisa ditemukan di dalam tabung atau pipa mesin yang punya kecepatan berlebihan. Selain itu, juga karena abrasi air kolam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Stray\"><\/span><strong>8. Stray<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis Korosi kolam renang ini terjadi akibat tegangan nyasar yang biasanya disebabkan oleh kegagalan ikatan atau sumber dari luar. Bagian yang terpolarisasi lebih positif akan mengalami korosi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kasus ini hampir setiap kali terjadi pada lampu kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span>Penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah penjelasan tentang bergaia jenis korosi kolam renang yang bisa terjaid di area fasilitas tersebut. Segera ketahui jenisnya untuk mendapatkan langkah penanganan yang tepat. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika terjadi korosi dan kerusakan di area kolam renang lainnya, jangan ragu menghubungi Dimulti Pool sebagai kontraktor kolam renang yang menyediakan jasa <a href=\"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/penjelasan-basic-perawatan-kolam-renang\/\">perawatan kolam renang<\/a>. <\/p>\n\n\n\n<p>Pengalaman kami belasan tahun dalam industri ini. Jadi, soal hasil dan kualitas layanan, tak perlu diragukan. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika anda membutuhkan jasa Dimulti Pool, segera hubungi kami di Nomor\u00a0WhatsApp\u00a00811 1380 5662 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini akan membahas jenis korosi kolam renang yang perlu anda ketahui. Baca terus untuk mendapatkan informasi selengkapnya.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1211,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[269,750,259],"class_list":["post-1210","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perawatan","tag-jenis","tag-kolam","tag-korosi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1210","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1210"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1210\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimultipool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}