Kemana Aliran Pembuangan Air Kolam Renang? Ini Jawabannya

Salah satu yang perlu diperhatikan ketika membuat kolam renang adalah pembuangan air kolam renang tersebut.
Instalasi kolam renang bagian ini sangat penting. Selain untuk menentukan lokasi yang tepat, juga membuat anda lebih nyaman menggunakan kolam renang dengan air yang selalu jernih.
Di sini kita akan membahas bagaimana pembuatan pembuangan air kolam renang tersebut serta lokasinya.
Daftar Isi
Pentingnya Drainase Kolam Renang
Meski pada dasarnya air kolam renang itu harus dijaga ketinggiannya, dalam artian tidak boleh terlalu surut, menyedikan pembuangan air kolam renang penting dalam keadaan tertentu.
Pembuangan air kolam renang sendiri akan mengalir melalui sebuah bagian yang dinamakan main drain. Main drain ini adalah drainase kolam renang yang utama.
Letak main drain ini ada di lantai kolam renang. Jumlahnya tergantung ukuran kolam renang yang dibuat. Semakin besar maka butuh main drain yang semakin banyak.
Saluran ini bukan hanya tempat pembuangan air kolam renang. Jika anda membutuhkan untuk menguras kolam renang, mengalirkannya lewat sini akan membuat prosesnya lebih cepat.
Main drain kolam renang ini juga jadi patokan kemana air kolam renang akan dibuang. Karena selain lewat main drain, ketika anda melakukan backwash dan rinse pun akan membuang air kolam renang.
Kemana Aliran Pembuangan Air Kolam Renang?
Sudah dijelaskan lewat mana air kolam renang itu akan dibuang. Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah kemana aliran pembuangan air kolam renang tersebut akan bermuara.
Setiap pembuatan (dan kontraktor kolam renang) punya desain dan perhitungannya sendiri. Ini perlu anda memastikan supaya buangan air tersebut aman.
Namun secara umum, ada tiga tempat untuk pembuangan air kolam renang. Berikut penjelasannya.
1. Septictank
Yang pertama dan paling sering dibuat adalah septictank atau tempat pembuangan limbah rumah tangga dalam jenis apapun.
Ini adalah cara termudah untuk menentukan lokasi pembuangan air kolam renang, terutama jika rumah tempat pembuatan kolam renang tersebut sudah jadi alias existing.
Kontraktor kolam renang akan mengarahkan sistem instalasinya ke sini. Tinggal mengikuti saja dengan instalasi air rumah tangga yang sudah dibuat. Tapi tentu dengan perhitungan sipil yang matang.
2. Halaman Rumah
Ada juga beberapa pemilik kolam renang yang sengaja mengalirkan air kolam renangnya ke lanskap atau taman yang ada di halaman rumah. Tujuannya jelas, untuk membantu menyiram tanaman.
Tapi yang perlu diperhatikan adalah jika menggunakan pembuangan air kolam renang seperti ini perlu memastikan kadar airnya.
Air kolam renang penuh dengan chemical. Kalau digunakan untuk menyiram tanaman yang ada malah tanamannya mati.
Karena itu biasanya pemilik kolam renang yang menggunakan instalasi kolam renang seperti ini merupakan pemilik kolam renang air garam yang minim kaporit.
Selain itu, sistem sanitasi kolam renang menggunakan ozon juga bisa menggunakan instalasi pembuangan kolam renang seperti ini.
3. Instalasi IPAL
Terakhir anda juga bisa menyediakan pembuangan khusus air kolam renang. Pembuangan ini biasa juga dikenal dengan nama IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah.
Ya, air kolam renang yang dibuang adalah limbah. Masalahnya, seperti yang disebutkan sebelumnya, air kolam renang mengandung banyak chemical yang membahayakan.
Kalau anda punya septic tank sebenarnya sudah cukup. Masalahnya kalau dibuang di sini bisa membuat septic tank jadi penuh.
Kalau dibuang di sekitar kolam renang bisa jadi membuat tanaman atau bahkan tanahnya jadi rusak dan membahayakan struktur kolam renang.
Solusinya adalah menggunakan IPAL ini. Yang jelas anda perlu menyediakan lahan lagi untuk membuat penampungan ini.
Tambahan lainnya anda juga perlu memikirkan bagaimana air di IPAL ini mau diolah. Anda bisa bekerja sama dengan dinas terkait agar mereka mengambilnya dari rumah anda.
Air limbah ini bisa diproses oleh mereka atau juga bisa digunakan untuk bahan penelitian di laboratorium.
4. Sungai, Got dan Saluran Lainnya
Anda sebenarnya bisa juga membuang air kolam renang ke got, danau, atau bahkan sungai. Tapi sekali lagi, chemical kolam renang bisa berbahaya buat makhluk hidup di dalamnya.
Karena itu kalau anda mau mengarahkan pembuangan air kolam renang ke tempat-tempat tersebut perlu melakukan beberapa hal berikut ini:
- Hilangkan klorin atau bromin dengan membiarkannya menghilang atau dengan menambahkan bahan kimia. Diamkan kolam renang selama 7-10 hari agar klorin atau bromin menghilang. Natrium tiosulfat juga bisa digunakan untuk menghilangkan klorin lebih cepat. Sebelum dibuang, uji air kolam untuk memastikan kadar total residu klorin atau total residu bromin kurang dari 0,1 mg/L.
- Uji air untuk memastikan kadar pH berada di antara 6,0 dan 8,0. Sesuaikan pH, jika perlu, untuk mencapai kadar yang dapat diterima oleh lingkungan.
- Pastikan air jernih dan bebas dari alga, sedimen, ranting, daun, atau polutan lainnya.
Cara ini memang lebih sulir dan berpotensi membuat kolam renang anda ditumbuhi berbagai mikroorganisme karena diperlukan mendiamkan air terlebih dahulu.
Karena itu, lebih baik hindari menggunakan pembuangan air kolam renang dengan sistem seperti ini. Dan yang terpenting, jangan “nakal” dengan diam-diam membuang air ke lokasi-lokasi ini tanpa melakukan treatment yang sudah dijelaskan di atas.
Kerusakan lingkungan akibat air kolam renang yang anda buang tidak hanya membuat penghuninya jadi terancam , namun anda juga terancam mendapat hukuman karena merusak kelestarian alam.
Popular Post

Mengenal Obat Kolam Renang: Jenis, Kegunaan, dan Harga
Kali ini kita akan membahas sesuatu yang masih berhubungan dengan kolam renang, yaitu obat kolam renang. Simak penjelasannya.

Penjelasan Lengkap Penggunaan Terusi untuk Kolam Renang
Terusi atau Copper Sulphate (CuSO4) adalah salah satu bahan kimia yang umum digunakan sebagai algaecide atau pembasmi alga di kolam renang.

Cara Menjernihkan Air Kolam Renang Berwarna Hijau: Ikuti Langkah Ini
Berikut adalah cara mencegah air kolam renang berwarna hijau, serta cara menghindari hal tersebut.


